Penginapan di Bali ini memiliki gaya Bohemian yakni, tren hippies yang berasal dari 1960-an sampai 1970-an. Sesuai namanya juga sih, BoHo Bingin Beach, BoHo adalah singkatan dari Bohemian.

Kisah hingga sampai ke BoHo ini bermula dari mencari tempat berbulan madu yang cocok. Pilihannya dari Batam, Singapura, Malaysia, Perjalanan keliling Asean dengan kereta, Bandung, Yogyakarta, sampai Bali.

Batam sempat menjadi pilihan karena dekat dengan pesta pernikahan yang diadakan di Pekanbaru. Hotel Harris di Batam sempat menjadi pilihan.

Namun, ada banyak pertentangan dengan apa saja yang bisa dilakukan di sana. Ada pilihan ‘nyebrang’ ke Singapura, tetapi saya menilai tidak ada daya tarik yang kuat untuk jalan-jalan ke Negeri Singa.

Penginapan di Bali
Salah satu tampak luar BoHo Bingin Beach di Uluwatu, Bali

Dash Box Hotel Cyberjaya, Selangor, Malaysia, juga sempat menjadi pilihan. Namun, suasana Negeri Jiran tidak mampu mengalahkan Pulau Dewata.

Apalagi, istri juga belum pernah ke Bali. Saya sendiri belum pernah ke Pulau Dewata dengan tujuan liburan.

Setelah berdiskusi panjang untuk memilih antara Tanjung Benoa, Kuta, Ubud, sampai Uluwatu. Daerah terakhir diputuskan menjadi pilihan, dua penginapan pun dipilih untuk bermalam di sana. Salah satunya, BoHo Bingin Beach tersebut.

Kenapa harus memilih dua penginapan? alasannya takut enggak ‘pewe’ sekalian jajal suasan baru dalam waktu liburan yang sempit itu juga.

Saya masih ingat, ketika sampai di sana, resepsionisnya bertanya dari mana kami bisa mendapatkan informasi tentang BoHo. Tampaknya, sangat jarang turis domestik yang memang menginap di sana.

Penginapan BoHo dipilih setelah istri saya melakukan riset panjang penginapan yang menarik. Selain itu, kami memang mencari tempat yang sunyi dan tenang dari hiruk pikuk keramaian.

Alhasil, ketemulah dengan salah satu penginapan bergaya Bohemian tersebut.

Penginapan di Bali ala Bohemian yang ‘Pewe’ Buat Menikmati Buku

Cukup sulit mencari posisi Bingin Beach Hotel yang berlokasi di Uluwatu. Pasalnya, dia berada di dalam gang kecil. Perlu bertanya dengan orang sekitar untuk bisa menemukan lokasinya.

Soalnya, arah yang diberikan oleh Google maps agak ‘ngaco’.

Sesampai di gerbang BoHo, kami disambut oleh pegawainya yang ramah. Ketika sedang mengurus check in, ada sosok bule yang sedang sibuk di meja resepsionis.

Awalnya, saya pikir dia adalah salah satu tamu di sana. Pasalnya, mayoritas turis di Uluwatu adalah turis asing.

BACA JUGA : Korban Politik di Media Sosial

Ternyata, dia bukan tamu di hotel itu, melainkan salah satu pemilik hotel.

Kami datang memang cukup pagi, alhasil kamar masih dalam proses pembersihan. Mereka pun dengan senang hati mempercepat proses check in.

Sambil menunggu proses pembersihan kamar, kami diberikan beberapa pilihan jus sebagai welcoming drinks.

salah satu ruang membaca yang tersedia di BoHo Bingin Beach Hotel, Uluwatu

Kesan pertama melihat suasana BoHo Bingin Beach Hotel adalah sunyi dan tenang. Bagian belakang penginapan di Bali ini adalah hutan, suara-suara burung atau kera kerap terdengar.

Saya pun langsung berimajinasi kalau tempat ini paling enak untuk membaca buku. Sayangnya, saya tidak membawa buku sama sekali.

BoHo Bingin Beach Hotel juga memiliki ruang baca terbuka yang didesain nyaman untuk pengunjungnya. Selain itu, penginapan di Bali itu juga menyediakan beberapa koleksi buku.

Mayoritas koleksi buku di hotel ini berbahasa asing. Sesuai dengan kebanyakan pengunjung yang menginap di sana.

Selain ruang baca terbuka, penginapan itu juga menyediakan kolam renang.

Kamar Tanpa Hiburan Elektronik

Saya memesan kamar standar senilai Rp1,55 juta semalam. Namun, saya beruntung diberikan kelas deluxe dengan harga standar. Seharusnya, harga kelas kamar Deluxe itu senilai Rp1,9 juta.

Kamar yang didapatkan pun memiliki balkon pribadi yang besar. Sofa besar menjadi pelengkap balkon pribadi tersebut.

penginapan di bali
Kamar di BoHo Bingin Beach

Jadi, kita bisa duduk sambil menikmati pemandangan hutan [mereka sebutnya garden sih]. Kalau saya berimajinasi, enak pula membaca buku di balkon itu, cuacanya juga lumayan sejuk kalau pagi.

Menariknya, kamar ini tidak memiliki televisi [Situs resminya menyebutkan, kini BoHo sudah menyediakan fasilitas televisi]. Lalu, kamar mandinya tepat di belakang tempat tidur tanpa ruangan tersendiri dan pintu.

Meskipun begitu, Boho masih menyediakan AC sebagai pendingin ruangan. Selain itu, ada kulkas juga yang bisa dipakai untuk menyimpan minuman atau makanan ringan.

BoHo menggunakan AC watt rendah dan pencahayaan LED 100% sebagai tanda ramah lingkungan.

Untuk sarapan pagi, saya mendapatkan makanan pembuka, utama, dan penutup, serta minuman. Pilihannya, dari salad, omelet, bubur oats, dan makanan yang tidak terlalu berat lainnya.

penginapan di bali
Pemandangan balkon yang saya sebut hutan, tapi pihak hotel bilangnya garden. Dari sana kerap muncul suara kera atau burung bak di hutan.

Mayoritas makanan di sini adalah sayuran dan organik. Seperti, tertulis dalam situs resminya, mereka menonjolkan makanan vegan dan organik.

Ketika sarapan, suasananya benar-benar seperti di negara lain saja. Pasalnya, teman makan semuanya turis asing dan yang melayani juga beberapa orang asing.

Kelebihan dan Kekurangan

Secara keseluruhan, pelayanan BoHo Bingin Beach ini sangat baik dan ramah.

Bahkan, mereka menyanyangkan saya tidak bilang ‘nginap’ di sana dalam rangka bulan madu. Konon, kalau saya bilang, mereka akan menyiapkan makan malam romantis gitu.

penginapan di bali
Sajian sarapan di meja besar, jadi makan bersama tamu lainnya bak keluarga besar

Lalu, sarapannya memang tidak menggunakan skema buffet, tetapi memesan menu pilihan. Namun, skema itu membuat porsi sarapan lebih tertata dan tetap mengenyangkan. Jadi, potensi makanan terbuang sangat kecil.

Padahal, saya cuma makan telur, buah, dan jus. Biasanya, kalau enggak makan nasi bakal kelaparan lagi.

Selain itu, skema sarapannya juga tidak dengan kursi terpisah antar tamu. BoHo menyediakan meja besar sehingga para tamu makan bersama bak keluarga.

Motto dari penginapan ini kalau enggak salah menikmati hotel serasa di rumah dan keluarga sendiri. Jadi,

Sayangnya, saya menilai harga penginapan itu masih terlalu mahal, tetapi ini dari sudut pandang pribadi.

Mungkin saja, harga itu bisa disebut murah dan terjangkau jika melihat segmen pasar yang mereka incar dan posisi penginapan.

Selain itu, jika kamu tertarik menginap di sini, sangat disarankan untuk menyewa motor karena jarak ke jalan raya lumayan jauh. Lalu, tidak ada angkutan umum yang bisa mengantarmu ke mana saja.

Walaupun begitu, banyak sih bule yang milih jalan kaki. Saya yang suka jalan kaki aja mikir beberapa kali untuk berjalan ke jalan raya. Soalnya, banyak anjing juga di sana.

Beberapa bule yang jalan kaki itu tampaknya tidak mendapatkan motor sewaan. Permintaan motor sewaan di sana cukup tinggi dibandingkan dengan ketersediaan.

Harga sewa motor di sekitar area BoHo itu rata-rata Rp50.000 sehari penuh.

Skor untuk BoHo Bingin Beach : 8,1/10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.