IHSG kembali melemah pada perdagangan Senin 30 Maret 2020 setelah turun 2,88% menjadi 4.414. Sektor industri lainnya dan manufaktur menjadi penekan utama IHSG pada perdagangan awal pekan ini.

Sebelumnya, IHSG sudah diprediksi kembali tertekan karena ada indikasi aksi ambil untung atau taking profit. Pasalnya, sepanjang pekan lalu, IHSG mampu menguat sebesar 8,63%.

BACA JUGA: Pandemi Corona, Lupakan Cuan Sejenak

Sepanjang perdagangan hari ini, BEI sempat menghentikan sementara perdagangan karena IHSG anjlok tembus 5% jelang penutupan pasar sesi I. Untungnya, pelemahan IHSG mampu menipis menjadi 2,88% pada penutupan perdagangan jam 15:00 WIB tadi.

Meskipun begitu, lima saham top gainers teratas masih bisa menguat hingga di atas 30% loh.

PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) menjadi top gainer harian tertinggi pada hari ini setelah menguat 34,38% menjadi Rp172 per saham.

PODCAST: IHSG Anjlok Parah, Apa yang Harus Kita Lakukan?

PT Ayana Land International Tbk. (NASA) menjadi top gainer tertinggi kedua setelah naik 25,63% menjadi Rp250 per saham.

PT Intan Baruprana Finance Tbk. (IBFN) menjadi tertinggi ketiga setelah naik 25% menjadi Rp300 per saham.

PT Bank Artos Indonesia Tbk. (ARTO) menjadi tertinggi keempat setelah naik 25% menjadi Rp590 per saham.

PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk. (PDES) menjadi tertinggi kelima setelah naik 24,49% menjadi Rp610 per saham.

Namun, lonjakan saham tiga dari lima top gainers itu kurang likuid. Ketiga saham melejit hanya pada satu titik perdagangan alias tidak aktif.

Ketiga saham itu antara lain, NASA, IBFN, dan PDES.

Di sisi lain, ARTO hanya aktif pada sesi pertama. Hanya ACST yang mencatatkan perdagangan lumayan aktif dari awal perdagangan sampai penutupan hari ini.

IHSG Melemah, Berita Tentang Pandemi Corona Hari Ini

Berita terhangat hari adalah keputusan Presiden Indonesia atau Joko Widodo untuk melakukan pembatasan sosial dalam skala besar dan dikombinasikan dengan darurat sipil.

Apaan tuh? tanpa detail yang lebih jelas, saya menerka-nerka kalau ini adalah kalimat bersayap dari karantina wilayah.

Namun, pembatasan sosial dalam skala besar ini memang berbeda dengan karantina wilayah. Dalam UU Kekarantinaan Kesehatan Nomor 6 Tahun 2018, keduanya dibahas sebagai mitigasi faktor risiko di wilayah pada situasi kedaruratan kesehatan masyarakat.

Pembatasan sosial berskala besar mengatur soal pembatasan aktivitas masyarakat di sekolah, kantor, dan publik. Dalam aturan itu, penyelenggaraan pembatasan sosial skala besar berkoordinasi dan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Lalu Apa Bedanya dengan Karantina Wilayah?

Perbedaan antara pembatasan sosial berskala besar dengan karantina wilayah dalam UU itu adalah selama dalam karantina wilayah, kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.

Nantinya pemerintah pusat akan melibatkan pemerintah daerah dan pihak terkait dalam proses karantina wilayah.

Jadi perbedaan signifikannya adalah masalah kebutuhan hidup dasar masyarakat yang ditanggung atau tidak oleh pemerintah pusat.

Mungkin, dengan berbagai perhitungan, mungkin ada alasan Jokowi memilih pembatasan sosial berskala besar ketimbang karantina wilayah.

Namun, tujuan dari pembatasan skala besar dan karantina wilayah adalah sama, yakni membatasi mobilitas masyarakat.

Bagaimana Nasib Pekerja Informal dan Harian?

Dari sisi ini, pemerintah menyiapkan bantuan langsung tunai khusus kepada pekerja informal dan harian jauh sebelum memutuskan akan pilih pembatasan sosial dalam skala besar.

Artinya, seharusnya nasib pekerja informal dan harian sudah ditanggung oleh pemerintah lewat bantuan langsung tunai tersebut.

Nantinya, nasib ekonomi negara akan tergantung seberapa cepat strategi pembatasan sosial skala besar ini bisa sukses meredam penyebaran virus Corona lebih jauh.

Begitu juga nasib para pekerja formal yang bisa terimbas dari kondisi ekonomi yang melambat. Harapannya, semoga saja tidak ada gelombang PHK yang cukup besar.

Lalu, apa hubungannya dengan membahas IHSG di awal cerita?

Keputusan pemerintah ini berarti menjadi tindakan tegas pemerintah yang membuat arah pasar saham bisa menjadi lebih baik.

Apalagi, jika itu sudah diimplementasikan. Artinya, ada langkah serius pemerintah untuk menangani penyebaran virus Corona di Indonesia.

Tinggal menunggu waktu saja IHSG bisa kembali ke 5.000-an dan para ‘nyangkuters’ bisa mendulang cuan.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles