SuryaRianto https://suryarianto.id Seterang Matahari Thu, 18 Jul 2019 11:08:12 +0000 id-ID hourly 1 https://wordpress.org/?v=5.2.2 https://suryarianto.id/wp-content/uploads/2019/03/cropped-orbz_sun-32x32.png SuryaRianto https://suryarianto.id 32 32 Nasib Kawasan Industri Jababeka, Kontraktor Tolak Hasil RUPS https://suryarianto.id/nasib-kawasan-industri-jababeka-kontraktor-tolak-rups/ https://suryarianto.id/nasib-kawasan-industri-jababeka-kontraktor-tolak-rups/#respond Thu, 18 Jul 2019 11:08:09 +0000 https://suryarianto.id/?p=319 Nasib Kawasan Industri Jababeka tak hanya bikin jantung pemegang saham ritel bedebar, tetapi juga beberapa pihak terkait proyek perseroan dan karyawannya. Soalnya, jika emiten berkode KIJA itu bangkrut, proses pembayaran proyek juga bisa tertunda sehingga dampaknya sistemik. Dalam keterbukaan informasi pada 17 Juli 2019 malam, tiga pihak terkait proyek Kawasan Continue Reading

The post Nasib Kawasan Industri Jababeka, Kontraktor Tolak Hasil RUPS appeared first on SuryaRianto.

]]>
Nasib Kawasan Industri Jababeka tak hanya bikin jantung pemegang saham ritel bedebar, tetapi juga beberapa pihak terkait proyek perseroan dan karyawannya. Soalnya, jika emiten berkode KIJA itu bangkrut, proses pembayaran proyek juga bisa tertunda sehingga dampaknya sistemik.

Dalam keterbukaan informasi pada 17 Juli 2019 malam, tiga pihak terkait proyek Kawasan Industri Jababeka yang menolak hasil RUPS perseroan. ketiga pihak itu antara lain, PT Bhinneka Cipta Karya, PT Praja Vita Mulia, dan PT Grha Kreasindo Utama.

PT Grha Kreasindo yang menjadi kontraktor proyek di Morotai milik Kawasan Indsutri Jababeka mengaku bingung dan resah dengan isu KIJA terancam gagal bayar surat utang.

BACA JUGA : Indonesia Open dan Kelayakan Istora Senayan

Untuk itu, Grha Kreasindo yang berkepentingan atas proyek Kawasan Industri Jababeka merasa keberatan dengan perubahan pengendali dan jajaran direksi serta komisaris tersebut.

PT Bhineka Cipta Karya, kontraktor PT Grahabuana Cikarang, anak usaha Kawasan Industri Jababeka, merasa sangat dirugikan dengan isu perombakan direksi dan komisaris di KIJA. Bhineka Cipta Karya pun secara tegas menolak perubahan susunan direksi dan komisaris perseroan.

Podcast : Layakkah Istora Senayan Gelar Indonesia Open?

Pasalnya, perubahan direksi dan komisaris KIJA bisa membuat perseroan gagal bayar pembelian kembali surat utangnya sehingga bisa berdampak kepada anak usaha, termasuk perusahaan tempat kontraktor itu bekerja.

Begitu juga dengan PT Praja Vita Mulia, kontraktor proyek Kawasan Industri Jababeka yang menolak keputusan perubahan direksi dan komisaris tersebut.

Nasib Kawasan Industri Jababeka dan Kejutan di Siang Bolong

Sebelum rapat umum pemegang saham pada 26 Juni 2019, tidak ada tanda-tanda nasib Kawasan Industri Jababeka bakal terancam gagal bayar dalam aksi beli kembali surat utangnya. Apalagi, kinerja kuartal I/2019 KIJA juga cukup moncer.

Laba bersih KIJA melesat 368,96% menjadi RP74,29 miliar dibandingkan dengan Rp15,84 miliar pada kuartal I/2018.

Lonjakan laba bersih perseroan itu ditopang oleh untung selisih kurs yang mencapai Rp71,82 miliar dibandingkan rugi kurs Rp59,92 miliar di periode sama tahun lalu.

Harga saham KIJA malah sedang ngebut ke atas. Sejak 22 Mei 2019 sampai 8 Juli 2019, harga saham KIJA melesat 21,6% menjadi RP304 per saham.

Sayangnya, nasib Kawasan Industri Jababeka yang bagus harus berakhir akibat hasil rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan 26 Juni 2019.

Sebenarnya, RUPS tahunan KIJA sempat ditunda selama sebulan dari awalnya 24 Mei 2019 menjadi 26 Juni 2019. Namun, ini juga belum memberikan tanda ada masalah dengan KIJA.

Nasib Sial Kawasan Industri Jababeka Gara-gara Pergantian Direksi dan Komisaris

Puncaknya, RUPS tahunan pada 26 Juni 2019 itu juga membahas perubahan susunan anggota direksi dan komisaris. PT Imakotama Investindo dan Islamic Development Bank selaku pemegang 6,387% dan 10,841% mengusulkan Sugiharto sebagai anggota direksi dan Aries Liman sebagai anggota komisaris.

Sugiharto pun diangkat sebagai direktur utama, sedangkan Aries Liman diangkat sebagai komisaris. Keputusan itu disetujui oleh 52,11% pemegang saham yang hadir dalam rapat.

Pihak yang melakukan setuju dengan perubahan itu disebut berada di bawah kendali Imakotama dan afiliasing.

Hal itu membuat masalah berlanjut ke surat utang Senior Guaranteed Notes yang bakal jatuh tempo 2023 senilai US$300 juta yang diterbitkan Jababeka International B.V, anak usaha perseroan.

Surat utang itu memiliki syarat dan kondisi yakni, jika terjadi perubahan pengendali, perseroan akan menawarkan opsi buyback surat utang dengan harga 101% selama 30 hari sejak perubahan pengendali.

Nah, jumlah pemegang saham yang melakukan voting setuju disebut di bawah kendali Imakotama. Jumlah itu disebut melebihi syarat pemegang saham pengendali yang telah ditentukan dari surat utang tersebut.

Lalu, KIJA pun mengumumkan perseroan tidak dapat melaksanakan penawaran pemeblian kembali surat utang tersebut. Untuk itu, Jababeka International B.V akan berada dalam kondisi gagal bayar atau default.

Kawasan Industri Jababeka masih Bisa Diselamatkan

Meskipun begitu, pemegang saham ritel KIJA disebut bisa tetap tenang. Nasib Kawasan Industri Jababeka masih bisa diselamatkan.

Salah satu pengamat mengatakan, jika ada kasus gagal bayar obligasi, biasanya akan dilakukan rapat pemegang obligasi. Nanti, bisa saja muncul opsi perpanjangan masa pembayaran pokok atau negosiasi lainnya.

“Seharusnya, para pemegang obligasi setuju untuk perpanjang karena jika langsung deal 101%, berarti mereka hanya mendapatkan bunga 1%. Padahal, kupon obligasinya mencapai 6,5%,” ujarnya.

Dia pun menilai, dampaknya kepada pemegang saham ritel tidak terlalu besar jika pembayaran surat utang itu mendapatkan perpanjangan waktu.

Perubahan Kepemilikan Saham

Sepanjang setahun terakhir, KIJA memang mencatatkan perubahan kepemilikan saham. Bahkan, Imakotama Investindo belum terdaftar sebagai pemegang saham di atas 5% pada akhir 2018.

Komposisi pemegang saham di atas 5% pada akhir 2018 yakni, Islamic Development Bank 9,32% dan Mu Min Ali GUnawan 21,08%.

Imakotama mulai muncul sejak 30 April 2019, saat itu porsi kepemilikan Imakotama 5,18%, sedangkan porsi kepemilikan Islamic Development Bank (IDB) dan Mu Min Ali GUnawan masing-masing 9,3% dan 21,08%.

Sampai akhir Mei 2019, Imakotama terus menambah kepemilikannya di KIJA menjadi 6,16%. IDB juga menambah kepemilikannya menjadi 10,93%, sedangkan Mu Min Ali GUnawan tetap 21,08%.

Imakotama disebut memiliki 90% saham PT Pratama Capital Indonesia. Nama Pratama Capital turut muncul dalam RUPS tersebut. Selain Imakotama, Pratama Capital juga dimiliki oleh Mustafa sebanyak 10%.

Pratama Capital lewat Pratama Capital Asset Management menjadi pihak yang diberikan kuasa oleh Imakotama untuk mengusulkan nama direktur utama baru KIJA.

Dikutip dari Linkedin Iwan Margana, pihak terkait menyebutkan dirinya sebagai pemilik PT Pratama Capital Indonesia.

Artinya, bisa jadi Iwan Margana juga memiliki hubungan kuat dengan Imakotama.

Nah, kira-kira bagaimana nasib KIJA, pemegang saham, pekerja, dan mitra selanjutnya jika kasus pergantian direksi ini berlanjut? kita tunggu saja.

Sejauh ini, pergerakan harga saham KIJA masih digembok oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

The post Nasib Kawasan Industri Jababeka, Kontraktor Tolak Hasil RUPS appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/nasib-kawasan-industri-jababeka-kontraktor-tolak-rups/feed/ 0
Indonesia Open dan Kelayakan Istora Senayan https://suryarianto.id/indonesia-open-dan-kelayakan-istora/ https://suryarianto.id/indonesia-open-dan-kelayakan-istora/#comments Sat, 13 Jul 2019 06:19:37 +0000 https://suryarianto.id/?p=313 Indonesia Open akan dimulai pada pekan depan, tetapi banyak pula yang galau karena belum mendapatkan tiket hingga saat ini. Mereka pun resah tidak bisa mendapatkan tiket karena kapasitas Istora Senayan sudah terpangkas pasca renovasi untuk Asian Games 2018. Apakah ini saatnya Indonesia membangun arena turnamen bulu tangkis yang lebih megah Continue Reading

The post Indonesia Open dan Kelayakan Istora Senayan appeared first on SuryaRianto.

]]>
Indonesia Open akan dimulai pada pekan depan, tetapi banyak pula yang galau karena belum mendapatkan tiket hingga saat ini. Mereka pun resah tidak bisa mendapatkan tiket karena kapasitas Istora Senayan sudah terpangkas pasca renovasi untuk Asian Games 2018. Apakah ini saatnya Indonesia membangun arena turnamen bulu tangkis yang lebih megah dari Istora?

Untuk itu, Bacot Badminton episode 3 mengulik tentang tempat gelaran Indonesia Open 2019 sebagai salah satu turnamen terbaik BWF.

BACA JUGA : Bisnis Kedai Kopi, Lokal Mulai Menyaingi Starbucks

Zulfikri Satria, yang saya ajak kolaborasi podcast di Bacot Badminton episode ke-3, sangat menyanyangkan Indonesia tidak memiliki arena badminton yang setara dengan negara lain seperti, Inggris dan Malaysia.

Inggris memiliki National Indoor Arena Birmingham yang digunakan untuk All England. Kapasitas arena Negeri Ratu Elizabeth itu mencapai 15.800 penonton.

Bahkan, Negeri Jiran Malaysia memiliki Axiata Arena dengan kapasitas sebesar 16.000 penonton, sedangkan Istora yang didapuk sebagai arena bulu tangkis legendaris hanya memiliki kapasitas 7.166 penonton.

Kapasitas Istora itu pun sudah menciut dari kapasitas awal 10.000 setelah renovasi pada 2017-2018. Padahal, Istora harus menggelar turnamen sekelas Indonesia Open 2019, turnamen yang memiliki kelas tertinggi yakni, 1.000, setara dengan All England.

Menciutnya kapasitas Gedung Istora Senayan itu ditenggarai membuat harga tiket makin mahal.

Kemudian, apakah Indonesia hanya memiliki Istora untuk arena turnamen bulu tangkis?

Sebenarnya, Indonesia punya beberapa arena yang bisa digunakan untuk turnamen besar, tetapi kapasitasnya pun masih jauh dari Istora.

Beberapa arena itu antara lain, Britama Arena Kelapa Gading yang memiliki kapasitas 5.000 penonton, DBL Arena Surabaya 4.000 penonton, dan Palembang Sport Convention Center 4.000 penonton.

Melihat fakta itu, apakah Indonesia memang perlu buat atau renovasi Istora agar memiliki kapasitas yang lebih besar? Selengkapnya bisa dengarkan di Podcast Bacot Badminton yang bisa diklik di link ini ya.

The post Indonesia Open dan Kelayakan Istora Senayan appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/indonesia-open-dan-kelayakan-istora/feed/ 1
Bisnis Kedai Kopi, Lokal Mulai Bersaing dengan Starbucks https://suryarianto.id/bisnis-kedai-kopi-lokal-mulai-bersaing-dengan-starbucks/ https://suryarianto.id/bisnis-kedai-kopi-lokal-mulai-bersaing-dengan-starbucks/#comments Sun, 07 Jul 2019 05:52:31 +0000 https://suryarianto.id/?p=307 Bisnis kedai kopi kian menjamur, bahkan Starbucks sang penguasa pasar tampaknya mulai terganggu dengan kehadiran kedai lokal. Melihat antusias wirausaha masuk ke bisnis kedai kopi, berikut ini sedikit analisis singkat legitnya bisnis tersebut. Indonesia dan kopi memiliki hubungan yang sangat kuat. Menurut data WorldAtlas, Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat Continue Reading

The post Bisnis Kedai Kopi, Lokal Mulai Bersaing dengan Starbucks appeared first on SuryaRianto.

]]>
Bisnis kedai kopi kian menjamur, bahkan Starbucks sang penguasa pasar tampaknya mulai terganggu dengan kehadiran kedai lokal. Melihat antusias wirausaha masuk ke bisnis kedai kopi, berikut ini sedikit analisis singkat legitnya bisnis tersebut.

Indonesia dan kopi memiliki hubungan yang sangat kuat. Menurut data WorldAtlas, Indonesia adalah produsen kopi terbesar keempat dunia. Dari data itu, Indonesia mencatat produksi kopi sebanyak 660.000 ton.

Sayangnya, status produsen kopi terbesar keempat dunia tidak membuat konsumsi kopi Indonesia menjadi tinggi. Dari data WorldAtlas, Indonesia tidak termasuk 25 negara dengan konsumsi kopi terbesar di dunia.

BACA JUGA : Ini Penyebab Tunggal Putri Indonesia masih Sulit Bersaing

Finlandia menjadi negara dengan konsumsi kopi terbesar dunia sebanyak 12 kg per orang setiap tahunnya.

Nah, angka konsumsi yang rendah ini kerap dibuat menjadi daya tarik bisnis kedai kopi di Indonesia. Namun, apakah benar bisnis kopi di Indonesia menggiurkan?

Bisnis Kedai Kopi, Melirik Keberuntungan Starbucks di Indonesia

Starbucks Indonesia berada di bawah naungan PT Sari Coffee Indonesia, anak usaha PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. Kakek Starbuck Indonesia adalah PT MAP Adiperkasa Tbk., sang raja ritel branded di Indonesia milik jaringan Sjamsul Nursalim.

Jika melihat dari laporan keuangannya, Starbucks Indonesia ada di Indonesia sejak 2002.

Di Akhir 2001, Sari Coffee Indonesia melakukan perjanjian dengan Starbucks Corporation untuk memberikan hak membuka serta mengoperasikan kedai Starbucks. Perjanjian itu langsung dijamin oleh Mitra Adiperkasa.

PODCAST #BACOTBADMINTON Episode 01 : Meramal Nasib Tunggal Putra di Indonesia Open 2019

Kerja sama pertama antara emiten berkode MAPI selaku kakek usaha Sari Coffe Indonesia itu berakhir pada 2016. MAPI pun melanjutkan kerja sama dengan tanda tangan perjanjian baru pada 17 Oktober 2016.

MAPI lewat Sari Coffee Indonesia menandatangani kerja sama Area Development and Operation License Agreement dengan Starbucks Coffe Indonesia Inc. Selain itu, Sari Coffe Indonesia juga tanda tangan Trademark and Technology License Agreement dengan SBI Nevada Inc, untuk memberikan hak kepada cucu usaha MAPI itu mengoperasikan Starbucks.

Sekitar kurang dari setahun setelah perjanjian kedua, induk usaha Sari Coffee Indonesia, MAP Boga Adiperkasa melantai di Bursa Efek Indonesia.

Lewat melantai di bursa, IDN Financial mencatat emiten berkode MAPB itu mampu meraup Rp37,25 miliar dari harga penawaran perdana Rp1.680 per saham. Sampai perdagangan Jumat (05/07/2019), harga saham MAPB ditutup stagnan di level Rp1.800 per saham.

Kontribusi Starbucks terhadap Kinerja MAP Boga

Dari prospektus penawaran perdana MAP Boga, Starbucks berkontribusi paling besar terhadap kinerja perseroan. Sampai 2016, Starbucks berkontribusi sebesar 89,74% dari total pendapatan.

Secara total, Starbucks mencatat pendapatan hingga Rp1,46 triliun dari total pendapatan senilai Rp1,62 triliun.

Selain Starbucks, MAP Boga juga mengelola beberapa merek tempat makanan minuman lainnya seperti, Pizza Marzano, Krispy Kreme, dan Cold Stone. Namun, kontribusi pendapatan merek kedai makanan minuman selain Starbucks masih tergolong rendah.

Jika melihat perkembangannya sejak 2014, bisnis minuman MAP Boga yang mayoritas berasal dari Starbucks masih mendominasi ketimbang sumber pendapatan lainnya.
Pertumbuhan pendapatan dari bisnis minuman itu pun rata-rata bisa tembus 22,24% setiap tahunnya.

Terakhir, bisnis minuman MAP Boga mencatatkan pendapatan senilai Rp1,68 triliun pada 2018. Lalu, pendapatan bisnis minuman kuartal I/2019 tumbuh 15,54% menjadi Rp456,14 miliar dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

Dari segi pertumbuhan aset, Starbucks Indonesia mencatatkan rata-rata kenaikan sebesar 21,9% per tahun sejak 2016. Sampai kuartal I/2019, aset Starbucks Indonesia sudah tembus Rp1,51 triliun.

Nilai aset Starbucks Indonesia itu juga paling besar dibandingkan dengan merek restoran dan kedai makanan minuman milik MAP Boga lainnya.

Startup Kopi Diguyur Uang oleh Investor

Selain geliat Starbucks Indonesia di bisnis kedai kopi, beberapa startup kopi Indonesia lainnya juga mulai diguyur uang oleh investor. Dua diantaranya adalah Fore Coffee dan Kopi Kenangan.

Penetrasi dua startup kopi itu seolah mengingatkan Luckin Coffee yang membuat Starbucks China kelabakan.

Apalagi, ada fakta kedai Starbucks di Stasiun Sudirman, Jakarta, harus digantikan dengan Fore Coffee. Hal ini bisa jadi sinyal startup kopi mulai menganggu dominasi Starbucks.

Sejauh ini, Kopi Kenangan telah meraih pendanaan total senilai US$28 juta. Pendanaan pertama diberikan oleh Alpha JWC Ventures senilai US$8 juta, sedangkan pendanaan selanjutnya disokong oleh Sequoia India senilai US$20 juta.

Dengan pendanaan itu, Kopi Kenangan memiliki target besar untuk bisa menembus pasar Asia Tenggara seperti, Vietnam, Malaysia, Thailand, dan Singapura.

Lalu, Kopi Kenangan juga menargetkan bisa tambah hingga 1.000 gerai di seluruh Indonesia. Jumlah gerai itu jauh lebih banyak dibandingkan dengan jumlah gerai Starbucks saat ini yang sekitar 400 gerai.

Tak hanya Kopi Kenangan, Fore Coffee juga terus ekspansi. Saat ini saja, startup kopi itu sudah memiliki sekitar 60 gerai.

Fore Coffee pun sudah mendapatkan pendanaan dengan total US$9,5 juta dari konsorsium East Ventures dkk.

Itu baru penetrasi dua startup kedai kopi lainnya, belum lagi ada kedai kopi lokal yang menjadi trending di daerah masing-masing.

Mungkin perbedaan segmen bisa membuat Starbucks kokoh berdiri, tetapi kumpulan kedai kopi yang segmentif itu bisa memecah pangsa pasar yang selama ini dikuasai waralaba asal Amerika Serikat (AS) tersebut.

Kalau kamu, lebih suka kopi Starbucks atau kedai kopi lokal?

The post Bisnis Kedai Kopi, Lokal Mulai Bersaing dengan Starbucks appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/bisnis-kedai-kopi-lokal-mulai-bersaing-dengan-starbucks/feed/ 5
Tunggal Putri Indonesia Belum Mampu Maju Lebih Jauh https://suryarianto.id/tunggal-putri-indonesia-belum-mampu-maju-lebih-jauh/ https://suryarianto.id/tunggal-putri-indonesia-belum-mampu-maju-lebih-jauh/#respond Sat, 06 Jul 2019 12:58:43 +0000 https://suryarianto.id/?p=303 Tunggal putri Indonesia masih kesulitan bersaing dengan pemain papan atas dunia. Nah, kali ini, saya akan mengevaluasi kinerja tunggal putri sepanjang semester I/2019. Indonesia memiliki tiga tunggal putri yang diandalkan yakni, Gregoria Mariska, Fitriani, dan Ruselli Hartawan. Namun, ketiganya masih tertatih-tatih bermain di turnamen utama BWF series. Fitriani sempat memberikan Continue Reading

The post Tunggal Putri Indonesia Belum Mampu Maju Lebih Jauh appeared first on SuryaRianto.

]]>
Tunggal putri Indonesia masih kesulitan bersaing dengan pemain papan atas dunia. Nah, kali ini, saya akan mengevaluasi kinerja tunggal putri sepanjang semester I/2019.

Indonesia memiliki tiga tunggal putri yang diandalkan yakni, Gregoria Mariska, Fitriani, dan Ruselli Hartawan. Namun, ketiganya masih tertatih-tatih bermain di turnamen utama BWF series.

Fitriani sempat memberikan kejutan pada awal tahun ini. Dia menjadi juara di Thailand Master 2019 setelah mengalahkan Busanan Ongbamrunphan dua set langsung 21-12, 21-14.

Kemenangan Fitriani itu seolah memberikan asa untuk tunggal putri Indonesia. Pasalnya, Fitriani mampu mengalahkan pemain yang memiliki peringkat di atasnya.

BACA JUGA : Meramal Nasib Tunggal Putra di Indonesia Open 2019

Awal 2019, Fitriani berada di peringkat ke-33 dunia, sedangkan Ongbamrunphan berada di peringkat ke-29 dunia. Meskipun begitu, Fitriani sudah sewajarnya menang karena secara head to head unggul dari pemain Thailand tersebut sebelum pertandingan final.

Kemenangan itu pun pelepas dahaga untuk Fitriani yang kerap terjebak di level 32 besar atau 16 besar di beberapa turnamen besar sepanjang 2018.

Tunggal Putri Indonesia, Fitriani masih Kesulitan

Sayangnya, kemenangan itu tidak menjadi batu loncatan bagi pemain tunggal putri Indonesia tersebut. Setelah juara di Thailand, Fitriani kesulitan bersaing di turnamen lainnya.

Alhasil, Fitriani hanya mampu mencapai 16 besar. Bahkan, tak jarang langsung kalah di babak pertama.

Mayoritas pemain yang mengalahkan Fitriani memiliki peringkat di atasnya. Seperti, Ratchanok Intanon pemain peringkat ke-7 dunia, Saina Nehwal peringkat ke-9 dunia, dan He Bing Jiao peringkat ke-6 dunia.

Namun, Fitriani juga kerap tak berdaya oleh pemain yang peringkat di bawahnya. Pemain itu seperti, Soniia Cheah peringkat ke-33 dunia sampai Zhang Yi Man peringkat ke-40 dunia.

Zhang Yi Man menjadi sosok yang membuat Fitriani terjerembab di babak 32 besar Australia Open 2019 pada awal Juni 2019. Sejauh ini, pemain China berumur 22 tahun itu unggul head to head 2-1 atas Fitriani.

Lalu, bagaimana dengan tunggal putri lainnya seperti, Gregoria Mariska dan Ruselli Hartawan? selengkapnya bisa kamu dengarkan di podcast #BacotBadminton dengan klik link ini.

The post Tunggal Putri Indonesia Belum Mampu Maju Lebih Jauh appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/tunggal-putri-indonesia-belum-mampu-maju-lebih-jauh/feed/ 0
Jonatan Christie Buka Peluang Juara di Indonesia Open 2019 https://suryarianto.id/jonatan-christie-buka-peluang-juara-di-indonesia-open-2019/ https://suryarianto.id/jonatan-christie-buka-peluang-juara-di-indonesia-open-2019/#comments Sat, 29 Jun 2019 09:55:23 +0000 https://suryarianto.id/?p=289 Jonatan Christie diprediksi punya peluang untuk melaju ke final Indonesia Open 2019. Bahkan, Jojo berpeluang membuka puasa gelar tujuh tahun tunggal putra di turnamen dengan hadiah terbesar tersebut. Prediksi itu muncul setelah hasil drawing Indonesia Open 2019 dirilis. Perkiraan paling optimistis, Jojo bisa menjadi juara Indonesia Open 2019. Pada babak Continue Reading

The post Jonatan Christie Buka Peluang Juara di Indonesia Open 2019 appeared first on SuryaRianto.

]]>
Jonatan Christie diprediksi punya peluang untuk melaju ke final Indonesia Open 2019. Bahkan, Jojo berpeluang membuka puasa gelar tujuh tahun tunggal putra di turnamen dengan hadiah terbesar tersebut.

Prediksi itu muncul setelah hasil drawing Indonesia Open 2019 dirilis. Perkiraan paling optimistis, Jojo bisa menjadi juara Indonesia Open 2019.

Pada babak awal, Jonatan Christie mungkin tidak akan kesulitan menghadapi Rasmus Gemke, tunggal asal Denmark.

Secara head to head dan peringkat, Jojo jauh di atas Gemke. Saat ini, Jojo berada di peringkat 7 dunia, sedangkan Gemke bertengger di peringkat ke-25 dunia.

BACA JUGA : Bali United IPO, Ini 4 Pemilik Utamanya

Jojo juga unggul head to head 1-0 dari Gemke. Namun, satu-satunya pertemuan yang terjadi di Indonesia Master 2019 itu tidak dimainkan hingga pertandingan selesai.

Gemke tidak melanjutkan permainan set kedua setelah kalah 21-16 dari Jojo di set pertama.

Setelah melewati Gemke, Jojo bakal menghadapi antara Wang Tzu Wei asal Taiwan atau Hans Vittinghus asal Denmark. Seharusnya, kedua pemain itu tidak akan memberikan tekanan berarti terhadap Jonatan Christie.

Meskipun begitu, head to head Jojo dengan Wang Tzu Wei cukup ketat. Jojo masih kalah 2-4 dari pemain Taiwan tersebut.

DENGERIN VIA PODCAST YUK : Ramalan Tunggal Putra di Indonesia Open 2019

Meskipun begitu, pertemuan terakhir mereka di New Zealand Open 2019, Jojo berhasil menang lewat tiga set 21-14, 14-21, 21-16.

Saat ini, Wang Tzu Wei bertengger di peringkat ke-30 dunia.

Lalu, jika harus menghadapi Vittinghus, itu adalah menjadi pertemuan pertama Jojo. Namun, dari segi peringkat, pemain asal Denmark itu berada di peringkat ke-23.

Tantangan Berat Jonatan Christie Sejak Babak Perempat Final

Tantangan berat Jojo baru terasa di babak perempat final. Di sana, Jojo kemungkinan harus berhadapan dengan Chou Tien Chen atau Lin Dan.

Jika berhadapan dengan Chou, peluang Jojo menang akan lebih besar ketimbang Lin Dan. Sejauh ini, head to head Jojo dengan Chou 6-1.

Satu-satunya kekalahan Jojo terjadi pada perempat final Piala Sudirman 2019. Namun, ketika bertemu lagi di Australia Open 2019, Jojo berhasil menang dari Chou 22-20, 13-21, 21-16.

Lalu, bagaimana jika Jojo bertemu dengan Lin Dan? peluang menang masih terbuka, tetapi tidak sebesar ketika berhadapan dengan Chou.

Sejauh ini, head to head Jojo dengan Lindan masih 3-4, tetapi tunggal putra Indonesia itu berhasil menang dalam pertemuan terakhirnya. Jojo kalahkah Lin Dan dua set langsung 21-9, 24-22 di Australia Open 2019.

Jonatan Christie

Setelah melewati perempat final, lawan Jojo kian berat. Kemungkinan besar, dia bakal bertemu dengan tunggal putra nomor 1 dunia Kento Momota.

Peluang menang Jojo melawan Momota memang cukup kecil. Head to Head Jojo lawan Momota masih tertinggal 1-2.

Namun, Jojo berhasil menang melawan Momota pada pertandingan terakhir di Malaysia Open 2019 dua set langsung 22-20, 21-15.

Jadi, tunggal putra Indonesia ini masih punya peluang untuk mengandaskan tunggal putra nomor satu dunia tersebut.

Jika berhasil, Jojo diprediksi sudah ditunggu tiga tunggal putra papan atas lainnya di final seperti, Shi Yuqi, Chen Long, dan Viktor Axelsen.

Peluang Jonatan Christie di Babak Final

Peluang menang Jojo di babak final akan lebih besar jika berhadapan dengan Shi Yuqi.

Jojo punya rekam jejak yang baik jika berhadapan dengan Shi Yuqi. Secara head to head, Jojo unggul 5-3 atas Shi Yuqi.

Pertemuan terakhir, Jojo bertemu Shi Yuqi di Indonesia Master 2019. Saat itu, Jojo menang dua set langsung 22-20, 21-6.

Jonatan christie
Peringkat Tunggal Putra Dunia. / BWF

Lalu, jika bertemu Chen Long, Jojo mungkin masih agak kesulitan. Sejauh ini, Jojo belum pernah menang dari Chen Long.

Pada pertemuan terakhir di Malaysia Open 2019, Jojo kalah rubber set 21-12, 10-21, 15-21.

Sementara itu, peluang Jojo lawan Viktor Axelsen cenderung imbang meskipun dari segi head to head masih unggul tunggal Denmark 1-3.

Pada pertemuan terakhir, Jojo juga kalah dari Axelsen lewat rubber set 24-22, 18-21, 22-24.

Adapun, peluang Jojo untuk menjadi juara bisa jadi sirna jika permainannya masih labil. Pada 10 turnamen tahun ini, peforma Jojo bisa dibilang kurang stabil meskipun sudah meraih dua gelar juara.

Sayangnya, Jojo masih kerap kalah dari pemain nonunggulan. Ketika bermain di Swiss Open 2019, Jojo secara mengejutkan kalah dari pemain India Subhankar Dey lewat rubber set 21-12, 20-22, 17-21.

Lalu, pada Indonesia Master, Jojo juga kalah dari Anders Antonsen 18-21,16-21.

Peluang Anthony Ginting

Ginting kemungkinan hanya bisa bertahan sampai perempat final. Pada level itu, dia bisa jadi sudah dikalahkan oleh Momota.

Pada babak pertama, Ginting seharusnya bisa menang mudah melawan pemain China peringkat 20 dunia Lu Guangzo. Namun, kedua pemain memang belum sempat bertemu sejauh ini.

Lanjut ke babak kedua, Ginting harus berhati-hati dengan tunggal Jepang Kanta Tsuneyama.

Saat ini, Tsuneyama memang menduduki peringkat ke-11 dunia, tetapi dia kerap memberikan kejutan dengan menumbangkan pemain yang berperingkat lebih tinggi darinya.

Jonatan Christie
drawing tunggal putra Indonesia Open 2019

Apalagi, head to head Ginting dengan Tsuneyama cenderung ketat yakni, 2-2. Pertemuan terakhir mereka terjadi pada Kejuaraan Dunia 2018, saat itu Ginting kalah dua set langsung 17-21, 13-21.

Jika berhasil menuntaskan perlawanan Tsuneyama, Ginting kemungkinan berhadapan dengan tunggal nomor satu dunia yakni, Momota.

Lawan Momota, peluang Ginting menang semakin kecil meskipun beberapa pertandingan terakhir cukup ketat.

Sejauh ini, head to head Ginting dengan Momota 3-8. Pertandingan terakhir keduanya terjadi pada babak semifinal dan Ginting kalah 17-21, 19-21.

Meskipun begitu, Ginting bisa dibilang pemain tunggal putra Indonesia yang paling konsisten. Semua kekalahannya akibat bertemu dengan lawan papan atas.

Jika dia bisa mengatasi pemain papan atas itu, bukan tidak mungkin justru Ginting yang memecah puasa gelar tunggal putra Indonesia di Istora.

Nasib Tommy Sugiarto

Nasib sial tampaknya tengah menyelimuti Tommy Sugiarto di Indonesia Open 2019. Pemain Indonesia paling senior itu harus berhadapan dengan Chen Long di babak pertama.

Hal itu membuat Tommy berpotensi gagal di babak pertama. Apalagi, Tommy baru sekali menang dari total 12 pertemuan dengan Chen Long.

Pertemuan terakhir, Tommy kalah dari Chen Long rubber set 21-12, 17-21, 14-21 di Jepang Open 2018.

Selain itu, pesimistis terhadap Tommy makin kuat melihat peformanya sepanjang tahun ini. Dari 9 turnamen yang diikuti, sebanyak 7 turnamen hanya berhasil sampai babak 1 dan 2.

Fakta itu makin memperkecil peluang Tommy untuk berbicara lebih di Indonesia Open 2019.

The post Jonatan Christie Buka Peluang Juara di Indonesia Open 2019 appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/jonatan-christie-buka-peluang-juara-di-indonesia-open-2019/feed/ 1
Bali United Resmi IPO, Ini 4 Pemilik Utamanya https://suryarianto.id/bali-united-resmi-ipo-ini-4-pemilik-utamanya/ https://suryarianto.id/bali-united-resmi-ipo-ini-4-pemilik-utamanya/#respond Sun, 23 Jun 2019 04:17:16 +0000 https://suryarianto.id/?p=283 Bali United menjadi klub sepak bola Indonesia pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Ternyata, ada empat grup yang secara langsung menguasa Bali United yakni, Salim, Kresna, Ascend, dan Tanuri bersaudara. Pada Senin (17/06/2019), Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). BOLA Continue Reading

The post Bali United Resmi IPO, Ini 4 Pemilik Utamanya appeared first on SuryaRianto.

]]>
Bali United menjadi klub sepak bola Indonesia pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia. Ternyata, ada empat grup yang secara langsung menguasa Bali United yakni, Salim, Kresna, Ascend, dan Tanuri bersaudara.

Pada Senin (17/06/2019), Bali United melalui PT Bali Bintang Sejahtera Tbk. resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI). BOLA menawarkan harga saham perdananya senilai Rp175 per saham, tetapi ternyata kelebihan permintaan hingga 110 kali.

Hari pertama melantai di bursa, saham emiten berkode BOLA itu langsung mengalami Auto Rejection Atas (ARA) akibat melejit 69,14% menjadi Rp296 per saham.

BACA JUGA : Ini Prediksi Cerita Boku no Hero Academia Season 4

Pada hari pertama, banyak investor ritel yang memburu saham BOLA. Namun, lonjakan permintaan itu tidak sebanding dengan yang menjual.

Tidak ada pemegang saham ritel yang mau melepas BOLA pada hari pertama. Alhasil, kolom offer dalam perdagangan hari pertama kosong, hanya disesaki oleh kolom bid.

“Bid artinya pengajuan pembelian saham, offer artinya pengajuan penjualan saham”

Bid dan Offer dalam perdagangan saham

Lonjakan harga saham BOLA berlanjut pada hari kedua perdagangan setelah melejit 25%. Tren positif berlanjut di perdagangan hari ketiga dengan lonjakan sebesar 14,05%.

Hari keempat menjadi titik balik setelah tiga hari beruntun melonjak. Harga saham BOLA anjlok 10,9%, meskipun pada hari kelima kembali naik 2,65% menjadi Rp386 per saham.

Secara keseluruhan, sepanjang pekan lalu, harga saham BOLA sudah naik 54,66% dari harga penawaran perdana awal.

Mencari Sosok Di Belakang Bali United

Dari prospektus penawaran harga saham perdana atau initial public offering (IPO) Bali United, klub itu dikuasai oleh 17 orang dan perusahaan.

PT Bali Paraga Bola menjadi pemegang saham utama dengan porsi terbesar yakni, 25%. Bali Peraga Bola adalah perusahaan yang berkantor di Jakarta dan didirikan pada 2015.

Bali Paraga Bola memiliki lini usaha jasa pendidikan non-formal, pengelolaan kegiatan sarana, konsultasi, pengelolaan pusat olahraga yang terkait dengan sepak bola dan futsal. Lalu, Bali Paraga Bola juga menjalankan perdagangan ekspor-impor peralatan sepak bola.

Bali Peraga Bola dimiliki oleh Denny Susanto 50% dan Jusup Handoko 50%. Lalu, struktur manajemennya, ada satu komisaris yakni Jusup dan satu direktur yakni, Denny.

Saya mencoba menelisik nama Denny Susanto dan Jusup Handoko, tetapi tidak menemukan jejaknya sama sekali.

Mengutip Tirto.id dari tulisan Aqwam Fiazmi Hanifan, dia mengunjungi kantor Bali Paraga Bola di Rukan Pondok Indah Plaza Jl. Margaguna Raya C No.16 Kel. Gandaria Utara, Kec. Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Bukannya bertemu dengan kantor Bali Paraga Bola, si penulis malah menemukan kantor marketing dari Prime Plaza Hotels & Resorts.

Bahkan, pegawai di sana tidak kenal dengan Denny dan Jusup yang berstatus petinggi dan pemilik Bali Paraga Bola.

Nah, usut punya usut Prime PLaza Hotels dan Resort dimiliki oleh Yoseph Franciscus Bonang. Nama itu punya hubungan dengan Anthony Salim dari balik Bali United.

Keberadaan Salim di Bali United makin kuat jika mengulik pemegang saham lainnya. Salim mencatatkan diri sebagai salah satu pemilik langsung dari PT Indolife Pensiontama, salah satu pemegang saham BOLA.

Indolife Pensiontama memiliki 6,67% saham Bali United. Lalu, perusahaan itu dimiliki oleh PT Cakra Intan Sakti 49,73%, PT Lintas Sejahtera Langgeng 49,73%, dan Anthoni Salim 0,54%.

Kemudian, Cakra Intan Sakti dan Lintas Sejahtera Langgeng adalah bagian dari Salim Grup. Artinya, Indolife Pensiontama juga bagian dari salah satu taipan di Indonesia tersebut.

Jika Salim memiliki Bali United dari dua entitas itu, bisa dibilang dia adalah pemilik mayoritas dengan total kepemilikan 31,67%.

Siapa Taipan Selain Salim?

Posisi kedua pemiik saham terbesar di Bali United adalah Tanuri bersaudara yakni, Pieter Tanuri dan Yabes Tanuri. Pieter Tanuri memiliki 20,16%, sedangkan Yabes Tanuri memiliki 3,75%.

Pieter Tanuri yang membawa Bali United IPO ini memang memiliki pengalaman panjang di dunia pasar modal. Pieter adalah pendiri PT Trimegah Securities Tbk. pada 1990-an.

Selain itu, Pieter Tanuri sempat menjadi Presiden komisaris PT Buana Capital Sekuritas dan PT Philadel Terra. Nama terakhir adalah salah satu pemegang saham PT Bank Ina Perdana Tbk.

Saat ini, status BOLA dengan Buana Capital yang menjadi salah satu penjamin emisi IPO perseroan terafiliasi.

Lalu Pieter juga eks Presiden Direktur PT Multistrada Arah Sarana Tbk. Setelah emiten berkode MASA itu diakuisisi Michellin, Pieter mengundurkan diri dari jabatannya tersebut.

Selain Pieter, ada dua grup lagi yang menguasai Bali United yakni, Kresna Group dan Ascend Group.

Bali United

Kresna Grup memiliki Bali United melalui PT Semesta Anugerah Karisma. Perusahaan itu dimiliki oleh PT Indonesia Citra Gemilang, anak usaha dari PT Kresna Graha Investment Tbk.

Semesta Anugerah Karisma memegang 7% saham dari Bali United. Selain itu, Kresna Group juga menjadi penjamin emisi dari aksi IPO BOLA.

Selain Kresna, pemilik Bali United lainnya adalah Ascend Group melalui Yonggi Tanuwidjaja dan PT Nuansa Indah Kreasi. Yonggi adalah founder dari Ascend Group, sedangkan Nuansa Indah Kreasi dimiliki oleh Yonggi.

Secara keseluruhan, Ascend Group memegang 7,7% saham dari Bali United.

The post Bali United Resmi IPO, Ini 4 Pemilik Utamanya appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/bali-united-resmi-ipo-ini-4-pemilik-utamanya/feed/ 0
Boku no Hero Academia Season 4, Menyelamatkan Eri https://suryarianto.id/boku-no-hero-academia-season-4-menyelamatkan-eri/ https://suryarianto.id/boku-no-hero-academia-season-4-menyelamatkan-eri/#comments Sat, 22 Jun 2019 10:25:35 +0000 https://suryarianto.id/?p=275 Boku no Hero Academia season 4 disebut bakal tayang pada Oktober 2019. Sungguh enggak sabar menanti kisah perjalanan Deku dan kawan-kawan dalam membasmi penjahat, tetapi kira-kira bagaimana perkiraan serial Boku no Hero Academia season 4 ya? “Ini bakal spoiler banget karena manganya sudah jalan jauh dari cerita terakhir pada season Continue Reading

The post Boku no Hero Academia Season 4, Menyelamatkan Eri appeared first on SuryaRianto.

]]>
Boku no Hero Academia season 4 disebut bakal tayang pada Oktober 2019. Sungguh enggak sabar menanti kisah perjalanan Deku dan kawan-kawan dalam membasmi penjahat, tetapi kira-kira bagaimana perkiraan serial Boku no Hero Academia season 4 ya?

“Ini bakal spoiler banget karena manganya sudah jalan jauh dari cerita terakhir pada season 3. Jadi, yang belum baca manganya dan enggak suka sama spoiler jangan baca lebih lanjut ya.”

PERINGATAN!!

Adegan Boku no Hero Academia season 3 yang terakhir ketika Deku dan kawan-kawan memasuki masa magang yang kedua.

Deku mencoba menghubungan Grand Torino untuk kembali magang di tempatnya, tetapi rekan All Might itu menolak.

Dia pun menyarankan untuk berkonsultasi dengan All Might, mungkin ada kaki tangannya yang bisa menjadi tempat magang Deku selaku pewaris one for all.

Lalu, pada episode terakhir season 3, ada tiga tokoh baru yang muncul. Ketiga tokoh itu yakni, Tamaki Amajiki, Nejire Hadour, dan Mirio Togata.

Mereka bertiga adalah tiga siswa dengan tingkat tertinggi di sekolah U.A. Bahkan, Mirio disebut mendekati level All Might.

Boku no Hero Academia Season 4, Tempat Magang Deku

U.A tengah galau, mereka ingin meningkatkan kemampuan pahlawan murid-muridnya di tengah kondisi krisis akibat munculnya banyak penjahat. Namun, beberapa guru U.A ragu melepas muridnya untuk magang.

Keputusan akhirnya, U.A tetap membolehkan muridnya magang sebagai pahlawan, tetapi di kantor yang sudah terpercaya.

Nah, permasalahan selanjutnya, di mana Deku akan magang? apalagi Grand Torino sudah menolak untuk menerimanya.

Tiba-tiba, muncul nama Night Eye yang pernah menjadi mitra All Might semasa jayanya. Deku pun memohon kepada All Might untuk diperkenalkan dengan Night Eye.

Namun, sang simbol perdamaian menolak dengan tiga alasan.

Pertama, dia khawatir dengan program magang di tengah pergerakan penjahat yang making agresif.

Kedua, lebih baik latihan lebih keras ketimbang mengikuti program magang.

Ketiga, U.A lagi kekurangan uang, jadi rasanya agak tanggung.

Namun, ada faktor lain yang membuat Deku tidak diizinkan untuk bekerja bersama Night Eye yakni, hubungan All Might dan eks mitranya itu sedang merenggang.

Untungnya, ada Mirio yang kini tengah magang dengan Night Eye. Mirio pun membuka jalan untuk Deku magang di tempat Night Eye tersebut.

Calon Mantan Penerus All Might

Boku no Hero Academia Season 4 bakal menampilkan adegan sebelum All Might bertemu dengan Deku. Saat itu, dia tengah mencari penerusnya dan kebetulan sekolah U.A memberikan satu nama yang paling pas saat itu.

Lalu, Night Eye yang memiliki kemampuan untuk melihat masa depan juga setuju dengan calon penerus yang ditawarkan oleh U.A.

Calon penerus itu adalah Mirio yang memiliki kemampuan penembusan. Mirio dianggap paling pas sebagai penerus simbol perdamaian.

Sayangnya, sebelum All Might mengiyakan calon penerusnya itu, dia bertemu Deku. All Might sangat kagum dengan Deku yang ingin menyelamatkan siapapun.

Dia pun merasa Deku adalah calon yang pas sebagai penerusnya. Namun, Night Eye sangat tidak setuju dengan calon penerus antah berantah All Might tersebut.

Night Eye pun melihat waktu All Might tinggal sebentar lagi. Jadi, dia tidak ada waktu untuk melatih calon yang masih belum bisa apa-apa sehingga Mirio adalah pilihan yang tepat.

Di sini, Night Eye akan bertemu langsung dengan Deku, penerus One For All yang dipilih oleh All Might. Apa yang akan terjadi? saksikan nanti di Boku no Hero Academia Season 4.

Misi Boku no Hero Academia Season 4

Lalu, apa misi Boku no Hero Academia Season 4?

Ketika Deku magang dengan Night Eye, para kelompok pahlawan tengah melakukan investigasi terkait penjahat bernama Overhaul.

Overhaul disebut tengah melakukan penjajakan untuk kerja sama dengan asosiasi penjahat. Para pahlawan pun menyelidikinya dengan sangat hati-hati.

BACA JUGA : Perjalan Karir Lee Chong Wei, Legenda Bulu Tangkis Malaysia

Namun, tepat ketika Deku mulai magang bersama Night Eye. Dia bertemu dengan gadis kecil bertanduk yang lari penuh ketakutan.

Di belakangnya, ada sosok pria dengan kostum yang menyeramkan. Eri, nama gadis itu, bertabrakan dengan Deku.

Bertemu dengan Deku, Eri langsung memegang erat tangannya.

Deku bingung, tetapi ketika melihat wajah pria itu, Mirio tahu kalau dia Overhaul.

Dia pun meminta Deku menyamarkan identitasnya, tetapi Deku yang keras kepala penasaran dengan gadis kecil yang ketakutan itu.

Sampai Overhaul mengeluarkan aura membunuh, Eri langsung tunduk pada ayahnya. Dia kembali dengan sukarela, tetapi tetap penuh ketakutan.

Mirio langsung menahan Deku yang ingin mengejar Overhaul. Ini menjadi titik masalah utama Boku no Hero Academia season 4.

Kemungkinan, ending dari Boku no Hero Academia musim kali ini adalah akhir pertempuran dengan kelompok Overhaul.

Akhirnya, sedih-sedih campur bahagia sih. Kecuali, kisah animenya sedikit ada improvisasi dari cerita manganya.

The post Boku no Hero Academia Season 4, Menyelamatkan Eri appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/boku-no-hero-academia-season-4-menyelamatkan-eri/feed/ 2
Lee Chong Wei Pensiun, Perjalanan Karir Si Raja Superseries https://suryarianto.id/lee-chong-wei-pensiun-ini-perjalanan-karirnya/ https://suryarianto.id/lee-chong-wei-pensiun-ini-perjalanan-karirnya/#respond Sun, 16 Jun 2019 10:02:57 +0000 https://suryarianto.id/?p=262 Lee Chong Wei pensiun dari dunia bulu tangkis pada Kamis (13 Juni 2019). Mimpi sang legenda untuk mendapatkan emas di Olimpiade dan kejuaraan dunia pun pupus. Chong Wei mengakui, dirinya sulit untuk memutuskan pensiun. Namun, setelah hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, dia berbicara dengan istri dan dokternya untuk mengumumkan pensiun setelah Continue Reading

The post Lee Chong Wei Pensiun, Perjalanan Karir Si Raja Superseries appeared first on SuryaRianto.

]]>
Lee Chong Wei pensiun dari dunia bulu tangkis pada Kamis (13 Juni 2019). Mimpi sang legenda untuk mendapatkan emas di Olimpiade dan kejuaraan dunia pun pupus.

Chong Wei mengakui, dirinya sulit untuk memutuskan pensiun. Namun, setelah hasil pemeriksaan kesehatan terakhir, dia berbicara dengan istri dan dokternya untuk mengumumkan pensiun setelah Idulfitri.

“Bulu tangkis adalah hidupku, tetapi sekarang kesehatan saya adalah prioritas,” ujarnya seperti dikutip dari situs BWF.

Dia menceritakan, dokter memintanya untuk mengurangi intensitas latihan. Dokter memberi tahu setelah perawatan sejak 2018, ada banyak tekanan di bahunya.

BACA JUGA : Ulasan Film Lee Chong Wei Hingga Menjadi Legenda Dunia

“Saya diminta untuk istirahat oleh dokter. Saya tahu maksudnya, terutama setelah rencana come back ke lapangan, dokter memanggil pelatih dan meminta saya beristirahat,” ujarnya.

Chong Wei pun mengucapkan terima kasih kepada pelatihnya, Misbun Sidek, Hendrawan, Tey Seu Bock, staf fisik, dan pihak ang selalu mendukungnya ketika jumpa pers pengumuman pensiun tersebut.

Dia juga tidak menyebutkan secara gamblang penyesalannya karena gagal bermain di Tokyo pada 2020.

“Saya tidak bisa mengatakan keputusan ini membuat saya menyesal karena kesehatan itu lebih penting. Memang, butuh waktu satu bulan untuk memutuskan karena saya masih menargetkan bisa main di Tokyo,” ujarnya.

BACA JUGA : Ini Karir Taufik Hidayat, si Anak Ajaib dari Indonesia

Namun, Chong Wei memang mengakui dia menyesal 100% setelah gagal mendapatkan emas Olimpiade dan kejuaraan dunia.

“Sekarang saya tidak bisa mencapai 2020, tapi saya berharap ada orang Malaysia lain yang bisa dan saya akan membantu untuk itu,” ujarnya.

Sebelum Lee Chong Wei Pensiun, dia sempat berencana come back di dua turnamen pada awal tahun ini yakni, All England dan Malaysia open.

Awalnya, dia sempat yakin bakal kembali bermain di All England. Sayangnya, recana itu kandas karena kondisi fisiknya belum siap untuk balik ke lapangan.

Rencana come back Lee Chong Wei pun mundur menjadi Malaysia Open. Apalagi, dia adalah juara bertahan di turnamen Negeri Jiran tersebut.

Sayangnya, lagi-lagi rencana itu kandas karena kondisi kesehatan hingga akhirnya Lee Chong Wei pensiun.

Lee Chong Wei Pensiun, Ini Perjalanannya di Olimpiade

Emas Olimpiade mungkin menjadi penyesalan utama Lee Chong Wei. Dia tiga kali ke final, tetapi tiga-tiganya hanya menjadi perak setelah dikandaskan oleh para pemain China.

Bahkan, sepanjang karirnya, pemain China selalu menghambat lajunya untuk mendapatkan emas Olimpiade.

Debut Chong Wei di Olimpiade terjadi pada 2004. Namun, penampilan pertamanya di ajang multi event terbesar itu harus berakhir lebih dini.

Chong Wei dikalahkan oleh Chen Hong di babak 16 besar lewat rubber set 11-15, 15-3, 12-15.

Empat tahun kemudian, Chong Wei berhasil melaju hingga final, tetapi mimpi medali emas masih jauh.

Pemain andalan Malaysia itu harus mengakui keunggulan Lin Dan dua set langsung 12-21, 8-21.

Chong Wei seolah mengulang kenangan pahit di 2012. Kala itu, Chong Wei lagi-lagi harus kalah dari Lin Dan di babak final lewat rubber set 21-15, 10-21, 19-21.

Pada Olimpiade Rio 2016, Chong Wei tidak bertemu Lin Dan di babak final, tetapi lagi-lagi langkahnya untuk mendapatkan emas terhadang oleh pemain China lainnya.

Kali ini giliran Chen Long yang mengandaskan perjuangan Chong Wei di Olimpiade. Chong Wei kalah dua set langsung dari Chen Long 18-21, 18-21.

Indonesia dan China Penghadang Lee Chong Wei untuk Juara Dunia

Lee Chong Wei mulai mengikuti kejuaraan dunia sejak 2005. Total dia mengikuti sebanyak 10 kejuaraan dunia dan 4 diantaranya lolos hingga ke babak final.

Namun, Chong Wei kerap kurang beruntung di kejuaraan dunia. Lagi-lagi, tokoh utama yang mengagalkan Chong Wei yang sudah mampu ke babak final adalah pemain China.

Final pertama Chong Wei di kejuaraan dunia baru terjadi pada 2011. Namun, Chong Wei harus mengaku keunggulan Lin Dan hingga kalah 22-20, 13-21, 21-23.

Pada 2013, Chong Wei kembali bertemu dengan Lin Dan di babak final. Sayangnya lagi-lagi dia harus kandas rubber set dan retire 21-16, 13-21, 17-20.

Kala itu, kaki Chong Wei mengalami keram di detik-detik terakhir pertandingan. Akhirnya, dia tidak bisa melanjutkan permainan hingga tuntas dan Lin Dan menjadi juara dunia tungal putra saat itu.

Lee Chong Wei Pensiun

Penghadang Chong Wei di final kejuaraan dunia 2014 dan 2015 memang bukan Lin Dan, tetapi datang dari pemain China lainnya yakni, Chen Long.

Pada 2013 dan 2014, Chong Wei mencatatkan kekalahan masing-masing dengan skor 19-21, 19-21 dan 14-21, 17-21.

Selain itu, pemain Indonesia juga kerap menjegal langkah Lee Chong Wei untuk melaju ke final kejuaraan dunia.

Pada debutnya [2005], Chong Wei sempat mengejutkan setelah mampu tembus final. Namun, dia harus mengakui keunggulan tunggal putra dunia saat itu Taufik Hidayat dua set langsung 3-15, 12-15.

Taufik juga mempecundangi Chong Wei pada kejuaraan dunia 2010 di babak perempat final. Kala itu, Chong Wei kalah lewat rubber set 15-21, 21-11, 12-21.

Selain Taufik Hidayat, Sony Dwi Kuncoro juga dua kali mempecundangi Chong Wei di kejuaraan dunia.

Pertama, babak ketiga kejuaraan dunia 2007 dan kedua, babak perempat final kejuaraan dunia 2009. Pada dua pertandingan itu, Chong Wei harus mengakui keunggulan Sony masing-masing 11-21, 9-21 dan 16-21, 21-14, 12-21
.

Jejak Karir Lee Chong Wei, Sempat Main Rangkap Ganda Putra

Data resmi BWF, karir senior Lee Chong Wei dimulai pada 2000, tetapi legenda Malaysia itu sudah mulai bersaing di kejuaraan senior sejak 1998.

Pada 1998, Chong Wei mengikuti kualifikasi Malaysia Open. Sayangnya, Chong Wei dikalahkan wakil Wales Irwansyah dua set langsung 7-15, 6-15.

Lalu, pada 1999, Chong Wei sempat bermain rangkap tunggal putra dan ganda putra.

Pada Malaysia Satellite 1999, langkah Lee Chong Wei di nomor tunggal hanya bisa sampai babak kedua. Dia dikandaskan tunggal Malaysia Ming Yao Alvin Chew rubber set 15-7, 5-15, 1-15.

Nasibnya di nomor ganda putra juga kandas di babak kedua. Dia bersama Tong Hai Tan dikalahkan Soon Thoe CHeah/Khoo Kok Kheng 5-15. 12-15.

Kandas di Malaysia Satellite, Chong Wei mencoba peruntungan bermain dirangkap di Malaysia Open 2000.

Sayangnya, pada sektor tunggal, dia dikalahkan langsung di babak pertama oleh Wong Choong Han 15-12, 6-15, 8-15.

Lalu, pada sektor ganda putra, Chong Wei berganti pasangan dengan Beng Hong Kang. Sayang, nasibnya hanya bisa sampai babak pertama setelah dikalahkan Budi Arianto/Candra Wijaya 1-15, 3-15.

Memasuki 2001, Chong Wei sempat kembali bermain rangkap di Singapura Internasional. Sayangnya, di sektor tunggal dia dikalahkan pemain Singapura keturunan Indonesia Ronald Susilo 14-17, 3-15 di babak kedua.

Lalu, pada sektor ganda putra bersama Beng Hong Kang, Lee Chong Wei dikandaskan Takanori Aoki/Tori Matsumoto 7-15, 2-15.

Setelah itu, Chong Wei lebih condong bermain menjadi tunggal putra hingga merasakan menjadi peringkat pertama dunia selama 200 pekan.

Gelar Pertama dan Langkah Menjadi Nomor 1 Dunia

Dalam film biografinya, Lee Chong Wei diceritakan sempat prustasi karena selalu kalah, terutama oleh pemain China. Dia sempat berteriak ke pelatihnya, Misbun Sidek, terkait kekurangannya.

Namun, Misbun Sidek memastikan kalau tidak ada yang kurang dengan Chong Wei, hanya tinggal daya juang saja untuk memenangi pertandingan.

Karir Chong Wei pun bisa dibilang agak terlambat bersinar ketimbang Taufik Hidayat [yang memang berkarir senior lebih dulu] dan Lin Dan. Namun, seolah pelan tapi pasti, karir Chong Wei cenderung konsisten ketika mencapai masa emasnya.

Chong Wei baru mencatatkan final pertamanya pada Malaysia Open 2003. Kala itu, dia maju ke final, tetapi harus kandas dari tunggal China Cheng Hong.Dia dikalahkan Chen Hong dua set langsung 9-15, 5-15.

Gelar juara pertama Chong Wei pun didapatkan pada tahun yang sama. Namun, memang di kelas turnamen yang lebih rendah dari Malaysia Open yakni, Malaysia Satellite.

Kala itu, dia mengalahkan eks partnernya di ganda putra yakni, Beng Hong Kang dua set langsung 15-7, 15-9.

Memang, Chong Wei juara di turnamen yang tidak terlalu bergengsi, tetapi kemenangan itu seolah membuka jalannya untuk menjadi tunggal putra nomor satu dunia.

Pada 2004, Lee Chong Wei mendapatkan gelar Malaysia Open pertamanya. Di Final, dia berhadapan dengan Park Sung Hwan asal Korea Selatan dan menang 15-3, 15-12.

Pada tahun itu, dia juga meraih satu gelar lagi yakni, Taiwan Open. Di sana, dia lagi-lagi mengalahkan eks partnernya di ganda putra Beng Hong Kang dua set langsung 15-4, 15-10.

Kasus Doping Hampir Bikin Lee Chong Wei Pensiun

Kegemilangan Lee Chong Wei sebagai pebulutangkis hampir berakhir pahit setelah dia terkena kasus doping pada Oktober 2014.

Saat itu, Chong Wei positif menggunakan doping. Kabar itu pun langsung dikonfirmasi oleh Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia yang menyebut ada zat dexamethasone dalam hasil tes urinenya.

Awalnya, Chong Wei sempat terancam hukuman 2 tahun larangan bermain. Hal itu hampir membuat Lee Chong Wei pensiun. Namun, itu urung terjadi, dia hanya dihukum selama 8 bulan larangan bermain.

Namun, Chong Wei juga harus mengembalikan medali perak yang diraihnya ketika kejuaraan dunia 2014.

Pasca 8 bulan terkena sanksi, turnamen perdana Chong Wei adalah US Open 2015 dengan kelas Grand Prix Gold. Di sana, Chong Wei langsung sangar dan menjadi juara setelah mengalahkan wakil Denmark Hans Kristian Vittinghus 22-20, 21-12.

Chong Wei bak menguasai Amerika Utara, dia juga menjuarai Canada Open 2015 dengan kelas Grand Prix. Di final, Chong Wei mengandaskan wakil Hong kong Ng Ka Lon Angus dua set langsung 21-17, 21-13.

Pada 2015, Chong Wei juga mencatatkan gelar di turnamen level Super series yakni, Prancis Open, China Open, dan Hong kong Open. Prestasi itu pun langsung mendongkrak peringkatnya hingga kembali menjadi nomor 1 dunia.

Pada periode 2016 – 2018, Chong Wei mencatat meraih 9 gelar. Namun, langkahnya mempertahankan peringkat 1 dunia kandas setelah didiagnosis terkena kanker hidung.

Sang bintang pun harus beristirahat hingga akhirnya Lee Chong Wei pensiun.

Lee Chong Wei Pensiun, tapi Tetap Menuju Olimpiade Tokyo 2020

Lee Chong Wei pensiun yang berarti peluangnya bermain di Olimpiade Tokyo 2020 sudah pupus. Namun, sang legenda Negeri Jiran nyatanya tetap menuju Negeri Sakura tersebut.

Chong Wei tetap ke Olimpiade 2020 setelah Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia menunjuknya sebagai Chef de Mission tim Bulu tangkis Malaysia.

Seperti dikutip dari Thestar.com, Chong Wei cukup senang mendapatkan kesempatan tersebut.

“Saya sangat kecewa tidak bisa meraih emas Olimpiade, tetapi peran baru ini bisa membuat saya untuk bantu teman-teman meraih mimpi saya,” ujarnya.

Nantinya, Chong Wei akan ikut terjun ke lapangan untuk latih tanding dengan pemain bulu tangkis Malaysia agar bisa lolos Olimpiade.

“Tentu saya akan kembali ke lapangan dan membantu agar banyak pemain Malaysia yang lolos kualifikasi,” ujarnya.

Lee Chong Wei pensiun memang sudah takdirnya, tetapi mimpinya emas Olimpiade bisa diturunkan kepada adik-adiknya. Selamat menikmati masa pensiun Chong Wei.

The post Lee Chong Wei Pensiun, Perjalanan Karir Si Raja Superseries appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/lee-chong-wei-pensiun-ini-perjalanan-karirnya/feed/ 0
Brexit, Opera Sabun dari Benua Biru https://suryarianto.id/brexit-opera-sabun-dari-eropa/ https://suryarianto.id/brexit-opera-sabun-dari-eropa/#respond Sat, 15 Jun 2019 02:45:15 +0000 https://suryarianto.id/?p=258 Brexit masih belum menemui titik terang sejak hasil referendum warga Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Kisah Brexit mulai bak opera sabun yang berlarut-larut setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengundurkan diri. Padahal, May terpilih menjadi perdana menteri pada 2016 memiliki misi menyelesaikan keluarnya Inggris dari UE hingga tuntas. Pengaturan Continue Reading

The post Brexit, Opera Sabun dari Benua Biru appeared first on SuryaRianto.

]]>
Brexit masih belum menemui titik terang sejak hasil referendum warga Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa. Kisah Brexit mulai bak opera sabun yang berlarut-larut setelah Perdana Menteri Inggris Theresa May mengundurkan diri.

Padahal, May terpilih menjadi perdana menteri pada 2016 memiliki misi menyelesaikan keluarnya Inggris dari UE hingga tuntas.

Pengaturan relasi Inggris dan Uni Eropa di masa depan, termasuk terkait perbatasan dan bea cukai Inggris-Irlandia menjadi perdebatan negosiasi skema Brexit hingga May memutuskan untuk mundur.

Mentoknya negosiasi antara May dengan parlemen hampir membuat Inggris terancam keluar dari Uni Eropa (UE) tanpa kesepakatan. Pasalnya, penolakan proposal May membuat Inggris melewati tenggat waktu yang telah ditentukan sebelumnya oleh UE yakni, 29 Maret 2019.

BACA JUGA : Startup Raksasa Indonesia masih Malu Buka-bukaan

Brexit tanpa kesepakatan adalah hal yang ditakutkan oleh Inggris dan UE. Untuk itu, UE setuju untuk memperpanjang batas waktu Inggris keluar dari komunitas negara Benua Biru itu menjadi 12 April 2019.

Sayangnya, lagi-lagi May gagal mendapatkan lampu hijau dari parlemen hingga batas waktu Brexit kedua yang diberikan. Posisi May pun goyah karena diterpa mosi tidak percaya dan kepemimpinan yang lemah.

Di tengah polemik internal Inggris itu, UE setuju memberikan perpanjangan masa Brexit hingga 31 Oktober 2019 untuk Inggris. Harapannya, dengan tenggat waktu itu Inggris bisa menemukan solusi terbaik untuk Inggris keluar dari UE.

Brexit yang Penuh Drama

Sebelum tarik ulur terkait skema Brexit, pemilihan perdana menteri Inggris untuk menggantikan David Cameron pada 2016 juga diwarnai drama.

Hasil referendum pada 2016 menunjukkan publik Inggris setuju Brexit karena gerah dengan banyaknya pekerja migran dari negara UE. Hasil itu pun membuat Cameron harus mundur dari posisinya sebagai perdana menteri.

Saat itu, calon kuat perdana menteri Inggris adalah Boris Johnson, juru kampanye Brexit jelang referendum. Namun, Johnson malah mundur di tengah jalan, calon perdana menteri yang tersisa tinggal Theresa May dengan Andrea Leadsom.

Entah beruntung atau buntung, May yang sempat mendukung Cameron agar Inggris tetap di UE malah terpilih menjadi perdana menteri. Pasalnya, Leadsom selaku pesaingnya mundur dari persaingan setelah mengutarakan komentar kurang bijak yang menyinggung May.

Sayangnya, nasib May menjadi perdana menteri hanya bertahan kurang dari 3 tahun. Johnson kembali muncul sebagai calon perdana menteri pengganti May. Selain Johnson, ada Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt yang siap merebut kursi perdana menteri.

Johnson diprediksi bisa membuat Inggris keluar dari UE tanpa kesepakatan, sedangkan Hunt kemungkinan bakal negosiasi ulang dengan UE terkait Brexit.

Donald Trump, Si Antagonis atau Protagonis Bagi Inggris?

Sementara itu, di tengah kondisi Brexit yang masih menggantung, Presiden Amerika Serikat (AS) hadir sebagai tokoh yang tidak jelas protagonis atau antagonis untuk Inggris.

Trump mendukung Inggris keluar dari UE. Bahkan, dia menekankan Inggris bisa saja memaksa Brexit tanpa kesepakatan demi kemerdekaan Negara Ratu Elizabeth tersebut.

Dia juga menjanjikan jika Inggris keluar dari Uni Eropa, AS siap membuat kesepakatan dagang baru dengan Ratu Elizabeth.

Alasan Inggris keluar dari Uni Eropa adalah peraturan komunitas negara kawasan itu yang terkesan mengekang perekonomian Inggris. Bahkan, perjanjian dagang bilateral pun tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus dengan komunitas negara kawasan tersebut.

Selain itu, masyarakat Inggris pun gerah dengan migran dari negara UE yang meramaikan pasar tenaga kerja di sana.

Namun, kini warga Inggris sudah mulai setengah hati untuk Brexit. Bahkan, sempat muncul petisi agar Brexit dibatalkan, tetapi parlemen tetap berkukuh menjalankan hasil referendum tersebut.

Adapun, hasil referendum juga dinilai tidak representatif setelah partisipasi pemilihan suara hanya sebanyak 71% dari total penduduk. Namun, apa daya, hasil referendum sudah menunjukkan Brexit harus tetap dilakukan.

Opera sabun Brexit ini harusnya bisa jadi pelajaran untuk Indonesia jika ingin memperdalam hubungan di Masyarakat Ekonomi Asean. Pasalnya, anggota negara terbesar dalam sebuah komunitas bisa jadi berdampak negatif seperti ekonomi yang terkekang.

Jangan sampai satu atau dua dekade ke depan, muncul opera sabun lainnya yakni, Indoexit. Apalagi, kalau Masyarakat Ekonomi Asean berubah menjadi Uni Asean seperti Masyarakat Ekonomi Eropa berubah menjadi Uni Eropa.

The post Brexit, Opera Sabun dari Benua Biru appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/brexit-opera-sabun-dari-eropa/feed/ 0
Startup Indonesia masih Malu Buka-bukaan https://suryarianto.id/startup-indonesia-masih-malu-buka-bukaan/ https://suryarianto.id/startup-indonesia-masih-malu-buka-bukaan/#comments Fri, 14 Jun 2019 02:13:38 +0000 https://suryarianto.id/?p=255 Startup Indonesia tampaknya belum seberani perusahaan rintisan di Amerika Serikat (AS) untuk melantai di bursa efek. Mereka masih malu untuk buka-bukaan, takut strateginya dilirik oleh kompetitor. Padahal, beberapa Investor ritel Indonesia menantikan startup yang berstatus Unicorn sampai Decacorn untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka tergiur dengan prospek bisnis dari Continue Reading

The post Startup Indonesia masih Malu Buka-bukaan appeared first on SuryaRianto.

]]>
Startup Indonesia tampaknya belum seberani perusahaan rintisan di Amerika Serikat (AS) untuk melantai di bursa efek. Mereka masih malu untuk buka-bukaan, takut strateginya dilirik oleh kompetitor.

Padahal, beberapa Investor ritel Indonesia menantikan startup yang berstatus Unicorn sampai Decacorn untuk melantai di Bursa Efek Indonesia. Mereka tergiur dengan prospek bisnis dari startup digital itu serta ingin merasakan cuan segarnya.

Mimpi itu semakin membubung setelah Uber Inc. melantai di Wall Street pada Mei 2019. Pembahasan Gojek, Traveloka, Bukalapak, dan Tokopedia untuk melakukan penawaran harga saham perdana atau initial public offering (IPO) kembali mencuat.

Namun, mimpi itu tampaknya masih jauh, startup Indonesia tampak masih enggan buka-bukaan di publik. Pada awal tahun ini, Presiden dan Co-Founder Bukalapak Fajrin Rasyid mengungkapkan pihaknya belum berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

BACA JUGA : Taufik Hidayat Si Raja Backhand

Alasannya, mereka belum mau memenuhi kewajiban jika go public seperti, publikasi data dan sebagainya. Mereka khawatir keterbukaan informasi itu membuat rencana strategis dan inovasi bocor sehingga bisa dilirik pesaing.

Lalu, Gojek yang sudah menjadi Decacorn tampaknya masih jauh dari rencana IPO. Persaingan panas dengan Grab di Asean bisa jadi yang membuat perusahaan bernilai US$10 miliar itu enggan buka-bukaan ke publik. Apalagi, Grab juga masih berstatus perusahaan tertutup.

Berbeda kondisi dengan Asean, Investment Bank di Amerika Serikat (AS) sedang gencar mengajak perusahaan rintisan bervaluasi besar untuk IPO. Bahkan, Investment Bank itu juga mengajak perusahaan rintisan raksasa dari China untuk melantai di Wall Street.

Strateginya, Investment Bank itu menawarkan dana segar lewat pinjaman sindikasi kepada perusahaan rintisan tersebut. Setelah itu, mereka akan merayu debiturnya untuk melantai di bursa.

Hasilnya sudah terlihat pada Uber dan Dropbox. Sebelum IPO pada Mei 2019, Uber telah mendapatkan pinjaman bank senilai US$1,1 miliar setahun sebelumnya.

Begitu juga dengan Dropbox yang go public pada 2018. Perusahaan penyimpanan awan itu mendapatkan pinjaman US$600 juta pada 2017 sebelum akhirnya melantai di bursa.

Startup China Diburu Bank di Wall Street

Nah, beberapa perusahaan rintisan besar asal China sudah mulai proses pinjaman dengan Investment Bank di AS seperti, Morgan Stanley, Goldman Sachs, sampai Credit Suisse.

Perusahaan rintisan dengan valuasi terbesar di dunia Bytedance, pemilik TikTok, sudah tanda tangan pinjaman senilai US$1,33 miliar dengan 8 bank, termasuk Morgan Stanley dan Goldman Sachs pada April 2019.

Lalu, ada dua Unicorn China lainnya yang menyusul yakni, Beike Zhaofang dan Guazi.com. Kedua perusahaan rintisan itu sedang proses pinjaman ke bank dengan maksimal plafon US$1 miliar dan tenor 3 tahun.

Investment Bank Negeri Paman Sam itu berharap setelah mendapatkan pinjaman dana, perusahaan rintisan Negeri Panda itu bakal melantai di bursa menggunakan jasanya.

Sayangnya, aksi IPO Uber tidak membuat Unicorn maupun Decacorn lainnya tertarik ke bursa. Pasalnya, hasil IPO Uber di bawah ekspektasi, jumlah dana yang dihimpun senilai US$8,1 miliar di bawah target awal yakni, US$10 miliar.

Ketika pencatatan perdana, harga saham Uber juga malah tumbang 7,62% ke level US$41,57 per saham dibandingkan dengan harga penawaran perdana US$45 per saham.

Selain faktor Uber, perusahaan rintisan besar yang banyak berasal dari China kemungkinan lebih berhati-hati masuk pasar modal. Situasi perang dagang AS-China yang kian memanas, serta ketidakpastian ekonomi global, diperkirakan bisa menganggu stabilitas pasar modal.

Melihat semua itu, banyak faktor yang membuat perusahaan rintisan besar masih ragu untuk IPO. Pelonggaran kebijakan melantai di bursa belum tentu membuat Unicorn maupun Decacorn tertarik untuk go public.

Jadi, perlu bersabar lebih lama untuk memiliki Unicorn atau Decacorn meski cuma 1 lot.

Tayang di Harian Bisnis Indonesia pada Jumat 14 Juni 2019

The post Startup Indonesia masih Malu Buka-bukaan appeared first on SuryaRianto.

]]>
https://suryarianto.id/startup-indonesia-masih-malu-buka-bukaan/feed/ 4