Investasi Emas di Tengah Pandemi, Beli, Jual, atau Tahan?

investasi emas

Investasi emas menjadi instrumen pilihan di tengah pandemi Covid-19. Namun, percayalah, emas bukan instrumen investasi jangka pendek, melainkan jangka panjang. Berikut cerita seorang teman tentang investasi emas.

Teman saya yang enggan disebutkan namanya ini memulai investasi emas sejak 2015. Saat ini, dia sudah memiliki emas batangan Antam sekitar 20 gram.

BACA JUGA: Nasib BJBR Jika Benar-benar Merger dengan BEKS

Harga emas pada periode Agustus 2015 berada di kisaran Rp520.600 sampai Rp560.000 per gram. Artinya, teman saya ini menggelontorkan modal sekitar Rp10 juta untuk 20 gram emas.

“Saya sih enggak terlalu niat cari untung banget dari emas. Niatnya, ya buat nikah siapa tau bisa jadi mahar,” ungkapnya terkait tujuan awal investasi emas.

Ketika itu, dia baru lulus dari kuliah dan buta akan instrumen emas. Nah, saat itu diberitakan kalau emas Antam harganya lagi turun. Untuk itu, dia mencoba cari tahu cara membeli emas batangan.

Nah, ternyata ada cabang butik emas di dekat kantornya, dia pun ke sana dan langsung memborong 10 gram pertama.

PODCAST: Teori Konspirasi Krisis 1997 Punya Hubungan dengan Pandemi Covid-19?

Setelah beberapa bulan kemudian, dia tambah 10 gram lagi dengan harga tidak jauh dari Rp500.000 per gram.

“Biasanya pada takut nanti kalau beli emas kena pajak. Pajaknya enggak terlalu besar padahal, apalagi kalau punya NPWP,” ujarnya.

Teman saya ini dikenakan pajak pembelian emas Antam sebesar 0,45% karena dia memiliki NPWP. Jika tidak memiliki NPWP, dia akan dikenakan sebesar 0,9%.

“Nilai pajak yang kecil bukan? jadi harusnya bukan masalah,” ujarnya.

Investasi Emas dan Ini Jalan Pilihan Teman Saya

Ketika harga emas sedang naik-naiknya. Banyak yang bicara ingin beli emas, tentu sebuah langkah yang terlambat karena harga sudah tinggi.

Namun, terlambat bukan berarti salah. Kalau tidak pernah membeli, bagaimana bisa mau mendapatkan untung?

Namun, pastinya ketika sekarang harga sedang naik. Tidak serta merta, kita harus jual emas juga.

“Jujur, awalnya sih saya beli emas buat mahar nikah. Namun, sekarang nyimpen saja buat dana darurat. Kalau enggak butuh ya enggak akan dijual,” ujarnya.

Jika dihitung dengan harga buyback emas Antam per 28 April 2020 senilai Rp834.000 per gram, nilai emas yang dimiliki teman saya itu sudah senilai Rp16,68 juta. Nilai bersih emas yang dimilikinya dikurangi pajak Rp250.000 dan materi Rp6.000 menjadi Rp16,42 juta.

Artinya nilai investasinya bertambah sekitar Rp6 juta dalam waktu 6 tahun terakhir. Setahun bertambah sekitar 10%.

Dia mengatakan di tengah tren pandemi Covid-19, saat ini justru dia menahan diri untuk tidak menjual emasnya.

“Justru, ini dana darurat saya. Sampai arus kas saya habis, baru saya jual ini emas. Ini jalan ninja saya,” ujarnya yang juga penggemar salah satu anime tersebut.

Perkembangan Global dan Harga Emas Dunia

Harga emas dunia bergerak melemah 0,27% menjadi US$1.709 per troy ounce pada perdagangan Selasa 28 April 2020. Artinya, harga emas dunia saat ini bergerak di level US$54,95 per gram alias Rp851.092 per gram.

Penurunan harga emas itu selaras dengan tren pembukaan karantina pandemi Covid-19 yang membuka aktivitas ekonomi kembali. Hal itu membuat investor kurang berselera menambah koleksinya di instrumen lindung nilai seperti, emas.

Beberapa negara memang tengah melonggarkan aksi karantina setelah kasus pandemi Covid-19 mencuat sepanjang awal 2020.

Meskipun begitu, posisi harga emas batangan dunia ini masih berada di level tertinggi dala, tujuh tahun terakhir.

Seperti dikutip dari Bloomberg, Avtar Sandu, Manajer Senior untuk komoditas di Phillip Futures Pte., mengatakan emas akan dalam tekanan dalam beberapa hari ke depan. Namun, emas tetap menjadi instrumen lindung nilai terbaik.

“Kita tidak bisa menganggap remeh dampak kehancuran dari pandemi Covid-19 yang bisa membuat volatilitas di pasar uang,” ujarnya.

Di sisi lain, ekonom OCBC Howie Lee mengatakan sentimen risiko ekonomi sudah mereda seiring dengan rencana pembukaan bisnis secara bertahap di beberapa negara.

“The Fed dan Bank sentral Eropa diperkirakan bisa memberikan pengumuman yang menggerakan pasar pada pekan ini. Namun, terlalu dini untuk berpikir hal terburuk dari Covid-19 berakhir, saya lihat harga emas masih bisa naik ke depannnya,” ujarnya.

Jadi, siap mulai belanja instrumen lindung nilai untuk masa depan?

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.