Lee Chong Wei muncul dalam film biografinya yang dibuat pada 2018, Berkisah awal seorang anak bertanya kepadanya bagaimana caranya untuk bisa menjadi pemain hebat seperti dirinya.

Olimpiade 1992 di Barcelona seolah menjadi titik balik para pemain bintang era 1990-an dan 2000-an. Olimpiade 1992 bisa dibilang sangat spesial karena menjadi awal bulu tangkis mulai dipertandingan di gelaran multi event paling bergengsi di dunia.

Indonesia juga bakal meluncurkan film Susi Susanti yang memiliki latar cerita berawal dari Olimpiade 1992. Begitu juga dengan film Lee Chong Wei yang menceritakan kisahnya berawal dari Chong Wei muda yang menyaksikan Olimpiade 1992 lewat televisi sebuah kedai.

BACA JUGA : Kisah Kartu Kredit dari Bisa Buat Bisnis hingga Bikin Kehilangan Segalanya

Saat itu, Malaysia memiliki satu wakil dari ganda putra yakni, Razif Sidek/Jalani Sidek. Pasangan itu melaju hingga semifinal Olimpiade 1992.

Pada semifinal, Sidek bersaudara itu harus berhadapan dengan pasangan Korea Selatan Kim Moon-Soo/Park Joo-bong. Sayangnya, wakil Malaysia itu kalah 11-15, 13-15.

Di dunia nyata, pasangan Korea Selatan itu pun meraih emas setelah mengandaskan pasangan Indonesia Eddy Hartono/Rudy Gunawan 11-15, 7-15.

Chong Wei muda sangat memiliki ketertarikan dengan bulu tangkis, tetapi ayahnya sangat tidak mengizinkannya. Selain itu, Chong Wei dikisahkan memang sudah memiliki bakat terpendam yang bisa mencuat kalau dilatih.

Sampai, salah satu pemilik pelatihan bulu tangkis dekat rumahnya sangat tertarik untuk melatih Chong Wei. Bakatnya dilirik setelah Chong Wei muda diam-diam ikut turnamen di sana.

Alasan Ayah Lee Chong Wei Benci Bulu Tangkis

Namun, ayah Chong Wei menjadi penghalang besar untuk karir awal bulu tangkisnya. Sampai-sampai raket baru yang didapatkannya dari toko peralatan olah raga dekat rumahnya dirusak oleh ayahnya.

https://www.youtube.com/watch?v=6opQrxlnFog

Mengapa ayah Chong Wei bisa begitu membenci bulu tangkis?

Semua itu terkuak ketika Chong Wei muda ikut pertandingan bulu tangkis bawah tanah.

Chong Wei sempat ditipu oleh seorang penjudi di sana. Dia yang melihat kemampuan Chong Wei langsung bertaruh kalau sang legenda Malaysia itu bisa mengalahkan setiap lawannya di sana,

Upah Chong Wei hanya sebuah piala kecil. Namun, hal itu sudah begitu membuatnya girang hingga berkali-kali datang ke bulu tangkis bawah tanah tersebut.

Sampai, ayahnya mengetahui Chong Wei bermain di sana. Dia benar-benar mengamuk dan datang ke sana.

Ternyata ayah Chong Wei kenal dengan pemilik turnamen bulu tangkis ilegal untuk perjudian tersebut. Bahkan, ayah Chong Wei sempat menjadi pemain andalan di sana.

Namun, ayah dan ibu Chong Wei meminta mereka melepaskan anaknya dari permainan judi tersebut. Sayangnya, sang empunya tempat tidak ingin melepaskan begitu saja.

Dia mensyaratkan, Chong Wei bisa dilepaskan kalau mereka [ayahnya dan Chong Wei] bisa menang melawan pebulutangkis di sana.

Mereka pun mengiyakannya, hasilnya, Chong Wei dan ayahnya menang.

Tidak Suka Latihan Fisik

Setelah kejadian turnamen bulu tangkis ilegal, pintu Chong Wei untuk berkarir di dunia bulu tangkis terbuka lebar.

Sempat gagal masuk pelatnas Malaysia karena tinggi badan, Chong Wei akhirnya berhasil menuju tim nasional Negeri Jiran.

Misbun Sidek menjadi salah satu yang setuju membawa Chong Wei untuk ke pelatnas Malaysia.

Namun, ada satu hal menarik dari sang legenda, ternyata Chong Wei tidak terlalu suka latihan fisik.

Ketika masih ada di pelatihan bulu tangkis dekat rumahnya, dia suka mengakali agar tidak latihan fisik terlalu keras.

Sayangnya, hal itu tidak bisa diulang ketika dia berada di pelatnas.

Selain menceritakan diri Lee Chong Wei, film berjudul Rise of The Legend itu juga mengisahkan istrinya Wong Mew Choo dan pesaing terberatnya hingga saat ini Lin Dan.

Lalu, ada juga tentang keras kepalanya Misbun Sidek mempertahankan Chong Wei di pelatnas hingga dia mundur dari kursi kepelatihan.

Secara keseluruhan kisah film ini cukup menarik bagi para pecinta bulu tangkis. Namun, dari segi alur cerita film tidak ada yang spesial atau terkesan biasa saja.

Bahkan, mayoritas cerita film bercerita tentang konflik keluarga dan sahabat Chong Wei.

Bisa menjadi pilihan film keluarga saat libur lebaran nanti. Film ini juga membawa pesan, jalan menjadi legenda tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Nah, tahun ini, kita tunggu saja film Susi Susanti ya Badminton Lovers.

Skor Film Lee Chong Wei : Rise of The Legend : 7,1/10

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close