Peta bulu tangkis dunia mengalami beberapa perubahan sepanjang 2019. Beberapa pemain veteran menyingkir, ada juga yang apes karena cedera.

Untuk posisi peringkat pertama, 3 dari 5 sektor masih belum bisa diotak-atik dalam jangka lebih dari satu tahun.

Marcus Gideon/Kevin Sanjaya menjadi raja peringkat pertama paling lama dibandingkan dengan para raja dan ratu sektor lainnya. Minions, julukan ganda putra Indonesia itu, menjadi peringkat pertama dunia sejak 28 September 2017 atau kurang lebih sekitar satu tahun.

BACA JUGA: Viktor Axelsen Kritik Kewajiban 12 Turnamen, Akankah BWF Luluh?

Lalu, pasangan ganda campuran China Zheng Siwei/Huang Yaqiong menjadi raja dan ratu terlama kedua setelah bertengger di peringkat pertama sejak 9 Agustus 2018.

Kento Momota menjadi yang ketiga setelah menduduki tahta peringkat satu dunia sejak 27 September 2018.

PODCAST: Benarkah Pusarla Sindhu Tak Punya Hati?

Sisanya, tunggal putri dan ganda putri baru saja berganti ratu. Chen Yu Fei, ratu tunggal putri dunia baru menjadi peringkat 1 dunia pada 17 Desember 2019.

Lalu, ganda putri China mampu mematahkan dominasi para samurai putri Jepang setelah mengambil alih tahta peringkat 1 dunia pada 19 November 2019.

Lalu, bagaimana sih perjalanan kelompok 10 besar dunia sepanjang 2019 kemarin?

Tunggal Putra

Pekan pertama 2019, komposisi 10 besar di tunggal putra secara urut peringkat antara lain, Kento Momota, Shi Yu Qi, Chou Tien Chen, Chen Long, Son Wan Ho, Viktor Axelsen, Anthony Ginting, Srinkath Kidambi, Tommy Sugiarto, dan Kenta Nishimoto.

peta bulu tangkis tungga putra

Dari kesepuluh nama itu, empat pemain sudah keluar dari kelompok 10 besar tunggal putra.

Son Wan Ho yang sempat menduduki peringkat 5 dunia harus masuk kamar operasi karena mengalami cedera di Liga Bulu Tangkis Nasional Korea Selatan pada 23 Maret 2019.

Kala itu, Son Wan Ho tengah menghadapi Lee Hyun-il dan sudah unggul pada set pertama. Sayangnya, Son tidak mampu melanjutkan pertandingan dan retired.

Setelah dicek, Son mengalami pecah tendon achilles sehingga harus istirahat cukup lama. Saat ini, Son menduduki peringkat ke-54 dunia dan belum turun ke turnamen internasional lagi.

Di sisi lain, ketiga pemain tunggal putra yang keluar dari peringkat 10 besar terjadi akibat penurunan peforma. Keempat pemain itu antara lain, Tommy Sugiarto, Kenta Nishimoto, dan Srinkath Kidambi.

Tommy Sugiarto kini berada di peringkat ke-21 dunia, Kenta Nishimoto perinigkat 16 dunia, dan Srinkath Kidambi peringkat 12 dunia.

Lalu, pengganti keempat pemain itu di peringkat 10 besar saat ini adalah Jonatan Christie, NG Ka Long Angus, Kanta Tsuneyama, dan Anders Antonsen.

Secara demografi asal negara, para penghuni 10 besar bisa dibilang cukup merata. Indonesia, Jepang, China, Denmark masing-masing menempatkan dua wakil, sedangkan Taiwan dan Hong Kong masing-masing 1 wakil.

Tunggal Putri

Berbeda dengan tunggal putra, komposisi 10 besar tunggal putri tidak terlalu banyak perubahan. Namun, posisi 5 besar mengalami pergantian signifikan.

tunggal putri

Jika pada awal 2019 Tai Tzu Ying menjadi ratu tunggal putri, kini posisi itu telah diisi oleh Chen Yu Fei.

Tai Tzu Ying menjadi peringkat kedua dunia, sedangkan Akane Yamaguchi yang juga sempat merasakan posisi ratu tunggal putri di peringkat ke-3. Akane melewati seniornya Nozomi Okuhara yang kini di peringkat ke-4 dunia.

Ratchanok Intanon pun tak mau kalah, pebulutangkis Thailand itu menasbihkan diri di peringkat ke-5 dibandingkan dengan peringkat ke-8 pada awal 2019.

Dua pemain tunggal putri yang keluar dari kelompok 10 besar adalah Beiwen Zhang dan Saina Nehwal.

Kini, Saina Nehwal berada di peringkat ke-11, sedangkan Beiwen Zhang nemplok di peringkat ke-16.

Adapun, posisi kedua pemain itu kini ditempati oleh tunggal Kanada Michele Li dan tunggal Korea Selatan An Se Young.

Hampir mirip dengan tunggal putra, demografi 10 besar tunggal putra cukup beragam. China dan Jepang memiliki dua wakil, sisanya dimiliki oleh Taiwan, Thailand, India, Kanada, Korea Selatan, dan Spanyol.

Ganda Putra

Komposisi 10 besar ganda putra dunia pada 2019 mengusir dominasi Eropa, terutama setelah Mathias Boe dan Casten Mogensen tidak lagi berpasangan.

ganda putra

Indonesia bisa dibilang menjadi penguasa ganda putra Indonesia setelah menempatkan 3 wakil di posisi 5 besar.

Apalagi, Marcus Gideon/Kevin Sanjaya yang kian nyaman sebagai raja ganda putra dunia didampingi oleh seniornya Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan. Lalu, junior keduanya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menempel di peringkat ke-5 dunia.

Jepang dan Malaysia kompak menempatkan dua wakilnya, yakni Takeshi Kamura/Keigo Sonoda dan Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe. Malaysia menempatkan finalis All England 2019 Aaron Chia/Soh Wooi Yik dengan seniornya Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Lalu, China, Korea Selatan, dan Taiwan masing-masing menempatkan satu wakil, yakni Li Jun Hui/Liu Yu Chen, Choi SolGyu/Seo Seung Jae dan Lee Yang/Wang Chi-Lin.

Komposisi ganda putra awal tahun ini sangat jauh berbeda dengan tahun lalu. 4 dari 10 pasangan harus terhempas dari 10 besar.

Dua pemain, yakni Chen Hung Ling/Wang Chi-Lin dan Liu Cheng/Zhang Nan keluar dari 10 besar karena dipecah.

Lalu, Kim Astrup/Anders Rasmussen dan Han Cheng Kai/Zhou Hao Dong kini terdampar di peringkat ke-13 dan 11 dunia.

Posisi keempat pemain itu digantikan oleh Lee Yang/Wang Chi-lin, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Choi Solgyu/Seo Seung Jae, dan Goh V Shem/Tan Wee Kiong.

Ganda Putri

Jika ganda putra dikuasai oleh Indonesia, maka ganda putri dikuasai oleh Jepang. Sayangnya, dominasi itu mulai diruntuhkan oleh Korea Selatan dan China.

Sebelumnya, pada awal 2019, Jepang menempatkan 5 wakilnya di peringkat 10 besar dunia, yakni Yuki Fukushima/Sayaka Hirota sebagai peringkat pertama, diikuti Misaki Matsutomo/Ayaka Takahashi, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, Shiho Tanaka/Koharu Yonemoto, dan Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata.

Kini, peringkat pertama dunia sudah diambil alih oleh pemain China Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Komposisi pemain Jepang di peringkat 10 dunia pun turun menjadi tiga pasang, yakni, Yuki/Sayaka, Mayu/Wakana, dan Misaki/Ayaka.

Tak hanya itu, China bisa dibilang membangkitkan ganda putrinya dengan menempatkan dua wakilnya di 10 besar. Kedua wakil itu antara lain, Du Yue/Li Yin Hui dan Li Wen Mei/Zheng Yu.

Selain China, Korea Selatan juga tengah mencoba bangkitkan ganda putrinya. Kini, Negeri Gingseng punya dua wakil di 10 besar, yakni Lee So Hee/Shin Seung Chan dan Kim So Yeong/Kong Hee Yong.

Selain ganda dari Jepang, China, dan Korea Selatan, kelompok 10 besar juga diisi oleh ganda Indonesia Greysia Polli/Apriyani Rahayu dan ganda Thailand Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai.

Tiga pasangan ganda putri yang tergeser dari 10 besar sepanjang 2019 antara lain, Shiho/Koharu, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, dan Ayako/Yukiko.

Ganda Campuran

Seperti ganda putra, komposisi ganda campuran saat ini dikuasai oleh pemain Asia. Pada awal 2019, ada dua pasangan Eropa, yakni Mathias Christiansen/Christinna Pedersen dan Chris Adcock/Gabrielle Adcock.

ganda campuran

Mathias/Chirstinna keluar dari 10 besar karena memang tidak bermain bersama lagi, sedangkan pasangan suami-istri asal Inggris Chris/Gabrielle kini berada di peringkat ke-12 dunia.

Selain dua pemain asal Eropa itu, pasangan Indonesia Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga keluar dari 10 besar karena Butet, julukan Liliyana Natsir pensiun pada awal 2019.

Lalu pasangan ganda campuran China Zhang Nan/Li Yin Hui sudah tak kelihatan lagi batang hidungnya.

Kini, keempat posisi itu diisi oleh Praveen Jordan/Melati Daeva, Hafiz Faizal/Gloria Emnuelle, Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie, dan Seo Seung Jae/Chae Yujung.

Penguasa di ganda campuran setelah Butet pensiun adalah Zheng Si Wei/Huang Yaqiong ditemani juniornya Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close