Indonesia Open akan dimulai pada pekan depan, tetapi banyak pula yang galau karena belum mendapatkan tiket hingga saat ini. Mereka pun resah tidak bisa mendapatkan tiket karena kapasitas Istora Senayan sudah terpangkas pasca renovasi untuk Asian Games 2018. Apakah ini saatnya Indonesia membangun arena turnamen bulu tangkis yang lebih megah dari Istora?

Untuk itu, Bacot Badminton episode 3 mengulik tentang tempat gelaran Indonesia Open 2019 sebagai salah satu turnamen terbaik BWF.

BACA JUGA : Bisnis Kedai Kopi, Lokal Mulai Menyaingi Starbucks

Zulfikri Satria, yang saya ajak kolaborasi podcast di Bacot Badminton episode ke-3, sangat menyanyangkan Indonesia tidak memiliki arena badminton yang setara dengan negara lain seperti, Inggris dan Malaysia.

Inggris memiliki National Indoor Arena Birmingham yang digunakan untuk All England. Kapasitas arena Negeri Ratu Elizabeth itu mencapai 15.800 penonton.

Bahkan, Negeri Jiran Malaysia memiliki Axiata Arena dengan kapasitas sebesar 16.000 penonton, sedangkan Istora yang didapuk sebagai arena bulu tangkis legendaris hanya memiliki kapasitas 7.166 penonton.

Kapasitas Istora itu pun sudah menciut dari kapasitas awal 10.000 setelah renovasi pada 2017-2018. Padahal, Istora harus menggelar turnamen sekelas Indonesia Open 2019, turnamen yang memiliki kelas tertinggi yakni, 1.000, setara dengan All England.

Menciutnya kapasitas Gedung Istora Senayan itu ditenggarai membuat harga tiket makin mahal.

Kemudian, apakah Indonesia hanya memiliki Istora untuk arena turnamen bulu tangkis?

Sebenarnya, Indonesia punya beberapa arena yang bisa digunakan untuk turnamen besar, tetapi kapasitasnya pun masih jauh dari Istora.

Beberapa arena itu antara lain, Britama Arena Kelapa Gading yang memiliki kapasitas 5.000 penonton, DBL Arena Surabaya 4.000 penonton, dan Palembang Sport Convention Center 4.000 penonton.

Melihat fakta itu, apakah Indonesia memang perlu buat atau renovasi Istora agar memiliki kapasitas yang lebih besar? Selengkapnya bisa dengarkan di Podcast Bacot Badminton yang bisa diklik di link ini ya.

0Shares

One thought on “Indonesia Open dan Kelayakan Istora Senayan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close