risiko investasi p2p lending
Headline Ulasan Surya  

Tips Meredam Risiko Investasi P2P Lending

Investasi P2P Lending memang menjadi salah satu alternatif yang menarik saat ini. Namun, investasi P2P Lending juga memiliki risiko lho. Apa saja risikonya?

Peer to peer (P2P) lending adalah platform yang mempertemukan antara pemilik dana dengan pihak yang butuh dana. Nantinya, pemilik dana bisa memberikan pinjaman kepada yang membutuhkan dana. Sang pemilik dana akan mendapatkan keuntungan berupa bunga pinjaman yang dibebankan kepada pihak yang butuh dana. 

Daftar Isi:

  1. Risiko Investasi P2P Lending
  2. Asuransi Kredit
  3. Fakta Asuransi Kredit di P2P Lending
  4. Diversifikasi Debitur
  5. Compound Interest

Konsep P2P Lending sudah berkembang sejak 4 tahun lalu. Keberadaan P2P Lending seolah menjadi jawaban bagi para pelaku usaha UMKM yang kesulitan mendapatkan akses modal dari perbankan. 

Di sisi lain, P2P Lending pun menjadi alternatif investasi yang menawarkan imbal hasil menarik. Beberapa P2P Lending menawarkann keuntungan hingga di atas 20% per tahun. 

Angka imbal hasil yang lumayan besar jika dibandingkan dengan bunga deposito bank yang terus menyusut seiring penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI). 

Dengan tawaran imbal hasil yang menarik, bagaimana dengan risiko investasi di P2P Lending?

Risiko Investasi di P2P Lending

Risiko utama dalam berinvestasi di P2P Lending adalah debitur atau pihak yang meminjam uang tidak bisa membayar utangnya. Artinya, pihak yang memberikan pinjaman kemungkinan akan kehilangan uangnya itu, meski akan dilakukan sejumlah upaya agar si debitur ini membayar utangnya. 

Namun, risiko investasi itu tidak menghilangkan pesona P2P lending sebagai alternatif penempatan dana nganggur

Soalnya, pemberi pinjaman bisa memilih siapa yang akan diberikan pinjaman.  Apalagi, penyedia platform P2P Lending juga menyediakan credit rating bagi para peminjam dana. Dengan begitu, pemilik dana bisa menakar risiko penempatan dana di setiap peminjam. 

BACA JUGA: Ini Untung-rugi Antara Asuransi Murni dengan Unit-link

Keberadaan credit rating itu pun menentukan tingkat imbal hasil yang bisa didapatkan pemberi pinjaman. 

Sesuai dengan prinsip high risk high return, jika memilih tempatkan dana di debitur dengan kualitas bagus, artinya tingkat imbal hasilnya juga rendah. Lalu, jika menempatkan dana di debitur dengan kualitas buruk, imbal hasilnya juga lebih tinggi. 

Dengan begitu, pemberi pinjaman bisa memilih ingin mendapatkan tingkat keuntungan seberapa besar, tetapi juga harus menerima tingkat risikonya. 

Asuransi Kredit, Tips Utama Meredam Risiko Investasi di P2P Lending

Tips utama meredam risiko investasi di P2P Lending adalah dengan fasilitas asuransi kredit. Fasilitas asuransi kredit ini bisa menjamin pokok investasi pemberi pinjaman kembali. Beberapa P2P Lending mulai menggunakan asuransi kredit, bahkan bisa menjamin hingga 100% pokok investasi. 

Meskipun begitu, karakter asuransi kredit ini berbeda dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang menjamin dana deposito nasabah bank dalam nominal dan bunga tertentu. Jika LPS menjaminkan 100% sesuai regulasi yang ada, sedangkan asuransi kredit ini sifatnya hanya fasilitas di mana platform P2P Lending tidak diwajibkan memilikinya. 

Sejauh ini, tidak semua platform P2P Lending memiliki asuransi kredit. Beberapa platform yang sudah menggunakan asuransi kredit antara lain, Koinworks, Akseleran, dan Komunal. 

Asuransi kredit juga tidak sembarangan memberikan proteksi dana pemberi pinjaman. Kriteria utama untuk proteksi dana pemberi pinjaman adalah penempatan dana harus di debitur yang berkualitas menengah hingga baik. Semakin bagus kualitas debitur, maka jaminan asuransinya bisa mencapai 100% nilai pokok investasi. 

Namun, kalau pemberi pinjaman menempatkan dananya di debitur dengan kualitas buruk, maka tidak akan mendapatkan jaminan asuransi. Soalnya, tingkat risikonya besar. 

Selain itu, ada juga tipe asuransi kredit P2P Lending yang membebankan biayanya kepada pemberi pinjaman.

Fakta Asuransi Kredit di P2P Lending

Sebagai contoh, Koinworks yang memberikan jaminan asuransi kredit sesuai dengan kualitas debitur. Jika kualitas debitur berada di level S dan A, maka proteksi yang diberikan 100%. Lalu, kalau kualitas debitur berada di level B,C,D,dan E, maka masing-masing proteksi sebesar 80%, 60%, 40%, dan 20%. 

Kemudian, jika debiturnya ungrade, maka dana pemberi pinjaman tidak akan diproteksi oleh asuransi kredit. 

Adapun, Koinworks memberikan disclaimer kalau dana proteksi asuransi kredit bukan jaminan untuk keamanan investasi. Nominal dana proteksi pun terbatas dan tidak diatur dalam peraturan pemerintah. 

Kerja sama KoinWorks dengan pihak penjamin asuransi kreditnya bisa dibatalkan sewaktu-waktu. Lalu, jika gagal bayar pinjaman bertambah banyak, dana proteksi bisa saja habis dan tidak bisa digunakan untuk membayar risiko gagal bayar selanjutnya. 

Berbeda dengan KoinWorks, Akseleran memiliki asuransi kredit  yang menjamin pokok dana pemberi pinjaman hingga 85%. Ketentuannya, asuransi kredit hanya berlaku jika pemberi pinjaman menempatkan dananya di debitur dengan stiker proteksi. 

Selain debitur dengan stiker proteksi, fasilitas asuransi kredit Akseleran itu tidak akan berlaku. 

Adapun, asuransi kredit akan memberikan pokok dana kepada pemberi pinjaman jika debitur sudah tidak membayar hingga 90 hari setelah masa jatuh tempo.

Selain KoinWorks dan Akseleran, ada Komunal yang juga menyediakan asuransi kredit yang bisa mengcover pokok dana yang dipinjam hingga 80%. Namun, pemberi pinjaman harus mengeluarkan dana sekitar 2% per tahun untuk mendapatkan proteksi tersebut. 

Nantinya, asuransi kredit itu akan mencairkan dana pinjaman gagal bayar ketika debitur tidak bisa bayar selama 90 hari setelah masa jatuh tempo. 

Redam Risiko Investasi dengan Diversifikasi Debitur

Ingat pepatah yang bilang kalau investasi, jangan tempatkan uang di keranjang yang sama. Nah, hal itu juga berlaku dalam investasi P2P Lending, artinya si pemberi pinjaman jangan menempatkan dana pada debitur yang sama alias melakukan diversifikasi. 

Diversifikasi debitur dalam P2P Lending dilakukan dengan menempatkan dana pada debitur yang berbeda secara kualitas. Dengan begitu peluang mendapatkan keuntungan lebih tinggi ada dengan risiko lebih rendah. 

Namun, pemberi pinjaman juga harus menakar profil risiko dan strategi penempatan dana agar tidak mengalami kerugian. 

Misalnya, pemberi pinjaman membagi penempatan dananya sebesar 50% ke debitur kualitas tinggi, 30% kualitas menengah, dan 20% kualitas rendah. Dengan diversifikasi itu, tingkat imbal hasil juga akan lebih tinggi dengan risiko yang mungkin sedikit lebih rendah. 

Jadi, ketika buruk-buruknya 20% debitur kualitas rendah ini gagal bayar, potensi kerugiannya bisa diredam karena masih memiliki penempatan dana di debitur kualitas tinggi dan menengah. Bayangkan jika 100% dana ditempatkan pada debitur kualitas rendah demi keuntungan yang besar, artinya pemberi pinjaman berpotensi kehilangan seluruh uangnya. 

Optimalkan Skema Compound Interest 

Skema compound interest bisa digunakan pemberi pinjaman yang takut dengan risiko penempatan dana di debitur kualitas rendah, tapi ingin menyicipi keuntungan yang besar. Compound interest adalah istilah dalam investasi di P2P Lending di mana bunga yang dihasilkan bisa menghasilkan bunga lagi. 

Cara melakukan compound interest dengan menempatakan hasil bunga pinjaman ke pinjaman lainnya. Beberapa P2P Lending sudah memiliki fitur otomatis untuk menggulung bunga hasil pinjaman tersebut. Bahkan, pemberi pinjaman bisa memilih hasil dari bunga pinjaman itu mau ditempatkan ke debitur sesuai kualitasnya. 

Dengan begitu, pemberi pinjaman juga berani untuk menempatkan dana di debitur dengan kualitas rendah demi mendapatkan keuntungan maksimal. 

Di sini, fungsi compound interest adalah membantu redam risiko investasi secara tidak langsung, Jadi, dengan hasil bunga pinjaman itu, pemberi pinjaman bisa menempatkannya ke debitur kualitas  rendah agar bisa mendapatkan keuntungan yang tinggi tanpa perlu takut dengan risikonya.

Jadi, ketika debitur kualitas rendah itu gagal bayar, si pemberi pinjaman bisa dibilang tidak mengalami kerugian. Soalnya, dana yang diberikan kepada debitur kualitas rendah itu berasal dari bunga pinjaman sebelumnya, bukan dana dari si pemberi pinjaman. 

Setelah mengetahui tips meredam risiko investasi di P2P Lending, siap menjajal salah satu instrumen investasi kekinian tersebut?

2 thoughts on “Tips Meredam Risiko Investasi P2P Lending

  1. fanny_dcatqueen

    Aku udh lama main di P2P :D. Sekarang ini masih aktif si Akseleran, Modal Rakyat dan Asetku. Paling gede penempatan di Asetku. Paham banget resiko2 gagal bayar ini, aku sempet ngalamin mandeg, pas pake investree dan akseleran juga pernah. Tapi yg investree akhirnya dibayar full Ama bunga setelah 6 bulanan telat lah. Jd aku santai aja :p.

    Yg akseleran msh dlm proses, tapi aku ga kuatir kalo soal begini. Ya namanya investasi mah pasti ada untung rugi sesekali. Aku tungguin aja ntr penyelesaiannya gimana. Dr pihak akseleran mereka akan ksh waktu sampai feb 2021. Ya sudah :D. Kalopun ga bisa balik full, insyaallah tertutup dari investasi saham2ku :D. Diversifikasi yg ptg toh. Rugi di 1 bidang, masih untung di tempat lain. Skr ini sih, aku LG fokus Ama saham dulu, jd penempatan dana LBH banyak kesana. Tp utk p2p dan logam mulia tetep rutin aku tambah tiap bulan.

  2. Riza Firli

    dikantor ku dulu juga punya p2p namanya Asetku.. dia dananya dialirin ke orang-orang yang kredit /belanja dengan cicilan di Akulaku

Leave A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Copyright © 2021 All Rights Reserved.   |  Powered by MinistryVoice