Malaysia Master 2020 menjadi awal yang buruk bagi Indonesia setelah tidak memiliki wakil di babak final. Hasil ini mengulang momentum pada Malaysia Master 2015 di mana tidak ada wakil Indonesia yang menjadi kampiun di turnamen level 500 tersebut.

Indonesia memiliki empat wakil di semifinal Malaysia Master 2020, yakni Greysia Polii/Apriyani Rahayu, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Rian Ardianto, dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Sayangnya, keempat wakil itu kandas di semifinal oleh lawan-lawannya.

BACA JUGA: Lee Cheuk You yang Ingin Temani Ng Ka Long Anngus ke Olimpiade

Greysia/Apriyani harus kalah dari ganda China peringkat 10 dunia Li Wen Mei/Zheng Yu lewat rubber set 19-21, 21-18, 19-21 selama 1 jam 25 menit.

Lalu, ganda campuran Indonesia Hafiz/Gloria juga kandas oleh wakil China peringkat 1 dunia Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dua set langsung 21-13, 21-12 dalam 28 menit.

The Daddies, Ahsan/Hendra juga gagal mengandaskan pasangan China Li Jun Hui/Liu Yu Chen setelah bermain rubber 20-22, 21-19, 22-24 selama 1 jam.

Harapan terakhir Indonesia, Fajar/Rian juga kandas dari pasangan Korea Selatan Kim Gi Jung/Lee Yong Dae lewat rubber set 21-14, 19-21, 15-21.

Daftar Pemain Indonesia yang Gagal Total di Malaysia Master 2020

Sektor tunggal putra Indonesia memiliki empat wakil di Malaysia Master 2020. Namun, dari empat wakil itu tidak ada yang mampu lolos hingga semifinal.

Malah, 3 dari 4 wakil Indonesia langsung tumbang di babak pertama.

Anthony Sinisuka Ginting unggulan ke-8 harus kalah dari pemain China Huang Yu Xiang yang berada di peringkat ke-27 dunia dua set langsung 16-21, 20-22.

Pemain senior Indonesia Tommy Sugiarto juga tak berdaya menghadapi tunggal Denmark Viktor Axelsen dengan kalah dua set langsung 13-21, 8-21.

Lalu, Shesar Hiren Rhustavito juga tidak berdaya lawan tunggal Hong Kong Lee Cheuk Yiu dua set langsung 18-21, 16-21.

Hanya Jonatan Christie yang mampu tembus perempat final. Namun, langkah Jojo harus terhenti di tangan tunggal Hong Kong Ng Ka Long Angus 21-15, 12-21, 18-21.

Tunggal Putri yang masih Lunglai

Tiga wakil Indonesia di tunggal putri pun tidak mampu bicara lebih di Malaysia Master 2020. Dua dari tiga wakil juga harus kalah di babak pertama.

Fitriani harus mengakui keunggulan tunggal China peringkat ke-23 dunia Cai Yan Yan dua set langsung 10-21, 12-21. Gregoria Mariska pun masih belum bisa pecah telor melawan tunggal Thailand Ratchanok Intanon setelah kalah rubber set 24-22, 19-21, 15-21.

Ruselli Hartawan yang melaju sejak babak kualifikasi lebih beruntung. Ruselli mampu melaju hingga babak kedua, tetapi langkahnya dihadang oleh unggulan ke-7 He Bing Jiao. Ruselli kalah dua set langsung dari He Bing Jiao 13-21, 17-21.

Ganda Putra Ambyar

Setelah melihat drawing, ada harapan untuk lahirnya All Indonesian Final di Malaysia Master 2020. Namun, rencana itu kandas setelah dua wakil yang melaju ke semifinal Ahsan/Hendra dan Fajar/Rian harus kalah.

Indonesia memiliki empat wakil di Malaysia Master 2020, yakni Marcus Gideon/Kevin Sanjaya, Fajar/Rian, Wahyu Nayaka/Ade Yusuf, dan Ahsan Hendra.

Hanya Wahyu/Ade yang langsung gagal di babak pertama setelah dikandaskan unggulan ke-4 asal Jepang Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dua set langsung 10-21, 19-21.

Lalu, Minions, julukan Kevin/Marcus harus kandas di babak perempat final dari rekan senegaranya Fajar/Rian lewat rubber set 19-21, 21-17, 21-23.

Adapun, kekalahan total ganda putra Indonesia di Malaysia Master 2020 membuat tidak bisa melanjutkan rekor juara selama empat tahun berturut-turut.

Ganda Putri masih Kentang

Indonesia hanya mengirimkan dua wakil di Malaysia Master 2020, yakni Greysia/Apriyani dan Siti Fadia/Ribka Sugiarto. Sayangnya, hanya Greysia/Apriyani yang mampu tembus hingga semifinal.

Siti/Ribka yang main sejak babak kualifikasi harus langsung kalah dari pasangan China Li Wen Mei/Zheng Yu lewat tiga set 14-21, 21-10, 21-19.

Di sisi lain, Indonesia memang tengah merestrukturisasi posisi ganda putri. Terutama, untuk mencari pelapis Greysia/Apriyani yang sepadan.

Ganda Campuran, Praveen/Melati yang Gagal Total

Indonesia diwakili oleh empat wakil ganda campuran, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas, Praveen Jordan/Melati Daeva, Hafiz/Gloria, dan Ricky Karanda/Pia Zebadiah.

Dua dari empat pasangan itu langsung kandas di babak pertama. Rinov/Pitha harus kalah dari pasangan Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun 18-21, 21-16, 18-21.

Lalu, Praveen/Melati secara mengejutkan kalah dari pasangan tuan rumah yang bermain sejak babak kualifikasi Man Wei Chong/Tan Pearly Koong Le 18-21, 13-21.

Di sisi lain, Ricky/Pia hanya melaju hingga babak kedua setelah dikandaskan unggulan kedua asal China Wanng Yi Lyu/Huang Dong Ping dua set langsung 13-21, 23-25.

Malaysia Master 2020, Catatan Hari ke-1

Hari pertama Malaysia Master 2020, BWF menyorot kepada dua pasang pemain, yakni Greysia/Apriyani dan pemain ganda putra Malaysia Ong Yew Sin/Teo Ee Yi.

Di babak pertama, Greysia/Apriyani akhirnya mampu menang setelah merebut dua match point pada set ketiga melawan pasangan Korea Selatan Jung Kyung Eun/Baek Ha Na. Pasangan Indonesia yang kini berada di peringkat ke-8 dunia itu menang 21-17, 20-22, 23-21.

Greysia mengatakan dia bersama pasangannya terus berupaya bangkit dari peformanya yang mengalami pasang surut sepanjang 2019.

“Kami ingin kembali ke peringkat tertinggi,” ujarnya seperti dikutip dari BWF.

Greysia/Apriyani pun ingin meningkatkan kepercayaan dirinya pada tahun ini.

“Lawan kami itu [Jung Kyung Eun/Baek Ha Na] memiliki beberapa gelar bagus pada tahun lalu. Kami senang bisa mengalahkannya dan bisa meningkatkan kepercayaan diri kami,” ujar Greysia.

Nah, dari Malaysia, ganda putra Ong Yew Sin/Teo Ee Yi mampu meraih kemenangan pertama setelah mengalahkan juara Thailand Open 2019 Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty lewat rubber set 21-15, 18-21, 21-15.

Setelah menang pada set pertama, Ong/Teo sempat kehilangan arah di set kedua setelah Rankireddy/Shetty melakukan inisiatif serangan.

Di set ketiga, Ong/Teo mengubah pola permain dengan membuat lawannya lebih banyak bergerak sehingga bisa meraih kemenangan. Ong/Teo adalah pemain profesional Malaysia alias tidak masuk dalam pelatnas BAM [Badminton Association of Malaysia].

Teo mengaku sangat senang mendengar dukungan dari para pendukungnya di Malaysia.

“Kami bersama mereka [pendukung] sehingga tidak merasa ada tekanan apapun,” ujarnya.

Laju Ong/Teo di Malaysia Master kali ini memang sempat mengejutkan setelah kalahkan unggulan ke-8 asal China Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong 13-21, 18-21 di babak kedua.

Sayangnya, mereka harus kandas di babak perempat final dari pasangan Korea Selatan Kim Gi Jung/Lee Yong Dae 21-19, 15-21, 20-22.

Hari Ke-2, Kisah Indah untuk Wakil Tuan Rumah

Beberapa wakil tuan rumah memberikan kejutan setelah mengalahkan unggulan di babak pertama. Kedua wakil itu adalah Lee Zii Jia dan Chong Wei Man/Pearly Tan.

Lee akhirnya pecah telor melawan tunggal Denmark Anders Antonsen setelah menang lewat rubber set 14-21, 21-15, 21-8. Sebelumnya, dalam 3 pertemuan terakhir, Lee selalu kalah dari Antonsen.

Antonsen mengaku terkejut dengan apa yang terjadi di babak pertama Malaysia Master.

“Saya pikir Lee bermain lebih baik di set kedua. Lalu, saya tidak memiliki ritme karena ini turnamen pertama tahun ini. Semoga saya bisa lebih baik di Indonesia Master 2020,” ujarnya.

Pasangan junior Malaysia Chong/Pearly memberikan kejutan setelah mampu mengalahkan pemain ganda campuran 10 besar dunia Praveen/Melati.

Pearly mengaku kaget dengan hasil itu. Bahkan, mereka sempat gugup sebelum pertandingan dimulai.

“Namun, saat mulai bermain, perasaan gugup itu hilang. Saya pikir komunikasi memainkan peran penting dalam kemenangan ini. Mereka [Praveen/Melati] juga membuat beberapa kesalahan sendiri di depan net,” ujarnya.

Chong pun mengakui Malaysia Master ini adalah turnamen level 500 pertama mereka. “Pencapaian lolos dari babak pertama ini adalah salah satu hasil yang luar biasa,” ujarnya.

Sayangnya, laju Chong/Pearly harus kandas di babak kedua oleh wakil Indonesia lainnya, yakni Hafiz/Gloria lewat dua set langsung 12-21, 14-21.

Hari ke-3 Chen Qing Chen/ Jia Yifan dan Ratchanok Intanon Hancur Lebur

Pemegang gelar ratu ganda putri dunia Chen Qing Chen/Jia Yifan harus kandas di tangan pasangan Jepang peringkat ke-13 dunia Nami Matsuyama/Chiharu Shida dua set langsung 15-21, 12-21.

Jia mengatakan pertandingan kali ini adalah pertemuan pertama dengan pasangan Jepang tersebut. Dia pun membantah kalau tengah mengalami cedera paha sehingga harus kalah di babak pertama Malaysia Master.

“Mereka muda dan agresif, kami tidak terbiasa dengan gaya mereka. Kami masih cukup lelah setelah turnamen yang panjang sepanjang 2019 dan belum menemukan peforma apik lagi saat ini,” ujarnya.

Tak hanya Chen/Jia yang kandas dari pasangan muda. Ratchanok Intanon yang berstatus peringkat ke-5 dunia harus kandas dari pemain muda China Wang Zhi Yi lewat rubber set 21-19, 11-21, 20-22. Saat ini Wang Zhi Yi menduduki peringkat ke-21 dunia.

Wang mengaku sangat senang dengan kemenangan atas Ratchanok. Apalagi, Malaysia Master ini adalah turnamen level 500 pertamanya.

“Saya selalu berharap bisa bermain dengan pemain level tinggi. Tidak masalah jika saya menang atau kalah,” ujarnya.

Hari ke-4, Asa Lee Zii Jia yang Pupus di Tangan Momota

Sejak Lee Chong Wei memutuskan pensiun, Malaysia seolah harus puasa gelar. Namun, asa gelar di kandang sendiri mulai tampak setelah Lee Zii Jia mampu sampai semifinal Malaysia Master 2020.

Harapan pada tangan Lee mulai nampak setelah pemain Malaysia itu mampu mengalahkan unggulan ketujuh asal China Shi Yu Qi lewat rubber set 12-21, 21-16, 21-19. Hasil itu membuat Lee mencatatkan rekor semifinal pertamanya di Malaysia.

Namun, kemenangan Lee ditanggapi dingin dirinya sendiri.

Lee menilai Shi Yu Qi tidak dalam kondisi terbaiknya. Hal itu tampak dari setiap pergerakan yang diambil pemain China tersebut.

“Namun, dia tetap hebat hingga saya sulit memenangi set pertama. Untungnya, saya menemukan ritem kembali di set kedua dan ketiga, saya akan mencoba lebih baik dan tenang ke depannya,” ujarnya.

Sayangnya, mimpi Lee bisa juara pertama kalinya di kampung halaman harus dikandaskan oleh raja tunggal putra asal Jepang Kento Momota.

Lee harus kalah dua set langsung di babak semifinal oleh Momota 10-21, 19-21.

Hari Ke-5, Chen Yu Fei Menggila

Tunggal putri peringkat pertama dunia asal China Chen Yu Fei bakal menghadapi tunggal asal Taiwan Tai Tzu Ying. Final ini bisa jadi akan memperebutkan posisi peringkat satu dunia di awal tahun ini.

Jika Chen Yu Fei menang, dia siap mencatatkan empat gelar beruntun setelah mengandaskan Carolina Marin dua set langsung 21-15, 21-14 di semifinal.

Chen bisa mengandaskan momen kebangkitan Marin lewat permainan bertahan yang sangat kokoh.

Chen mengatakan dirinya justru merasa melakukan banyak kesalahan pada pertandingan semifinal tersebut. Namun, dia mencoba meredam kesalahan dan tidak memberikan poin dengan mudah kepada lawan.

“Saya hanya perlu melihat ke depan dan menganalisis apa yang terjadi hari ini. Saya pun akan mempersiapkan untuk turnamen minggu depan [Indonesia Master],” ujarnya.

Chen mengaku telah meningkatkan permainannya setelah melakukan beberapa latihan di China.

“Melihat hasil latihan bisa membawanya ke final, saya merasa senang. Namun, saya harus terus meningkatkan kemampuan, terutama untuk turnamen minggu depan,” ujarnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close