Gaji direksi bank BUMN terimajinasikan sangat besar. Ibaratnya, gaji pegawainya aja kayaknya sudah lumayan, bagaimana dengan gaji bosnya ya?

Nah, kali ini saya iseng mengulik laporan tahun 2019 ketiga Bank BUMN pelat merah, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Gaji direksi bank BUMN terbesar ternyata datang dari Bank Mandiri. Emiten berkode BMRI itu memberikan gaji kepada Direktur Utamanya sepanjang 2019 sekitar Rp472 juta per bulan.

Lalu, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mendapatkan gaji sekitar Rp448,4 juta per bulan. Lalu, Direktur SDM senilai Rp424,8 juta per bulan, direktur lainnya sebanyak 9 orang masing-masing mendapatkan Rp401,2 juta per bulan.

BACA JUGA: Mending Investasi Ke SR012 atau Emas Batangan ya? Ini Pengalaman Saya

Gaji direksi bank BUMN terbesar kedua dipegang oleh Bank Negara Indonesia (BNI). BBNI memberikan upah kepada Direktur Utamanya sekitar Rp260,3 juta per bulan.

Lalu, Wakil Direktur Utama BNI mendapatkan Rp247,28 juta per bulan. Direktur SDM senilai Rp234,27 juta per bulan, dan 8 direktur lainnya menerima upah masing-masing Rp221,25 juta per bulan.

Siapa sangka, Bank Rakyat Indonesia (BRI) yang menjadi bank dengan aset terbesar di Indonesia menggaji direksinya lebih rendah ketimbang BMRI dan BBNI.

Direktur Utama BRI digaji sekitar Rp233 juta per bulan. Wakil Direktur Utama digaji Rp221,35 juta per bulan, dan 16 direktur lainnya digaji masing-masing diupah sekitar Rp209,7 juta per bulan.

Gaji Direksi Bank BUMN Boleh Bank Mandiri Tertinggi, Kalau Soal Tantiem Bagaimana?

Bank Mandiri boleh menjadi bank pelat merah yang menggaji direksinya paling tinggi ketimbang dua bank pelat merah lainnya. Namun, bagaimana kalau dari segi tantiem?

Tantiem adalah bagian keuntungan perusahaan yang diberikan kepada karyawan jika perusahaan mencatatkan laba bersih.

Dari segi nilai total, BRI mencatatkan tantiem paling tinggi, yakni senilai Rp305,71 miliar. Bank Mandiri di posisi kedua senilai Rp277,17 miliar, dan BNI di posisi ketiga senilai Rp171,11 miliar.

Namun, itu belum mencerminakn pembagian ke direksi karena jumlah direksi yang menerima tantiem antar bank berbeda-beda.

BRI memang secara total menganggarkan tantiem 2018 tertinggi, tetapi nilai itu harus dibagikan kepada 14 orang direksinya. Bank Mandiri yang di posisi kedua juga harus membagikan tantiem ke 14 orang, sedangkan BNI membagikan kepada 11 orang.

Dengan begitu, jika pembagian tantiem dibagi rata, maka BRI membagikan Rp21,83 miliar per orang, Bank Mandiri membagikan Rp19,79 miliar per orang, dan BNI membagikan Rp15,55 miliar per orang.

Namun, kalau menghitung dengan rasio pengupahan gaji. Artinya BRI memberikan tantiem kepada dirutnya senilai Rp23,95 miliar.

Wadirut BRI menerima Rp22,75 miliar dan sisanya dibagikan kepada 12 direksi yang masing-masing senilai Rp21,55 miliar.

Bank Mandiri yang bertengger di popsisi kedua membagikan tantiem ke dirutnya senilai Rp22,71 miliar, Wadirut senilai Rp21,57 miliar, Direktur SDM senilai Rp20,43 miliar, dan 11 direksi lainnya masing-masing senilai Rp19,3 miliar.

BNI yang berada di posisi ketiga membagikan tantiem kepada dirutnya senilai Rp17,73 miliar. Lalu, wadirutnya mendapatkan Rp16,84 miliar, direktur SDM Rp15,95 miliar, dan 8 direksi sisanya masing-masing menerima Rp15,07 miliar.

Adu Fasilitas Direksi Antar Bank BUMN

Selain menerima gaji dan tantiem, direksi bank BUMN juga menerima fasilitas dari perumahan, asuransi, sampai transportasi.

Untuk tunjangan perumahan, Bank Mandiri menjadi paling tinggi dengan anggaran Rp2,55 miliar untuk 10 direksi.

BRI menyusul di posisi kedua dengan total anggaran Rp3,73 miliar untuk 17 direksi. Terakhir, BNI yang menganggarkan Rp1,01 miliar untuk 11 direksi.

Selain tunjangan perumahan, ada pula transportasi yang berbentuk kendaraan. Menarik di sini, direksi bank BUMN yang mendapatkan fasilitas transportasi tertinggi adalah BNI dengan anggaran Rp9,76 miliar untuk 11 direksi.

Posisi kedua dipegang oleh Bank Mandiri senilai Rp561 juta untuk 4 direksi. BRI menjadi yang ketiga dengan anggaran Rp1,07 miliar untuk 17 anggota direksi.

Dari segi asuransi kesehatan, Bank Mandiri menjadi yang terbesar dengan anggaran Rp1,52 miliar per tahun untuk 12 direksi. BNI menyusul di peringkat kedua dengan biaya Rp495 juta untuk 11 direksi.

Di sisi lain, tidak ada jejak asuransi kesehatan dalam laporan tahun BRI 2019. Mungkin ada, tetapi tidak tercatat.

Terakhirnya, tunjangan asuransi purna jabatan.

BRI menjadi bank BUMN yang menganggarkan premi asuransi purna jabatan terbesar loh. BBRI anggarkan Rp19,31 miliar untuk 17 direksi.

Bank Mandiri di posisi kedua dengan anggaran Rp10,14 miliar untuk 12 direksi. Terakhir, BNI menganggarkan Rp7,28 miliar untuk 11 direksi.

Nah, setelah melihat itu semua, enakan jadi direksi di bank BUMN yang mana ya?

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles