Lee Cheuk Yiu menatap 2020 dengan penuh optimisme setelah memenangkan Hong Kong Open 2019. Apakah pemain asal Hong Kong itu bisa menemani Ng Ka Long Angus ke Tokyo pada tahun ini?

Di tengah aksi demonstrasi besar-besaran di Hong Kong, Lee CHeuk Yiu dengan gaya kontroversi politik China memberikan kejutan.

BACA JUGA: Kelompok 10 Besar di Bulu Tangkis Dunia Pada Akhir 2019

Pemain yang kini berada di peringkat ke-17 untuk race to Tokyo itu menenggelamkan lawan-lawan tangguhnya di Hong Kong 2019.

Lee secara mengejutkan tumbangkan tunggal China unggulan ketiga Shi Yu Qi dua set langsung 21-9. 26-24 pada babak kedua. Padahal, Shi Yu Qi yang baru saja bangkit dari cederanya tengah berupaya mengejar ketertinggalan poin menuju Tokyo.

Meleset keperempatfinal, Lee harus menghadapi pemain peringkat 10 besar lainnya, yakni Viktor Axelsen yang kala itu menjadi unggulan ketujuh.

Melawan tunggal Denmark itu, Lee mampu menang dua set langsung 21-14, 21-19. Entah roh apa yang merasuki hingga Lee bisa mengalahkan dua unggulan sekaligus.

Di semifinal, Lee berhadapan dengan tunggal India Srinkath Kidambi. Lee juga melumat tunggal India itu dua set langsung 21-9, 25-23.

Bertemu Anthony Ginting di babak final, Lee seolah tak gentar. Apalagi, dia bermain di kandang, meskipun Hong Kong tengah rusuh oleh para demonstran.

Secara dramatis dan kontroversial, Lee Cheuk Yiu menang dari Ginting lewat rubber set 16-21, 21-10, 22-20. Namun, kemenangan itu diwarnai keputusan wasit yang ambigu.

Saat skor 21-20 untuk Lee, Ginting melakukan netting dan shuttlecock sudah masuk ke area Lee sehingga harusnya skor untuk Ginting. Namun, wasit menilai raket Ginting mengenai net sehingga menjadi pelanggaran dan skor diberikan untuk Lee.

Akhirnya, Lee dinobatkan sebagai kampiun Hong Kong Open 2019 dengan hasil yang penuh kontroversi tersebut.

Lee Cheuk Yiu Menuju Tokyo?

Lee tidak dapat memungkiri kalau jadi kampiun di Hong Kong Open 2019 adalah momen terindahnya pada tahun lalu.

Harapan Lee untuk ke Tokyo pun terbuka lebar karena sudah mendekati peringkat ke-13 dunia untuk race to Tokyo. Jadi, hanya ada 13 pemain dengan poin tertinggi yang bisa ikut ke Olimpiade.

Saat ini, Lee hanya tertinggal 6.308 poin dari peringkat ke-13 yang disinggahi oleh Viktor Axelsen.

Apalagi, Lee memulai 2020 dengan indah setelah mengalahkan Shesar Hiren Rhustavito 21-18, 21-16 di Malaysia Master 2020. Artinya, Lee akan mendapatkan poin lebih banyak dibandingkan dengan Shesar yang kini berada di peringkat ke-14 dunia race to Tokyo.

Namun, Lee harus menghadapi unggulan ke-4 Chen Long di babak kedua Malaysia Master.

Lee mengatakan dirinya tidak lagi terbuai dengan keenangan dirinya di Hong Kong Open karena tahun ini menjadi sangat penting untuk dirinya.

“Peringkat saya masih belum cukup untuk bisa ikut Olimpiade, saya harus mengejar ketertinggalan,” ujarnya seperti dikutip dari BWF.

Dia pun akan berusaha menjadi lebih baik lagi pada tahun ini.

“Untuk latihan, saya tidak melakukan sesuatu yang spesial, tetapi saya harus menjaga kepercayaan diri saya pada setiap pertandingan. Itu sudah cukup,” ujarnya.

Lee mengatakan dirinya bakal mendapatkan tekanan dari pemain lain yang mulai fokus dengan gaya permainannya.

“Namun, saya akan berusaha melakukan terbaik untuk bisa mendapatkan poin di setiap pertandingan. Ini adalah awal 2020 dan saya masih sangat segar,” ujarnya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close