Mekuru Ramen

Mekuru Ramen House menjadi tempat makan pilihan saya malam itu. Sebenarnya, sudah gatal ingin kembali makan di sana karena jatuh hati dengan ramen kaldu bebeknya.

Sebagai yang menyukai ramen, saya berpendapat ada tiga faktor utama yang harus ada bersamaan agar sebuah ramen terasa enak.

Pertama, kuah kaldu menjadi faktor utama yang membuat ramen terasa enak. Ramen berbeda dengan bakmi ayam, meskipun usut punya usut sejarah ramen terinspirasi dari bakmi yang menjadi makanan di China.

Bersumber dari tayangan televisi Jepang dan pengalaman, kuah ramen itu diibaratkan kuah sop. Jadi, ketika mienya sudah habis, kuah ramen bisa dengan nikmat disantap dengan nasi.

BACA JUGA : Sisi Positif Calo Tiket

Tingkat kekentalan atau keaslian kaldu pada kuah ramen sangat krusial. Jika kuah ramen hanya mengandalkan penguat rasa, sudah pasti itu bukan ramen yang enak.

Pada Agustus 2018, saya menyicipi ramen halal di Tokyo. Spesifikasinya adalah ramen kaldu ikan.

Hasilnya, ramen itu disajikan dengan nasi bakar. Jadi, nasi bakar itu akan dicelupkan ke dalam kuah jika mienya sudah habis.

Kuah kaldu ikannya benar-benar asli dan terasa sehingga sangat nikmat disantap dengan nasi.

Kedua, yang bisa membuat ramen enak adalah tingkat kekenyalan mie. Jika kekenyalan mie bersatu dengan kuah kaldu asli yang diolah dengan baik, dua kombinasi itu saja sudah bisa membuat ramen menjadi sangat enak.

Ketiga, yang membuat ramen enak adalah toppingnya. Jika kuah dan mienya sudah enak, tetapi ternyata kombinasi dengan toppingnya tidak cocok bisa merusak rasa.

Pengolahan topping harus dibuat sebaik mungkin agar bisa menyatu dengan kuah dan mie telurnya. Topping daging kerap menjadi perhatian karena kalau salah mengolahnya, daging malah menjadi keras.

Salah satu pilihannya adalah menggunakann daging untuk sukiyaki yang sudah dipotong tipis-tipis. Hal itu bisa meredam risiko daging yang direbus atau dibakar menjadi terlalu keras.

Jika tiga faktor itu bisa disatukan, sudah pasti bakal menjadi ramen yang enak luar biasa.

Jenis-jenis Ramen Jepang

Ketika memasuki rumah makan ramen, kamu bakal disajikan berbagai menu mie yang berbeda. Nah, biar tau apa perbedaannya, kita ulas di sini.

perbedaan antara mie ayam, Ramyun, dan Ramen
Perbedaan antara Mie Ayam, Ramyun, dan Ramen

Ramen

Mie Ramen berbentuk tipis tidak terlalu tebal seperti, bakmi. Konon, Mie Ramen memang mengadopsi makanan dari China tersebut.

Ramen disajikan dengan kuah kaldu gurih ditambah topping dari ayam, daging, dan sebagainya.

Soba

Soba dibuat dari gandum kuda, kalau di Google sih namanya tepung Soba. Warna soba menjadi coklat keabu-abuan karena menggunakan tepung kuda tadi.

Biasanya, makan Mie Soba menggunakan kuah kaldu yang berbahan dasar kecap asin. Kini, Soba juga banyak dimakan kering tanpa kuah layaknya mie goreng.

Soba kering biasanya dicampur dengan daun bawang, ayam atau daging, rebung, dan kremesan gorengan.

Udon

Udon adalah mie sederhana ala Jepang. Mie itu hanya dibuat dari tepung gandum dan air saja sehingga warnanya cenderung putih.

Bentuk Udon cukup tebal-tebal. Biasanya, Udon disajikan dengan kuah kaldu ayam atau ikan, tetapi tidak jarang juga menggunakan kaldu sapi.

Udon dimakan dengan menggunakan toping daun bawang, tempura, dan nasi onigiri. Kuah udon bisa juga disebut sop yang enak disantap dengan nasi.

Shirataki

Mie Jepang yang satu ini bentuknya seperti Soun, teksturnya tipis dan kecil-kecil. Shirataki disebut sangat cocok untuk kalian yang lagi diet.

Mie ini memiliki kandungan kalori dan karbohidrat yang sangat rendah, serta tidak mengandung gluten.

“Gluten adalah protein yang ditemukan pada padi, sereal, dan gandum. Gluten berperan menjaga bentuk makanan. Gluten bisa membuat masalah pencernaan jika terlalu banyak dikonsumsi dalam waktu dekat”

pengertian Gluten

Biasanya, Shirataki dimakan sebagai pendamping Sukiyaki atau Oden.

Somen

Mie Jepang ini memiliki bentuk yang tipis. Biasanya, Somen ini dimakan dalam kondisi dingin. Jika dimakan dalam kondisi hangat biasanya disebut menjadi Nyumen.

Yakisoba

Sebenarnya, Yakisoba adalah mie goreng ‘tek-tek’ versi Jepang. Namun, Yakisoba biasanya dicampur dengan sayuran seperti wortel yang dipotong tipis-tipis.

Mekuru Ramen, Ulasan Kaldu Bebek

Saya sudah dua kali berkunjung ke Mekuru Ramen. Dua kali ke sana, saya baru memesan Ramen kaldu bebek.

Jujur saja, sejauh ini saya baru pernah memakan ramen kaldu ayam, daging, sampai ikan. Jadi, ketika bertemu dengan kaldu bebek rasanya ingin mencoba beberapa kali.

Mekuru Ramen
Ramen Kaldu Bebek habis disantap hampir sampai tetes terakhir. / Foto pribadi

Mekuru Ramen menyajikan Ramen kaldu bebek dengan tambahan jeruk nipis. Saya kurang paham maksudnya, mungkin tujuannya untuk menghilangkan potensi amis dari kaldu Bebek.

Namun, saya icip dengan atau tanpa jeruk nipis, ramen kaldu bebeknya tetap enak.

Lalu, topping menjadi perhatian di sini. Pada kesempata pertama, saya memesan dengan topping ayam.

Kelembutan ayamnya sangat pas dengan kekuatan rasa mie dan kaldunya sehingga sangat enak disantap.

Pada kesempatan kedua, saya cicip ramen kaldu bebek itu dengan topping daging. Mekuru Ramen menyajikannya dengan daging bakar, sayangnya daging itu cukup keras.

Jadi, topping daging itu berlawanan dengan enaknya kaldu bebek dan kegurihan mienya.

Secara overall saya menilai ramen kaldu Bebek di Mekuru ini 8,00. Penilaian itu berdasarkan rasa dengan harga jual.

Ramen kaldu bebek yang saya beli harganya sekitar Rp30.000 dengan porsi yang pas.

Mungkin nanti akan coba diulas untuk menu lainnya seperti, ramen kari maupun ramen kaldu lainnya.

*Saya makan Mekuru Ramen cabang Poris Indah, Tangerang.

Skor untuk Mekuru Ramen : 8,00/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.