Thailand Master 2020 memang tidak diramaikan banyak pemain papan atas dunia, tetapi turnamen Negeri Gajah Putih itu menjadi debut wonderkid ganda putra Indonesia Daniel Marthin/Leo Rolly Carnando di kancah senior. Lalu, apakah hasilnya memberikan gambaran masa depan pemain muda itu yang cerah?

Daniel/Leo yang memulai turnamen lewat babak kualifikasi memang tidak langsung mencapai titik tertinggi di turnamen tersebut. Mereka dikalahkan pasangan Jepang peringkat ke-33 dunia Akira Koga/Taichi Sato dua set langsung 11-21, 11-21.

BACA JUGA: Indonesia Master 2020, Pesta Gelar Pasukan Tuan Rumah

Bermain sejak babak kualifikasi, Daniel/Leo harus berhadapan dengan pasangan tuan rumah Maneepong Jongjit/Krit Tantianankul. Wonderkid Indonesia itu pun lolos ke babak utama Thailand Master 2020 setelah mengalahkan wakil tuan rumah lewat rubber set 22-24, 21-17, 21-18.

DENGERIN JUGA PODCAST: Petjahh, Istora Penuh Riuh Pesta Gelar Indonesia Master 2020

Lolos ke babak utama, Daniel/Leo harus berhadapan dengan wakil sesama Indonesia, yakni Sabar Karyaman/Moh. Reza Pahlevi yang juga bergelut sejak babak kualifikasi.

Hasilnya, Daniel/Leo mampu mengalahkan rekannya sendiri dua set langsung 21-15, 21-19.

Dengan posisi peringkat Daniel/Leo saat ini di level 81, hasil bisa lolos hingga babak kedua mungkin bukan sesuatu yang buruk untuk sebuah debut, meski juga tidak terlalu bagus.

Saya tidak menyebut bukan hasil yang bagus karena memang lawan yang dihadapinya pun bukan pasangan murni sejak lama.

Maneepong/Krit maupun Sabar/Reza bisa dibilang pasangan baru sejak awal 2020. Alhasil, kemenangan yang diperoleh menjadi hal yang wajar.

Berbeda dengan lawan sebelumnya, Daniel/Leo langsung kandas dengan mudah dari pasangan Jepang yang memang sudah berpasangan sejak 2012. Artinya, Daniel/Leo belum mampu memberi kejutan yang berarti di level senior

Setelah Thailand Master ini, belum ada daftar resmi turnamen yang akan dilakoni wonderkid Indonesia tersebut.

Turnamen terdekat setelah ini adalah Badminton Asia Team Championships 2020, Spanyol Master 2020 dan China Master level 100 2020 yang akan digelar pada Februari 2020.

Kemungkinan besar, Leo/Daniel akan singgah di Spanyol ketimbang di China. Alasannya, level turnamen yang lebih tinggi dan bisa sekalian menjajal Jerman Open jika peringkatnya sudah memadai.

Selain Leo/Daniel dan Sabar/Reza, Indonesia juga menurunkan Muhammad Shohibul Fikri/Bahas Maulana. Pasangan Indonesia yang main sejak babak kualifikasi itu sempat menang di babak pertama dari pasangan Kanada Jason Anthony Ho-Shue/Nyi Yakura 21-18, 21-19.

Sayangnya, mereka harus kalah dari pasangan andalan Inggris Marcus Ellis/Chris Langridge dua set langsung 16-21, 19-21.

Di babak final, pasangan Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi menjadi kampiun setelah mengandaskan pasangan China Huang Kai Xiang/Liu Cheng lewat rubber set 18-21, 21-17, 21-17.

Thailand Master 2020, Pemain Pelapis Indonesia Gagal Manfaatkan Momentum

Thailand Master yang sepi pemain bintang menjadi sasaran empuk bagi pemain papan tengah yang ingin mengumpulkan poin. Sayangnya, pemain Indonesia yang turun di sana bisa dibilang gagal total memanfaatkan momentum tersebut.

Di tunggal putra, Indonesia hanya menurunkan satu wakil, yakni Shesar Hiren Rhustavito.

Shesar sempat memberikann kejutan setelah mengandaskan wakil India unggulan kelima Srinkath Kidambi dalam tiga set 12-21, 21-14, 21-11.

Lanjut ke babak kedua, Shesar menang mudah 21-19, 21-15 dari pemain nonunggulan Jepang Koki Watanabe.

Tantangan besar baru datang di babak perempat final, Shesar harus berhadapan dengan unggulan kedua asal China Shi Yu Qi.

Sayangnya, Shesar kalah dua set langsung dari pemain China yang baru mulai comeback dari cederanya itu 19-21, 15-21.

Hasil Thailand Master pun membawa Ng Ka Long Angus, tunggal asal Hong Kong menjadi kampiun setelah mengalahkan pemain senior Jepang Kenta Nishimoto di final. Ng Ka Long Angus yang menjadi unggulan ketiga menang lewat rubber set dari Nishimoto 16-21, 21-13, 21-12.

Kejutan Gregoria yang Belum Tembus Pertahanan Akane

Berbeda dengan tunggal putra, beberapa pemain unggulan masih turut mengikuti Thailand Master 2020. Beberapa unggulan itu antara lain, Akane Yamaguchi, Carolina Marin, dan Ratchanok Intanon.

Akane dan Marin memang tengah mengejar poin untuk menuju Olimpiade setelah sempat mengalami cedera pada tahun lalu, sedangkan Ratchanok mungkin untuk memeriahkan turnamen Negeri Gajah Putih tersebut.

Indonesia pun mengirimkan 3 wakilnya, yakni Fitriani, Gregoria Mariska, dan Ruselli Hartawan.

Fitriani, sang juara bertahan, harus kandas di babak pertama dari Pornpawee Chochuwong 9-21, 16-21.

Lalu, Ruselli kandas dari pemain nonunggulan asal Skotlandia Kirsty Gilmour dua set langsung 20-22, 17-21.

Di sisi lain, Gregoria akhirnya mampu menembus perempat final BWF Tour Series.

Gregoria mengalahkan wakil asal Jerman Yvone Li dua set langsung 21-14, 21-13. Lalu, dia juga mengandaskan wakil tuan rumah Busanan Ongbamrungphan lewat rubber set 14-21, 21-11, 21-10.

Sayangnya, langkah Gregoria terhenti di perempat final dari unggulan pertama asal Jepang, Akane. Gregoria kalah dua set langsung 23-25, 14-21.

Akane pun menasbihkan diri sebagai kampiun setelah mengalahkan wonderkid Korea Selatan An Se Young 21-16, 22-20.

Di ganda putri, Indonesia hanya menurunkan satu wakil yang bermain sejak babak kualifikasi, yakni Anggia Shitta/Della Destiara. Sayangnya, pasangan Indonesia itu langsung kandas di babak awal dari pasangan Hong Kong Ng Tsz Yau/Yuen Sin Ying lewat rubber set 16-21, 21-13, 8-21.

Beberapa pemain ganda putri unggulan seperti Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, Du Yue/Li Yin Hui, sampai Lee So Hee/Shin Seung Chan turut serta di turnamen ini.

Hasilnya, sang ratu ganda putri Chen/Jia yang menjadi juaranya setelah menumbangkan perlawanan pasangan Korea Selatan Baek Ha Na/Jung Kyung Eun 17-21, 21-17, 21-15.

Hafiz/Gloria yang Gagal Manfaatkan Momentum

Sementara itu, di ganda campuran Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja bisa dibilang gagal memanfaatkan momentum untuk meraih gelar. Wakil Indonesia itu harus menyerah rubber set 16-21, 21-13, 16-21 dari pasangan Inggris Marcus Ellis/Lauren Smith.

Thailand Master ini harusnya bisa menjadi momentum Hafiz/Gloria merebut gelar karena sang raja dan ratu ganda campuran dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong absen. Sayangnya, momen final malah dikandaskan oleh pasangan Inggris tersebut.

Selain Hafiz/Gloria, Indonesia memiliki tiga wakil lainnya di ganda campuran Thailand Master. Ketiga pasangan itu adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas, Dejan Ferdinansyah/Serena Kani, dan Adnan Maulana/Mychelle Crhystine.

Rinov/Pitha langsung kandas di babak pertama dari pasangan Denmark yang bermain sejak babak kualifikasi Niclas Nohr/Sara Thygesen.

Dejan/Serena sempat melaju ke babak kedua setelah mengandaskan pasangan Rusia Evgenij Dremin/Evgenia Dimova 21-18, 21-19. Sayangnya, mereka dikandaskan pasangan Malaysia unggulan ke-8 Tan Kian Meng/Lai Pei Jing dua set langsung 15-21, 13-21.

Adnan/Mychelle lebih gemilang lagi, mereka mampu melaju hingga babak perempat final. Pada babak pertama mereka mengalahkan pasangan Belanda Robin Tabeling/Selena Piek 21-17, 21-15.

Lalu, di babak kedua mereka kalahkan pasangan China Feng Yan Zhe/Zhang Shu Xian lewat rubber set 22-20, 19-21, 21-13. Di perempat final, mereka dikandaskan oleh rekan senegaranya Hafiz/Gloria lewat dua set langsung 19-21, 18-21.

Dengan begini, Indonesia kembali pulang tanpa gelar setelah Hafiz/Gloria kandas. Ini adalah kejadian kedua setelah Indonesia pulang tanpa gelar dari Malaysia Master 2020 pada awal tahun ini.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close