Views 0
Waktu Baca2 Menit, 49 Detik

Patrick Walujo bersama Jerry Ng dan kawan-kawannya di BTPN membuat nama Bank Artos melejit menuju ke langit ke tujuh.

Harga saham Bank Artos melejit 24,77% dalam sehari menjadi Rp2.770 per saham pada perdagangan Jumat 27 Desember 2019. Apakah ini ada hubungannya dengan rencana Bank Gojek dari pemegang saham anyar Bank Artos atau sekadar gorengan kolestrol?

BACA JUGA: Analisis Peluang Patrick Walujo dan Jerry Ng Jadikan Bank Artos Menjadi GoBank Alias Bank Gojek

Dalam tulisan sebelumnya, saya memperkirakan Bank Artos tidak akan menjadi Bank Gojek. Alasannya, biaya investasi untuk menjadi Bank Artos menjadi Bank Gojek sangat sulit.

Pertama, minimal Bank Artos harus menjadi bank umum kegiatan usaha (BUKU) II dengan modal inti minimum Rp1 triliun. Saat ini, modal inti Bank Artos saja tidak sampai Rp100 miliar alias di bawah ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.

PODCAST: Seberapa Kuat Skuad PBSI 2020 Menghadapi Persaingan Lawan China, Jepang, dan Korea Selatan?

Kedua, jika pun sudah menjadi Bank BUKU II dengan suntikan dana sekitar Rp1,5 triliun sampai Rp2 triliun, Bank Artos pastinya bakal kesulitan bersaing. Pasalnya, ekspansi bank tergantung besaran modal inti yang dimilikinya, meskipun ada dukungan dari partner seperti, Gojek.

Untuk itu, minimal Bank Artos bisa naik ke Bank BUKU III dengan modal inti antara Rp5 triliun sampai Rp30 triliun. Itu pun bakal sulit juga untuk bersaing karena mayoritas industri bank ada di tangan 6 bank BUKU IV, yakni Bank Mandiri, BRI, BCA, BNI, Bank Niaga, dan Bank Panin.

Ditambah, Bank Danamon siap menjadi bank BUKU IV ketujuh. Artinya, sangat sulit merebut pangsa pasar bank yang dikuasai ketujuh bank kasta tertinggi tersebut.

Untuk itu, saya prediksi keberadaan Patrick Walujo selaku co-founder Northstar yang merupakan investor awal Gojek hanya investasi. Ujung-ujungnya, Bank Artos akan menjadi bank segmen UMKM dengan orientasi digital.

Keuntungan Patrick Walujo

Patrick Walujo lewat Wealth Track Technology membeli 161,03 juta lembar saham Bank Artos di harga Rp395 per saham. Artinya, dia menggelontorkan sekitar Rp63,6 miliar.

Nah, jika dihitung dengan harga saham Bank Artos saat ini, artinya Patrick memiliki simpanan uang senilai Rp446,06 miliar. Nilai itu naik 601,26% dibandingkan dengan nilai saat dia membeli saham Bank Artos.

Lantas, apakah itu bisa langsung dijualnya kembali? tentu saja tidak, siapa pula yang mau membeli saham yang mengalami kerugian dalam 5 tahun terakhir termasuk kuartal III/2019 kemarin.

Lalu, rasio kredit bermasalah kotornya pun masih di atas 8%. Artinya, pemegang saham butuh menggelontorkan dana segar untuk bisa kembali menyehatkan sang bank agar laku dijual.

Status Bank Artos yang cuman bank BUKU I membuat nilai penyelesaian kredit bermasalah tidak akan sebesar saat Bank Mandiri terjerat kredit macet. Seperti yang saya bilang di awal tadi, pemegang saham mungkin cukup menggelontorkan Rp1,5 triliun untuk menaikkan kelas Bank Artos sekaligus menyelesaikan kredit bermasalahnya.

Apakah nilai itu kecil? mungkin saja jika melihat status Patrick Walujo memiliki hubungan dengan Theodore P. Rachmat yang merupakan orang terkaya ke-18 di Indonesia.

Berdasarkan data Forbes teranyar, kekayaan T.P Rachmat saat ini sekitar US$1,7 miliar atau sekitar Rp23,8 triliun.

Namun, gelontoran dana segar itu pastinya dilakukan secara bertahap. Mungkin Bank Artos membutuhkan waktu hingga 2 sampai 3 tahun untuk kembali sehat.

Lalu, Bank Artos butuh waktu sekitar 5 – 8 tahun hingga menarik dijual kembali.

Kemudian, akankah harga saham Bank Artos akan terus melejit ke depannya? saran saya sih kalau ada yang sudah cuan di sana, meski cuma 5% lebih baik cabut segera sebelum terlambat.

0 0
Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles