Waktu Baca6 Menit, 15 Detik

Paypal menjadi perusahaan kedua yang dibangun oleh Elon Musk dengan nama awal X.com. Elon membangun Paypal dengan hasil penjualan Zip2 ke Compaq. Dari aksi penjualan itu, Elon mendapatkan dana segar US$22 juta. 

Dari total dana segar yang didapatkan dari penjualan Zip2, Elon menggunakan US$10 juta untuk membangun X.com pada 1999. Elon memiliki ide untuk membangun situs untuk memenuhi kebutuhan keuangan mulai dari perbankan, investasi, asuransi, hipotek pinjaman, dan obligasi secara digital via internet. 

Salah satu inovasi utama Elon dalam membangun X.com adalah melakukan transfer uang dengan aman lewat surat elektronik atau e-Mail. Hal itu merupakan sesuatu yang baru di masa akhir dekade 1990-an.

BACA JUGA: SERI Pertama Elon Musk, Debut Bisnis Elon Berawal dari Kedai Pizza

Elon merekrut Investment Banker John Story dan eks CEO Intuit Corporation William Harris. Selanjutnya, William dijadikan Elon sebagai CEO X.com, sedangkan Elon menjadi Komisaris perseroan. 

William Harris dijadikan CEO X.com oleh Elon karena melihat rekam jejaknya sebagai eks CEO Intuit, perusahaan yang mengembangkan perangkat lunak Quicken dan TurboTax. Quicken adalah perangkat lunak akuntansi yang laris di masanya, sedangkan TurboTax adalah program untuk mengurus pajak. 

Pengalaman sukses Elon membangun Zip2 membuat dirinya tidak begitu sulit untuk mencari modal tambahan dalam pembangunan X.com. Sequoia Capital berani menyuntikan dana US$25 juta ke X.com sebagai pendanaan awal perusahaan milik Elon tersebut. 

Tahap Awal Paypal, Bakar Uang Demi Pengguna

Permasalahan bank digital milik Elon X.com adalah menciptakan kepercayaan publik terkait keamanan transaksi keuangan via online di sana. Untuk itu, Elon menggunakan strategi bakar uang untuk bisa meningkatkan jumlah pengguna dan  kepercayaan konsumen. 

Elon memutuskan untuk memberikan US$20 kepada orang yang membuat rekening bank online dengan X.com. Lalu, dia juga menawarkan uang tunai US$10 per pengguna baru bagi yang mampu mengajak temannya untuk ikut membuka rekening koran online dengan X.com. 

Semua uang itu bisa langsung diambil oleh penggunanya di anjungan tunai mandiri (ATM) terdekat. Dalam waktu dua bulan, X.com mampu mencatatkan 100.000 pengguna. Angka itu mendekati jumlah pengguna pesaing X.com saat itu, yakni Etrade Telebank yang memiliki 130.000 pengguna. 

Selain Etrade Telebank, X.com memiliki pesaing lainnya, yakni Confinity yang memiliki layanan bisnis transfer online. Confinity meluncurkan layanan transfer peer to peer atau orang ke orang bernama Paypal pada akhir 1999. 

Meskipun begitu, bisnis X.com dan Confinity sangat berbeda. X.com adalah bisnis bank online, sedangkan Confinity bisnis transfer uang langsung dari orang ke orang tanpa melalui bank. Namun, bisnis keduanya memiliki irisan sehingga membuat dua perusahaan rintisan itu bersaing sebagai kompetitor.

Namun,  perkembangan bisnis X.com sedikit terhambat karena konsumen masih sangsi soal keamanan penggunaan rekening koran online tersebut. 

Apalagi, beberapa eksekutif X.com mengakui kalau peretas komputer mampu melakukan transfer ilegal dari bank tradisional ke rekening online milik perusahaan Elon tersebut. Di sini muncul tanda tanya tentang nasib perusahaan bank online itu ke depannya. 

Elon Musk Pilih Merger dengan Pesaingnya

Menariknya, X.com justru memutuskan untuk merger alias melebur bersama Confinity pada awal 2000, tepatnya 1 Maret 2000. 

Keputusan merger itu berdasarkan pandangan Elon yang menilai teknologi transfer online dari orang ke orang lebih memiliki prospek cerah ke depannya dibandingkan dengan bank online. 

Elon sempat berdebat dengan CEO X.com William Harris terkait rencana X.com meninggalkan bisnis bank onlinennya. Akhirnya, William pun meninggalkan X.com yang dalam proses merger dengan Confinity pada Mei 2000. 

William pun meninggalkan X.com, Elon Musk pun mengambil posisi CEO di perusahaannya tersebut.

Setelah itu, Elon mengumumkan kalau X.com resmi meninggalkan bisnis bank online dan fokus bisnis transfer online dari orang ke orang bernama Paypal.  

Awalnya, X.com tetap dipertahankan sebagai entitas hasil merger dengan confinity. Namun, hasil survey pasar menunjukkan kalau nama X.com terdengar aneh dan membuat ketidakpercayaan konsumen, sedangkan nama Paypal, produk yang dibuat Confinity, lebih mudah dikenal konsumen.

Model Bisnis Paypal

Setelah merger dengan Paypal, bisnis X.com tumbuh sangat cepat setelah mampu mengumpulkan 15.000 pengguna baru setiap harinya. 

X.com memang memberikan solusi bagi masyarakat saat itu. Cukup dengan mendaftar dengan memasukkan nama, nomor telepon, alamat rumah, dan alamat emai, pengguna X.com dapat mengirim dana ke pengguna lainnya. 

Fasilitas X.com pun terintegrasi dengan kartu kredit jika pengguna mengisi datanya di sana. 

X.com memperluas layanannya menjadi business to consumen (B2C) pada Juni 2000. Dengan begitu, Paypal bisa melakukan pembayaran langsung dengan telepon seluler untuk membayar tagihan bulanan. 

X.com mulai menawarkan layanan ke berbagai perusahaan seperti Evite.com. Kerja sama antara Paypal dan Evite.com membuat pengguna Evite bisa melakukan pembayaran lewat X.com. 

Jumlah pengguna X.com pun tembus 3 juta akun pada Agustus 2020. Di sini, X.com mulai fokus masuk ke pasar lainnya, yakni Business to Business (B2B). 

Salah satu pengguna B2B pertamanya adalah Buylink, e-Commerce yang melayani 8.300 pengecer dan 3.000 produsen. Dengan kerja sama X.com dengan Buylink, para penggunanya bisa langsung melakukan pembayaran instan. 

Namun, pertumbuhan bisnis yang luar biasa membuat risiko semakin tinggi. Banyaknya dugaan penipuan lewat X.com membuat perusahaan yang dikomandoi oleh Elon itu menawarkan perlindungan penipuan. 

Setelah bisnisnya tumbuh tinggi, Elon memutuskan untuk mengubah nama X.com menjadi Paypal pada Oktober 2000.

Elon Musk Digulingkan dari Paypal

Elon kembali berseteru dalam menjalani bisnisnya tersebut. Kali ini, Elon terpaksa digulingkan dari posisi CEO Paypal setelah rencananya tidak disetujui anggota dewan direksi lainnya pada Oktober 2000. 

Dalam rapat dewan direksi, Elon memberikan saran agar bisnis Paypal memindahkan sistem infrastruktur teknologi informasinya dari Unix ke Microsoft ketimbang melepas sahamnya ke eBay. Kabarnya, pertengkaran antara Elon dengan anggota dewan direksi Paypal lainnya cukup sengit kala itu.

Pertengkaran itu berujung dengan Elon digulingkan dari posisi CEO, meski masih menjabat sebagai dewan direksi. Lalu, Paypal menerima tawaran akuisisi oleh eBay pada Juli 2002, salah satu yang tidak disarankan oleh Elon. 

Akhirnya, Paypal resmi diakuisisi oleh eBay senilai US$1,5 miliar. Di sini, Elon mendapatkan jatah US$165 juta dalam bentuk saham eBay atas kepemilikan 11,5% saham Paypal. 

Setelah Paypal di akuisisi, Elon pun benar-benar meninggalkan bisnis itu dan fokus ke bisnis lainnya yang lebih luar biasa, yakni bisnis antariksa. 

Kejutan Elon Membeli X.com pada 2017

15 tahun setelah terpaksa rela melepas Paypal ke eBay, Elon Musk memberikan kabar mengejutkan setelah dirinya mengakuisisi lagi X.com dari Paypal. 

Elon membeberkan akuisisi X.com lewat Twitter pada 14 Juli 2017. Namun, website X.com, eks perusahaan bank online miliknya, hanya menampilkan huruf x saja. Elon pun mengakui kalau dia tidak membeli aset Paypal, tetapi hanya membeli nama domain X.com.

Dia mengakui tidak ada tujuan khusus terkait rencana pembelian nama website tersebut. “Saya membeli ini karena memiliki nilai sentimental yang cukup besar,” ujarnya. 

Namun, banyak yang memprediksi X.com bisa menjadi sesuatu yang besar karena Elon memiliki kebiasaan melakukan hal nyeleneh yang justru menjadi proyek serius. 

Salah satunya, saat Elon bercanda ingin membangun terowongan di Los Angeles gara-gara kejebak macet di sana . Ternyata, dia benar-benar bikin usaha di bidang tersebut. 

Sumber: 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleppy
Sleppy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles
Close