Waktu Baca3 Menit, 21 Detik

Saham TLKM masih bertahan di kisaran Rp3.000 per saham, meski kinerja kuartal II/2020 mencatatkan penurunan. Di sisi lain, beberapa sekuritas memasang target beli untuk saham PT Telkom (Persero) Tbk. Memang bagaimana prospek saham Telkom di semester II/2020?

Analis Indo Premier Sekuritas Hans Tantio menjadi salah satu analis yang mempertahankan rekomendasi buy untuk saham tersebut. Namun, Hans menurunkan target price menjadi Rp3.600 dibandingkan dengan Rp3.700 yang dipatok sebelumnya.

“Saya prediksi kinerja TLKM akan lebih baik pada semester II/2020. Saat ini, perseroan tengah berupaya meraih lagi pangsa pasarnya,” ujarnya seperti dikutip dari riset Indo Premier.

BACA JUGA: Pesepakbola dengan Gaji Tertinggi, Messi dan Ronaldo Cuan Rp2 triliun

Di sisi lain, risiko saham TLKM adalah perang harga di level operator kecil. Hal ini bisa memengaruhi rencana layanan data baru Telkomsel, anak usaha Telkom.

Perang harga itu telah membuat jumlah pelanggan Telkomsel tergerus. Jumlah itu pun tergerus juga karena aturan pembatasan kepemilikan nomor SIM atau kartu perdana.

Namun, trafik data per ponsel Telkomsel masih naik 44% yakni 7 GB per bulan dengan tingkat rata-rata pendapatan per pengguna di level Rp45.000.

Kinerja Saham TLKM Semester I/2020

Saham TLKM mencatatkan penurunan pendapatan semester I/2020 sebesar 3,58% menjadi Rp66,85 triliun dibandingkan dengan Rp69,34 triliun pada periode sama tahun lalu. Total penurunan pendapatan perseroan senilai Rp3,4 triliun.

Secara rinci, pendapatan perseroan tertekan dari pos telepon yang turun terbesar senilai Rp3,8 triliun menjadi Rp10,45 triliun. Lalu, pos pendapatan lainnya yang mencatatkan penyusutan terbesar kedua sebanyak Rp3,11 triliun menjadi Rp2,24 triliun.

Pendapatan lainnya itu berasal dari call center service, manage service and terminal, e-health, e-payment, dan lainnya.

Kinerja pendapatan saham TLKM masih terselamatkan dari Indihome yang mencatatkan kenaikan senilai Rp1,66 triliun menjadi Rp10,36 triliun. Lalu, penopang kedua terbesar berasal dari pendapatan data internet yang naik Rp1,12 triliun menjadi Rp36,78 triliun.

Dari segi segmen konsumen, TLKM mencatatkan penurunan pendapatan terbesar dari segmen entreprise senilai Rp3,49 triliun menjadi Rp7,7 triliun. Penurunan kedua terbesar berasal dari segmen mobile senilai Rp1,22 triliun menjadi Rp42,3 triliun.

Lalu, segmen konsumer mencatat kenaikan pendapatan senilai Rp1,41 triliun menjadi Rp9,77 triliun.

Dari segi laba bersih, perseroan hanya mencatatkan penurunan sebesar 0,8% menjadi Rp10,98 triliun dibandingkan dengan Rp11,07 triliun pada periode sama tahun lalu.

Penurunan laba bersih lebih tipis ketimbang pendapatan karena perseroan mampu menekan beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi hingga Rp4 triliun menjadi Rp16,22 triliun.

Prospek Saham TLKM

Saham TLKM diprediksi mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 1,37% menjadi Rp133,7 triliun dibandingkan dengan Rp135,56 triliun pada 2019. Laba bersih Telkom pun diprediksi turun 20,62% menjadi Rp21,9 triliun dibandingkan dengan Rp27,59 triliun pada 2019.

Saat ini, price to earning ratio (PER) TLKM berada di level 27,23 kali. Level itu adalah PER terendah TLK sejak 2014. Selaras dengan penurunan laba bersih, PER TLKM diprediksi menjadi 13,62 kali pada akhir tahun.

Namun, PER TLKM bisa dibilang masih cukup tinggi dibandingkan dengan EXCL, satu-satunya emiten telekomunikasi yang masih mencatatkan PER yang positif.

PER EXCL sampai semester I/2020 berada dilevel 17,81 kali. Di sisi lain, ISAT dan FREN kompak mencatat PER negatif masing-masing -39,26 kali dan -18,72 kali.

Lalu, sepanjang Agustus 2020, ada 20 lembaga yang memberikan rekomendasi untuk Telkom. Hanya 2 dari 20 lembaga itu yang tidak memberikan rekomendasi beli.

DBS Bank memberikan rekomendasi hold dengan target harga Rp2.900 per saham. Lalu, Trimegah Securities memasang target neutral dengan target harga Rp3.150 per saham.

Dalam rekomendasi saham, hold berarti saran untuk menahan atau tidak menjual saham dengan alasan masih murah dan belum saatnya ambil untung.

Untuk Neutral artinya tidak memberikan saran khusus terhadap saham tersebut.

Adapun, 18 lembaga yang rekomendasi beli saham Telkom mematok target harga di kisaran Rp3.600 sampai Rp4.960 per saham.

Sampai jelang penutupan pasar sesi I pada 19 Agustus 2020, harga saham TLKM mencatatkan penurunan sebesar 1,31% menjadi Rp3.010 per saham.

Kalian tertarik borong saham TLKM?

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles