KKN Desa Penari mungkin bisa dibilang strategi pemasaran digital yang cukup ciamik. Dengan memanfaatkan media sosial, informasi tentang KKN Desa Penari diburu banyak orang sampai akhirnya muncul sebuah buku dengan judul serupa.

Kisah KKN Desa Penari mengingatkan kepada sebuah dorama [Drama asal Jepang] berjudul Shousetsuou atau The King of Novels. Bukan karena ada tokoh mirip Bima atau Ayu maupun Badarawuhi, melainkan strategi memasarkan produk konvensional senja kala via medium digital yang memiliki kemiripan.

Podcast: BACOT BOLA NASIONAL, Kecanduan Pemain Naturalisasi

Dorama yang diperankan oleh Alan Shirahama sebagai Toyotaka Yoshida menceritakan kisah eks novelis berbakat yang mengalami nasib buruk. Yoshida adalah novelis yang memenangkan sebuah penghargaan bergengsi, tetapi karirnya turun hingga menjadi pekerja paruh waktu.

Cerita yang dibuatnya pun sulit menembus penerbit. Yoshida pun kalah saing dengan penulis-penulis buku populer, kisah sastra dianggap tidak menarik bagi pasar.

Beberapa permasalahan lainnya adalah polemik keluarga, yakni ayahnya yang selalu mabuk-mabukan dan minta uang kepadanya.

BACA JUGA: Kontribusi Pendapatan Bukalapak ke Emtek Susut, Beban Pokok Malah Meningkat

Namun, The King of Novels bukan menceritakan kisah keluarga Yoshida, tetapi membahas industri percetakan, termasuk novel dan karya sastra lainnya, yang telah memasuki periode senja kala.

Shuntaro Koyanagi yang diperankan Yu Koyanagi memiliki mimpi besar menjadi editor di sebuah penerbitan. Mimpinya itu tercapai setelah salah satu editor di penerbitannya mengundurkan diri.

Shuntaro benar-benar semangat karena menjadi editor adalah mimpinya sejak kecil. Dia adalah teman masa kecil dari Yoshida.

https://youtu.be/shDTVGxmKAk

Dulu, Shuntaro bermimpi ingin menjadi novelis, tetapi apa daya, kini dia hanya bisa menjadi editor. Posisi barunya itu membuatnya bernostalgia saat masa kecilnya.

Kala itu, Shuntaro bersama Yoshida berjanji akan bekerja sama untuk menerbitkan novel paling bagus sepanjang masa, tetapi mereka sudah tidak bertemu lagi hingga kini.

Industri Penerbitan Buku yang Lesu

Shuntaro pun langsung mencari sosok Yoshida, rekan masa kecilnya yang juga eks novelis muda berbakat. Akhirnya, dia pun menemukan Yoshida, tetapi psikologis sahabat masa kecilnya saat itu sedang buruk.

Yoshida sudah ingin menyerah untuk menjadi novelis dan merasa dirinya tidak berbakat. Namun, Shuntaro tidak menyerah, dia mencoba bangkitkan lagi semangat temannya tersebut.

Setelah dirayu mati-matian oleh Shuntaro, Yoshida pun setuju akan menulis lagi. Sayangnya, Shuntaro yang harus berhadapan dengan atasannya yang menolak ide karya Yoshida tersebut.

Alasan atasannya, karya salah seorang penulis senior yang lebih penting untuk diterbitkan, tetapi sang penulis senior itu sosok yang dikenal galak dan sulit diatur.

Lalu, Shuntaro pun menemui penulis senior itu dan menceritakan tentang Yoshida. Jadi, si penulis senior ini adalah juri pada penghargaan yang dimenangkan oleh Yoshida.

Singkat cerita, penulis senior itu bersedia membantu demi Yoshida. Lalu, Yoshida pun langsung ngebut untuk menulis karya teranyarnya agar bisa laris di pasaran.

Nah, restu dari sang penulis senior ternyata bukan satu-satunya hambatan Shuntaro. Divisi sastra penerbitannya akan ditutup karena tidak menguntungkan, artinya karya Yoshida tidak akan diterbitkan.

Memanfaatkan Kekuatan Viral

Sebelum pengumuman kalau divisi sastra akan ditutup, Shuntaro sempat mewawancarai salah satu calon karyawan baru untuk kantornya. Namun, akhirnya karyawan itu urung masuk ke kantornya karena memilih menjadi editor di sebuah perusahaan rintisan.

Bahkan, rekan kerja Shuntaro yang mengundurkan diri juga pindah ke perusahaan rintisan tersebut. Rekan kerjanya itu pun merekomendasikan Shuntaro sebagai editor karena mengetahui kemampuan kerjanya.

Shuntaro pun dipanggil untuk negosiasi bergabung dengan perusahaan rintisan tersebut. Namun, Shuntaro menolak karena dia masih memiliki misi bersama Yoshida.

Nah, ketika divisi sastra harus ditutup, Shuntaro dan Yoshida hampir putus asa. Tiba-tiba, dia teringat dengan perusahaan rintisan itu dan terpikir untuk berkolaborasi dengan perusahaan yang bergerak dibidang informasi seperti, situs berita.

“Jadi, dalam dorama itu, media digital dari perusahaan rintisan itu digemari oleh banyak kalangan dari anak muda sampai orang dewasa sehingga dianggap bisa menjadi medium yang pas untuk promosi novel”

Awalnya, bos Shuntaro tidak setuju dengan rencana itu, tetapi lambat laun dia luluh. Memanfaatkan media digital sebagai tes pasar atau media pemasaran pun digunakan agar karya Yoshida bisa tetap terbit.

Perusahaan rintisan itu pun memberikan syarat kalau tulisan penulis senior harus bisa masuk ke situsnya jika dia ingin memasukkan karya Yoshida.

Shuntaro bersama bosnya pun mengunjungi sang penulis senior. Responsnya, sang penulis senior setuju dan proyek Shuntaro dengan Yoshida bisa tetap dijalankan.

Tantangan terakhir adalah kebutuhan influencer untuk mengangkat cerita Yoshida agar bisa viral.

Nah, Yoshida dikabarkan pernah memiliki hubungan dengan seorang artis, tetapi informasinya masih misterius. Ternyata, hubungan itu nyata dan Shuntaro menyarankan Yoshida menggunakan jasanya.

Namun, Yoshida galau karena dia memiliki kekasih yang merupakan penggemarnya. Apalagi, sang kekasih tengah hamil.

Sang kekasih pun tidak ingin mimpi dan karir Yoshida berakhir. Alhasil, dia menyetujui untuk menggunakan influencer dari artis yang merupakan mantan dari Yoshida.

Setelah sang artis membahas karya Yoshida dan menuliskannya di media digital perusahaan rintisan tersebut. Karya Yoshida pun menjadi omongan banyak orang.

Melihat hal itu, penerbit tempat Shuntaro bekerja pun setuju untuk menerbitkan karya Yoshida.

KKN Desa Penari, Promosi Buku dengan Strategi Viral di Media Sosial

Sebenarnya Simple Man lewat akun @SimpleM81378523 sudah membuat thread mengenai KKN desa penari sejak 24 Juni 2019. Namun, isu KKN desa penari terus menjadi bahasan hingga awal September dan terbit menjadi buku.

Akun Simple Man ini memang sangat rajin menciptakan kisah-kisah horor. Ketika KKN desa penari viral, beberapa akun Twitter pun berbagi kisah-kisah horor yang menarik dari SimpleMan.

Beberapa thread horor terbarunya antara lain, Sewu Dino 1000 hari dan Janur Ireng.

Simpleman bisa dibilang cukup apik dalam membuat thread horor. Keapikannya itu membuat cerita dengan dua sudut pandang.

Fakta-fakta pun berceceran dari dua sudut pandang tersebut sehingga pembaca mau enggak mau harus membaca kedua sudut pandang tersebut.

Lalu, dari sekian banyak karya Simpleman, kenapa cuma KKN Desa Penari yang heboh?

Kalau dari analisis saya, ada beberapa kemungkinan KKN Desa Penari bisa menjadi viral. Salah satunya adalah mengangkat tema KKN alias Kuliah Kerja Nyata.

KKN ini sangat dekat dengan mahasiswa yang menjadi pemain media sosial terbanyak. Di sisi lain, KKN pun memang erat hubungannya dengan suasana mistis dan cerita-cerita lainnya.

Di sisi lain, bahasan KKN juga membuat eks mahasiswa bernostalgia. Mereka kembali mengingat masa ketika sedang KKN tersebut.

Alhasil, topik kata kunci KKN Desa Penari terus muncul di linimasa Twitter hingga menjadi viral.

Dari situ juga, banyak yang mencari tahu di mana sebenarnya desa penari tersebut. Soalnya, ada yang khawatir menjadi daerah KKNnya kelak dan cuma sekadar ingin tahu.

Lalu, gaya penulisan Simpleman pun memicu banyak warganet untuk membagikan secara cuma-cuma dengan kreativitasnya masing-masing.

Misalnya, ada yang membuat dari berbagai sudut pandang lainnya seperti, dari sudut pandang malaikat sampai pohon dan ular.

Akun Twitter yang Paling Ter-Engaged dengan Isu KKN Desa Penari

Lewat data Drone Emprit Academic yang bekerja sama dengan Universitas Islam Indonesia sejak 21 Agustus 2019 – 28 September 2019, ada 10 akun yang mendapatkan retweet maupun reply di atas 1.000.

KKN Desa Penari
data Drone Empreit Academic periode 21 Agustus 2019 – 28 September 2019

@Coffeemarksman menjadi akun Twitter yang paling banyak mendapatkan retweet dan reply. Akun dengan jumlah pengikut sebanyak 7.219 itu kalau dilihat bukan sosok influencer khusus cerita horor.

Bisa dibilang akun itu memang rajin ikut nimbrung diisu-isu paling hangat. Lalu, akun itu juga rajin meretweet kicauan giveaway.

Akun @Coffeemarksman pun mendapatkan tingkat enggagement yang tinggi untuk topik KKN Desa Penari karena membuat thread lucu yang membahas kisah desa penari dari sudut pandang malaikat raqib dan atid.

“Dalam islam, Malaikat Raqib bertugas mencatat amal baik manusia, sedangkan Malaikat Atid mencatat amal buruk manusia”

Begitu juga dengan @azkaduttt yang menampilkan video guyonan terkait desa penari.

@Simplem81378523 sebagai sumber thread KKN Desa Penari berada di peringkat ke-2 sebagai akun yang paling mendapatkan enggagement tertinggi di Twitter.

Tak hanya akun anonim, KKN Desa Penari juga mendapatkan dorongan menjadi viral dari beberapa akun media massa sampai kementerian.

@TonightShow_NET yang berada diurutan ketujuh menjadi salah satu penopang Desa Penari bisa viral.

Salah satu program di NET TV itu menampilkan kicauan gambar sosok sang penari berbadan ular alias si Badarawuhi. Dalam gambar itu, tampak pula pria yang tanpa kaos dan menggunakan celana jeans tengah berjalan.

Warganet tampaknya cukup mengapresiasi postingan dari salah satu program NET TV tersebut.

Lalu, Kememterian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun ikut posting membahas Desa Penari dengan membawa pesan untuk menjaga laut di Indonesia.

Jika NET TV menampilkan sosok Badarawuhi, KKP menampilkan sosok Susi Pujiastuti, Menteri Kelautan dan Perikanan dengan modifikasi sebagai ikan duyung yang membawa senjata. Itu menggambarkan sosok Susi yang siap berperang melawan pihak-pihak pengganggu laut Indonesia.

Memanfaatkan ‘Kelatahan’ Warganet Indonesia

Strategi pemasaran dengan menggunakan media sosial hinga viral bisa dibilang berbiaya murah. Hal itu didukung oleh sifat warganet Indonesia yang latah dengan konten viral.

Misalnya, ketika bahasan KKN di Desa Penari menjadi viral, banyak yang membuat konten berbau topik tersebut. Harapannya, kontennya bisa ikut nyantol viral di media sosial.

Karakter ini bisa dimanfaatkan dan berdampak sangat besar. Apalagi, konten kreator media sosial perusahaan besar juga kerap latah. Artinya, jika konten pemasaran yang sangat soft bisa viral diikuti kelatahan akun dengan pengikut besar, itu menjadi keuntungan tersendiri.

Namun, saya pun bukan ahli pemasaran sehingga enggan berbicara lebih jauh terkait hal ini.

Entah Sengaja atau Tidak Sengaja

Entah Simpleman dengan sengaja atau tidak membuat kalimat-kalimat yang bilang dia menyesal cerita tentang KKN Desa Penari. Alasannya, tidak enak dengan para pelaku yang ada dalam cerita.

Namun, akhirnya cukup antiklimaks setelah menjadi buku. Artinya, kalimat itu bak gimmick agar warganet yakin ini kisah benar-benar esklusif dan nyata.

Banyak warganet yang membahas inilah kapitalisasi. Bahkan, ada yang kesal karena di thread Simpleman benar-benar hati-hati menutupi identitas para karakternya. Warganet merasa viralnya Desa Penari cuma membantu Simpleman untuk bisa mendapatkan uang dari bukunya tersebut.

Inilah bagian yang benar-benar mirip dengan dorama The King of Novels. Apalagi, banyak influencer yang meramaikan topik desa penari di Youtube.

Apalagi, ketika Raditya Dika membahas tentang KKN Desa Penari. Lalu, novel KKN Desa Penari diterbitkan oleh Bukune.

Dari beberapa catatan, Raditya Dika memang dekat dengan Bukune. Bahkan, Radit sempat menjadi Pemimpin Redaksi di Bukune pada 2007.

Lalu, apakah bahasan dari Radit di Youtube yang lumayan viral adalah bagian dari strategi Bukune melakukan tes pasar?

Namun, strategi pemasaran seperti ini juga perlu dikonfirmasi lagi efektivitasnya.

Sampai saat ini, belum ada yang tau sejauh apa buku desa penari itu laku. Bisa jadi, warganet malah males beli karena merasa sudah mendapatkan ceritanya lewat dua sudut pandang di thread Simpleman.

Akun @itswidianingsih sih menyebutkan KKN di Desa Penari menjadi the best book ke-2 di Gramedia. Apakah artinya buku KKN di Desa Penari laku keras dan skema viral ini menjadi strategi industri penerbit buku agar bisa bertahan?

Skor Dorama The King of Novels: 7/10

0Shares

3 thoughts on “KKN Desa Penari, Strategi Bertahan Penerbit Buku

  1. Thread twitter KKN di Desa Penari dibuat Juni 2019, sementara novelnya terbit di September. Untuk menyelesaikan novel dalam waktu 3 bulan ini terbilang hebat.

    Apakah ada mungkin bahwa cerita ini sebenarnya sudah bentukan draft novel yang sudah dibuat simpleman?

    Paling menarik, simpleman mampu membuat cerita di 2 sudut pandang yang berbeda yang melengkapi 1 sama lain. Ini bagian yang membuat warganet menyukai cerita ini, termasuk saya sendiri. Terlbih dari nyata/tidak, dikapitalisasi atau tidak. Sebagai penikmat cerita saya mengapresiasi simpleman adalah orang yang cerdas

    1. Saya juga menikmati kisah dua sudut pandang berbeda yang dikemas secara menarik.

      Kalau logikanya sih, ini udah di draft cukup lama ya… Cuma kita enggak tau juga sih, paling cuma ngira2 kayak ditulisan ane..

  2. Saya jadi ingat cerita2 horor di situs creepypasta yg selalu berbasis real story tapi dengan cara penulisan yg cerdas dan kreatif, ternyata di Indonesia sudah ada yg seperti itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close