TaniHub Group mendonasikan 1.500 kilogram pakan satwa untuk PT Taman Safari Indonesia. Hal itu dilakukan demi meredam dampak Covid-19 ke pemilik kebun binatang di daerah Cisarua Bogor tersebut.

VP of Corporate Services TaniHub Group Astri Purnamasari mengatakan banyak pengelola kebun binatang sudah menutup usahanya beberapa bulan lalu. Pendapatan kebun binatang hanya bersumber dari pengunjung, artinya mungkin saja pihak pengelola memotong anggaran lain demi bisa memberikan makan hewannya.

BACA JUGA: Jangan Buang Makanan Lagi, Kini DamoGo yang Meluncur Di Korea Selatan Sudah Jajal Indonesia

“Jadi, kondisi Covid-19 ini bisa juga berdampak kepada kesejahteraan karyawan kebun binatang dan aspek lainnya,” ujarnya dalam keterangan resmi pada 18 Mei 2020.

Program donasi bernama Sahabat Satwa TaniHub Group dimulai dengan riset langsung kepada pihak kebun binatang. Hasil riset menunjukkan kalau kebun binatang yang dikelola swasta menjadi yang paling terdampak dari penutupan operasional tersebut.

Soalnya, kebun binatang milik swasta tidak mendapatkan pendapatan, serta tidak ada bantuan dana dari anggaran pendapatan belanja daerah seperti kebun binatang yang dikelola pemda.

Untuk itu, TaniHub Group memberikan 200 kilogram daging ayam dan 1.300 kilogram pangan lainnya yang terdiri dari buah dan sayur kepada Taman Safari Indonesia pada 14 Mei 2020.

Direktur TaniSupply Sariyo mengatakan pihaknya juga terbuka untuk masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi. Hal itu sudah dilakukan dalam donasi ke Taman Safari di mana sudah ada peran masyarakt di dalamnya.

“Saat ini, kami sedang mempersiapkan aplikasi Tanihub memiliki fasilitas donasi pangan satwa. Dalam waktu dekat akan kami luncurkan,” ujarnya.

Di sisi lain, President of TaniHub Group Pamitra Wineka mengatakan pihaknya ingin membantu Taman Safari akibat pandemi Covid-19. Tidak ada pendapatan membuat pihaknya khawatir soal keberlangsungan riset dan animal care center yang dimiliki Taman Safari.

“Posisi Taman Safari sangat istimewa karena selain memperkenalkan hewan ke masyarakat, mereka juga melakukan upaya konservasi hewan,” ujarnya.

Bentuk konservasi hewan itu dilakukan dengan cara merawat hewan yang sakit, serta melakukan riset dan breeding. Tujuannya, hewan-hewan itu bisa dilepas kembali ke alam liar.

Pamitra mengatakan pihaknya mendukung segala kegiatan, terutama riset dan pengembangbiakkan hewan di Taman Safari.

“Semoga saja Taman Safari Indonesia bisa bertahan dan menjadi animal conservation and education institution terbaik di Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujarnya.

Dapat Donasi dari TaniHub, Siapa Sih Pendiri Taman Safari Indonesia?

Pendiri Taman Safari adalah Jansen Manansang. Jansen adalah anak dari Hadi Manansang kepala sirkus oriental 1965.

Jansen bercerita keluarganya membangun Oriental Circus Indonesia dan diabadikan dalam buku berjudul Tiga Macan Safari: Kisah Sirkus Ngamen Sebelum Permanen.

“Kami sekeluarga besar memang cinta dengan hewan,” ujarnya seperti dikutip dari Antara.

Keluarga Manansang dalam membangun Oriental Circus Indonesia sempat mengalami masa sulit pada 1970-an. Mereka kesulitan mengelola dan mencari dana untuk menghidupi ratusan ekor satwa.

Dari sini, Hadi bersama tiga anaknya merintis kebun binatang dengan konsep taman safari. Dengan begitu, para satwa bisa merasa hidup di lingkungan yang alami.

Taman Safari Indonesia pun melakukan ekspansi ke beberapa wilayah di Indonesia lainnya seperti, Taman Safari Indonesia II di Jawa Timur, Bali Safari & Marine Park di Gianyar, Batang Dolphin Center, dan Jakarta Aquarium.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles