fadli immadudin

Fadli Imammudin, atlet para cycling atau balap sepeda, kembali mencuat ke permukaan jelang gelaran Asian Para Games 2018.

Fadli memberikan inspirasi dan gambaran seorang atlet dengan mental juara. Soalnya, dia mampu bangkit dari keterpurukan di arena balap dan bisa kembali berprestasi lagi untuk Indonesia.

Secara historis, Fadli Imammudin mulai dikenal di arena balap motor. Kala itu, dia bergabung dengan tim Honda Indonesia untuk berlaga di Asia Road Racing Championship 2014.

Dia bertugas meneruskan perjuangan almarhum Denny Triyugo yang meninggal karena kecelakaan tunggal pada sesi latihan di Sentul, Bogor.

Memasuki musim 2015, Fadli Imammudin mulai menunjukkan sinarnya sebagai pebalap motor di kancah internasional. Puncaknya pada seri Sentul Agustus 2015, Fadli menjadi yang tercepat, tetapi hasil itu membuat dia harus pensiun dini sebagai pembalap motor.

Fadli yang memperlambat motornya ketika melewati garis finish dengan maksud untuk melakukan selebrasi.

Sayangnya, pembalap asal Thailand di belakangnya terus melaju dengan kencang. Motor yang berada di belakang Fadli pun menabrak kaki kirinya.

Fadli terpental dari motornya dan harus kehilangan satu kakinya tersebut.

Namun, dia tidak patah arang. Kehilangan kaki kiri bukan berarti menghancurkan karirnya di dunia balap seumur hidup.

Setelah kejadian itu, Fadli Imammudin tetap berada di dunia balap sebagai instruktur Honda Racing School. Selain itu, dia juga mulai mencoba tantangan baru yang tidak jauh dari dunia balapan yakni, balap sepeda.

Fadli Imammudin Bangkit dan Jajal Balap Sepeda

Awalnya, dia mencoba bersepeda untuk menjaga staminanya. Apalagi, dia juga harus membiasakan diri beraktivitas dengan kaki palsunya tersebut.

Ketika periode pemulihan itu, Fadli mendapatkan tawaran untuk mengikuti kejuaraan Asia Para Cycling 2017. Dia pun setuju ikut kejuaraan di Bahrain itu.

Debutnya pun cukup gemilang, dia berhasil meraih posisi keempat dengan catatan waktu konversi 23 menit 34,78 detik.

Memulai debut dengan cemerlang, Fadli kembali bertanding balap sepeda pada gelaran Asean Para Games 2017. Peruntungannya di dunia balap memang belum habis, Fadli menjadi sosok peraih medali pertama untuk Indonesia pada gelaran multi event tersebut.

BACA JUGA : Bisnis Online dan Seleksi Alam Ekonomi Digital

Kiprahnya di dunia balap sepeda semakin kinclong setelah menjuarai Asian Para Cycling Championship 2018 di Myanmar. Dia menjadi kampiun dengan catatan waktu 33 menit 17 detik.

Berdasarkan pencapaian itu, tim balap sepeda pun memberikan target bisa meraih 2 medali perunggu pada Asian para Games 2018. Fadli menjadi salah satu yang diharapkan bisa meraih medali pada nomor road.

Target itu bisa dibilang tidak muluk-muluk, pelatih tim sepeda di Asian Para Games optimistis Fadli dkk bisa bersaing menghadapi atlet negara Asia lainnya.

Semangat dan mental juara Fadli untuk bangkit dari keterpurukan bisa dijadikan inspirasi untuk generasi muda Indonesia. Sikap itu bisa diterapkan pada berbagai bidang seperti, bekerja, berbisnis, atau mengejar cita-cita lainnya.

Keterbatasan bukan berarti menjadi hambatan, tetapi bisa menjadi batu loncatan untuk berjuang meraih sukses dengan cara berbeda. Untuk itu, dibutuhkan mental juara dan semangat juang tinggi agar mampu melewati batas.

Seperti Fadli, sempat terpuruk akibat kecelakaan parah, dia tidak takut kembali ke arena balap. Malah, dia mampu berprestasi untuk negeri di arena yang pernah melukainya tersebut.

Mudah-mudahan saja dengan mental juara dan semangat juang yang tinggi, Fadli bisa menyumbang medali untuk Indonesia di Asian Para Games 2018.

*Terbit di harian Bisnis Indonesia pada 2 Oktober 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.