Saham HM Sampoerna ditutup turun 4,7% menjadi Rp1.520 per saham pada perdagangan Senin 4 Mei 2020. Salah satu sentimen negatifnya adalah ketika pegawai emiten berkode HMSP itu terbukti positif Covid-19.

Gara-gara itu, HM Sampoerna memutuskan untuk menghentikan sementara produksi di pabrik Rungkut 2, Surabaya, Jawa Timur, sejak 27 April 2020 hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

BACA JUGA: Hati-hati Tawaran Hadiah Nabung Saham Antah Berantah

Dikutip dari Bisnis.com, , produk rokok Sampoerna yang dijajakan pun dikarantina selama lima hari sebelum didistribusikan.

Namun, anjloknya saham HM Sampoerna bukan hanya soal kasus ratusan pegawai positif Covid-19, tetapi juga momen taking profit.

Bahkan, harga saham HM Sampoerna diprediksi bisa terus melemah ke level Rp1.400 per saham. Namun, ada juga yang rekomendasikan untuk hold hingga target harga Rp1.700 pr saham.

Di Luar Saham HM Sampoerna, Nasib PGAS Juga Tertatih-tatih

Harga saham PGAS ditutup melemah 4,09% menjadi Rp820 per saham pada perdagangan Senin 4 Mei 2020. Nasib PGAS pada kuartal II/2020 pun diprediksi menantang karena kebijakan harga gas oleh kementerian ESDM.

Dikutip dari Bisnis.com, analis Kresna Securities Timothy Gracianov menjelaskan kinerja kuartal I/2020 PGAS memang lebih baik, tetapi hal itu hanya bertahan sementara. Pada kuartal II/2020 penerapan aturan baru kementerian ESDM bisa berdampak terhadap pendapatan distribusi gas sebanyak309 bbtud.

Pendapatan PGAS diperoleh dari penjualan gas senilai US$693,4 juta dan penjualan minyak serta gas US$76 juta, serta transmisi migas US$70,4 juta.

Adapun, rekomendasi untuk PGAS adalah buy dengan target harga Rp1.500 per saham.

Belanja Modal Seret, ISAT Lewatkan Momentum WFH?

Realisasi belanja modal Indosat alias ISAT pada kuartal I/2020 hanya Rp634 miliar. Angka itu jauh lebih rendah dibandingkan dengan kuartal I/2019 yang senilai Rp2 triliun.

Dikutip dari Bisnis.com, ISAT disebut sempat kehilangan beberapa pelanggannya karena menghentikan paket unlimited. Namun, langkah itu dinilai menjadi proses bisnis keberlanjutan ke depannya karena menjauhi perang tarif data.

Di tengah kehilangan pelanggan, ISAT mencatatkan penetrasi ponsel pintar yang naik. Hal itu bisa mengompensasi trafik data dari pelanggan yang hilang.

Harga saham ISAT bergerak stagnan di level Rp2.150 per saham pada perdagangan Senin 4 Mei 2020.

Rencana Akuisisi LINK oleh IPTV Mentok?

Rencana MNC Vision Network alias IPTV untuk akuisisi PT Link Net Tbk. sempat menjadi kehebohan besar. Sayangnya, rencana itu masih belum teralisasi gara-gara mentok tidak menemui kesepakatan.

First Media (KBLV) meneken kesepakatan dengan IPTV pada 28 November 2019 terkait akuisisi LINK. Dalam kesepakatan itu, maksimal kesepakatan akuisisi 6 bulan setelah penandatangan kesepakatan awal.

LINK adalah penyedia jasa layanan internet broadband. Perseroan bekerja sama dengan PT First Media Television dalam menyediakan jasa televisi berlangganan dan layanan bagi pelanggan korporasi dengan label First Media Business.

Harga saham IPTV pun bergerak stagnan di level Rp388 per saham pada perdagangan Senin 4 Mei 2020. Sayangnya, nasib saham LINK malah amblas 4,32% menjadi Rp2.660 per saham.

Begitu juga dengan saham KBLV yang turun 5,71% menjadi Rp330 per saham.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles