Investasi emas selalu dianggap menjadi instrumen yang paling aman dibandingkan dengan instrumen lainnya. Namun, bagi kaum agresif, investasi di emas tidak memuaskan karena imbal hasilnya tidak menarik. Hal itu membuat muncul pertanyaan, mending investasi emas batangan Antam atau malah investasi di saham PT Antam Tbk. ?

Para pro investasi saham pasti langsung menjawab investasi saham dengan kode ANTM lebih baik ketimbang emas batangan. Di sisi lain, kaum konservatif yang enggan bermain dengan risiko memilih emas.

BACA JUGA: Perang Dunia Ke-3, Saatnya Beli Emas?

Apalagi, ada mitos kalau harga emas akan bergeraks sesuai inflasi sehingga nilai uang tidak tergerus zaman. Namun, bagaimana faktanya?

Saya melakukan dua simulasi, pertama simulasi investasi selama satu tahun terakhir dengan lima tahun terakhir.

Investasi Emas dan Saham ANTM 1 Tahun Terakhir

Jika merujuk investasi selama satu tahun terakhir. Bisa dibilang beli saham ANTM jauh lebih menguntungkan ketimbang investasi emas Antam.

Ini bakal jadi perdebatan apalagi harga emas disebut mengalami kenaikan sepanjang 2019. Dari gejolak ekonomi akibat perang dagang AS-China hingga gejolak Timur Tengah tidak dapat dipungkiri mendongkrak harga emas.

Saya melakukan simulasi pembelian emas batangan pada 30 Desember 2018 dengan harga Rp677.000 per gram. Saya membeli sebanyak 10 gram sehingga secara kasar berinvestasi senilai Rp6,77 juta.

PODCAST: Nasib Indonesia di Malaysia Master 2020 Ambyarr

Namun, uang yang saya keluarkan untuk membeli 10 gram emas adalah Rp6,87 juta. Nilai itu termasuk menghitung pajak penghasilan dengan NPWP sebesar 1,5%.

Kemudian, ketika saya jual pada 31 Desember 2019, harga buyback emas Antam berada pada level Rp678.000 per gram. Artinya, total yang saya dapatkan dari hasil jual emas yang dibeli setahun lalu adalah Rp6,78 juta.

Namun, nilai itu belum bersih karena saya harus menggelontorkan biaya materai senilai Rp6.000. Jadi, total nilai uang yang saya dapatkan dari jual emas batangan itu senilai Rp6,77 juta.

Jika dihitung, saya malah mengalami penurunan nilai investasi sebesar 1,41% dari Rp6,87 juta menjadi Rp6,77 juta.

Sementara itu, saya membandingkannya dengan investasi di saham Antam sebanyak 100 lot atau 10.000 lembar. Pada akhir 2018, harga saham ANTM berada di level Rp770 per saham, artinya saya investasi sekitar Rp7,7 juta di emiten pelat merah tersebut.

Sampai akhir 2019, harga saham ANTM berada di level Rp840 per saham, artinya nilai investasi saya bertambah menjadi Rp8,4 juta.

Namun, itu belum nilai bersih karena ANTM membagikan dividen pada 2019 senilai Rp12,74 per saham. Artinya, saya mendapatkan tambahan keuntungan senilai Rp127.400.

Sayangnya, ada pajak dividen sebesar 10% sehingga total dividen yang saya dapatkan adalah Rp114.660. Total nilai investasi bersih saya di saham ANTM pada akhir tahun menjadi Rp8,51 juta.

Dengan begitu, total keuntungan investasi saham saya di ANTM termasuk pendapatan dari dividen sebesar 10,58%.

Artinya, investasi secara tahunan justru tetap untung di saham Antam ketimbang membeli emas batangan, meski harga emas terus melejit.

Investasi Emas Batangan dan Saham Antam selama 5 Tahun

Lalu, bagaimana jika waktu investasi dilihat lebih lama lagi, yakni selama 5 tahun?

Harga emas Antam pada 31 Desember 2014 berada di level Rp520.000 per gram. Jika saya membeli 10 gram, berarti saya harus menggelontorkan Rp5,27 juta termasuk pajak Pph 1,5%.

Dengan posisi harga buyback Rp678.000 per gram. Saya telah mendapatkan keutungan sebesar 28,34% selama lima tahun investasi di emas batangan.

Kemudian, bagaimana dengan nasib investasi saya di saham ANTM selama lima tahun ke belakang?

Harga saham Antam pada akhir 2014 adalah Rp1.065 per saham. Saya membeli sebanyak 100 lot sehingga harus menggelontorkan sebanyak Rp10,65 juta.

ANTM tidak membagikan dividen pada periode 2015,2016,2017 sehingga saya tidak mendapatkan tambahan pendapatan pada periode tersebut.

Namun, ANTM memutuskan membagikan saham Rp1,99 per saham sehingga total yang saya dapatkan senilai Rp19.900. Itu pun belum dikurangi pajak dividen sebesar 10% sehingga tersisa Rp17.910.

Dengan tambahan dividen 2019 termasuk pajak senilai Rp114.660, total nilai investasi saya di saham ANTM pada akhir 2019 senilai Rp8,53 juta.

Dengan begitu, nilai investasi saya di saham ANTM sepanjang 5 tahun terakhir justru turun sebesar 19,88%.

Simpulannya, untuk investasi jangka panjang, emas batangan memang cenderung lebih aman dari risiko ketimbang saham.

Dengan hasil simulasi itu, mana yang kamu pilih, investasi di emas batangan atau saham ANTM?

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close