Liburan ke Bali yang memiliki banyak pantai kece bisa menjadi pilihan untuk menghilangkan penat. Aroma laut berbalut lembutnya pasir pantai sambil menikmati senja seolah bisa nge-recharge pikiran agar kembali segar.

Berbicara liburan ke Bali, saya kembali teringat saat bulan madu ke Pulau Dewata pada tahun lalu. Dari berbagai wilayah bali seperti Tanjung Benoa, Ubud, sampai Uluwatu, daerah terakhir yang menjadi pilihan saya dengan istri.

Liburan ke bali
Salah satu pantai yang ada di Uluwatu, Bali. Untuk bisa mencapai pantai, kita harus menuruni banyak anak tangga. Namun, perjuangan itu akan terbalaskan setelah melihat pemandangan pantai di sana. Ini adalah foto bayangan saya bersama istri saat ke sana setahun lalu. / Foto: pribadi

Alasan memilih Uluwatu adalah karena jauh dari keramaian sehingga bisa mendapatkan suasana yang tenang. Dari ekspektasi itu, realita apa yang saya dapatkan? Ya, Uluwatu adalah daerah yang tenang, sangking tenangnya sangat jarang terdengar suara kendaraan lewat jika sudah berada di penginapan.

BACA JUGA: Penginapan di Bali, Bohemian Ala Uluwatu

Soalnya, jarak dari penginapan ke jalan raya rata-rata cukup jauh. Sisanya, hanya jalan kecil yang dilalui oleh pemotor atau pejalan kaki.

Uluwatu tidak hanya soal ketenangan, tetapi juga wilayahnya yang mungkin bisa dibilang cukup ciamik. Berada di garis pantai selatan Bali, Uluwatu memiliki sejumlah pantai yang bisa dikunjungi dengan ombak yang asik untuk surfing.

pantai uluwatu
Salah satu bagian pantai di Uluwatu. Bentuk batuan ini membuat ada banyak pemandangan fenomenal di sana. Air pantai yang terselip di bawah bebatuan tebing. / Foto: Pribadi

Lalu, posisi Uluwatu yang berada di dataran tinggi membuat suhu udara pagi yang sangat sejuk. Tak hanya pagi, angin nyiur pantai pun kerap berhembus dengan sepoy-sepoy saat sore hingga malam membuat suasana di sana memang nikmat untuk bersantai.

Saat bulan madu kemarin, jadwal perjalanan saya dengan istri selama di Uluwatu adalah mengunjungi berbagai pantai di sana sekaligus mengintip Pura Uluwatu yang termasyhur dengan tarian apinya [tari kecak].

Belum lagi keberadaan kera-kera liar yang kadang menggemaskan, tetapi juga mencekam. Jika mengenakan kacamata hitam atau benda-benda berkilau, siap-siap saja pasukan kera akan ngisengi kalian.

pantai uluwatu
Tangga menuju ke daratan lagi. Jumlah anak tangganya mungkin sekitar ratusan [mungkin saya agak lebay], tetapi kamu harus menyiapkan stamina jika ingin berkeliling di pantai Uluwatu./ Foto: Pribadi

Suara kera-kera liar yang berteriak ketika sore maupun pagi hari dan saling bersautan dengan burung-burung membuat kesan alami sangat tercipta di sana.

Selama di Uluwatu, saya dan istri beranikan makan yang cukup banyak karena mengitari pinggir pantainya cukup perjuangan. Dengan posisi Uluwatu yang berada di dataran tinggi, perjalanan ke pantai harus menuruni ratusan anak tangga bak lagi latihan kungfu.

Makanan yang bisa dicicipi di sana pun cukup beragam, dari tempat makan buffet ala mahasiswa alias mirip warteg, masakan khas Indonesia, sampai vegetarian tersedia di sana.

Liburan ke Bali, Saatnya Balik ke Pulau Dewata

Sebelum menikah, saya selalu ke Pulau Dewata dengan tujuan pekerjaan. Nah, momentum bulan madu itu menjadi yang pertama kalinya benar-benar liburan ke Bali.

Setahun berlalu, rasa-rasanya ingin kembali menyicipi aroma udara segar di Pulau Dewata lagi, meskipun tidak harus kembali ke Uluwatu. Inginnya sih libura ke bali dengan menjamah daerah lainnya seperti, Ubud.

Pura uluwatu
Suasana di pura Uluwatu yang dipadati oleh pasukan kera-kera liar. Ingat, jangan gunakan aksesoris berkilai saat ke sini jika tidak ingin diisengin pasukan kera. / Foto: Pribadi

Memang karakter Ubud berbeda jauh dengan Uluwatu yang merupakan daerah pesisir, sedangkan di Ubud berada di dataran tinggi hampir di tengah-tengah pulau Bali.

Setelah iseng-iseng mencari, mayoritas wisata di Ubud adalah air terjun, ada juga Goa Gajah, hutan kera, dan Bukit Campuhan. Nah, nama tempat wisata yang terakhir cukup menarik perhatian.

nasi campur bu oki
Nasi campur Bali Bu Oki, rasanya mantap, pedasnya menggelegar. Letak posisinya dari Uluwatu turun melewati Garuda Wisnu Kencana. Memang agak masuk ke gang sedikit, tetapi salah satu favorit di sana./ Foto: Pribadi

Jika di pantai, biasanya kita berburu matahari terbenam, sedangkan di Bukit Campuhan kita bisa menikmati matahari terbit. Suasana alami dalam imajinasi ini diagungkan bisa nge-recharge kepenatan dari aktivitas sehari-hari.

Untuk mempersiapkan itu semua, ngecek hotel bagus dan murah di Bali bisa cek di OYO Hotels Indonesia. Bayangkan, dari hasil pencarian pada 18 November 2019, harga hotel di Bali di OYO Hotels Indonesia termurah mulai dari Rp100.000 per malam.

pantai di Uluwatu
Merendam kaki di air pantai Uluwatu setelah lelah menuruni ratusan anak tangga. / Foto: Pribadi

Dengan biaya penginapan yang terjangkau, kita bisa liburan dengan santai, tenang, tanpa takut kantong jebol. Siap liburan jelang akhir tahun ini untuk nge-recharge semangatmu kembali?  

0Shares

2 thoughts on “Liburan Ke Bali, Menikmati Dewata dengan Hotel Kece Hemat Kantong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close