Carolina Marin kembali mendapatkan magisnya di Istora Senayan setelah melaju ke babak final Indonesia Master 2020. Meskipun begitu, final Indonesia Master bisa jadi kenangan buruk bagi tunggal putri asal Spanyol itu karena turnamen serupa ini membuatnya cedera pada tahun lalu.

Eks ratu tunggal putri dunia itu membuat kejutan setelah melaju ke final dan mengalahkan lawan-lawan tangguhnya. Marin bisa dibilang ratu bulu tangkis dunia karena pernah bertengger di peringkat satu dunia pada periode 2015-2016.

BACA JUGA: Malaysia Master 2020, Hasil Buruk Indonesia di Awal Tahun

Di babak pertama, Marin sudah dipertemukan dengan Nitchaon Jindapol, tunggal putri asal Thailand, yang kini bertengger di peringkat ke-22 dunia.

Jindapol mungkin bukan masalah serius bagi Marin, dia mengalahkan tunggal Thailand itu lewat dua set langsung 21-13, 21-15 dalam 35 menit.

Masalah bagi Carolina Marin baru muncul ketika di babak kedua. Dia harus berhadapan dengan tunggal putri peringkat 4 dunia asal Jepang Nozomi Okuhara.

PODCAST: Hasil Malaysia Master 2020 yang Mengecewakan

Dengan keunggulan head to head 8-7 (sebelum Indonesia Master 2020), Marin berhasil menambah jarak head to head dengan tunggal Jepang itu setelah unggul dua set langsung 21-13, 21-15.

Memasuki perempat final, Marin yang kini berusia 26 tahun harus berhadapan dengan wonderkid asal Korea Selatan yang menghuni peringkat 9 dunia, An Se Young.

Pertemuan dengan An Se Young di Istora ini menjadi yang ketiga bagi kedua pemain. Dengan head to head 1-1, Marin berhasil menambah pundi-pundi head to headnya menjadi 2-1 setelah mengalahkan An Se Young.

Marin kalahkah wonderkid Korea Selatan itu lewat dua set langsung 21-17, 21-6.

Memasuki semifinal, Marin harus melawan pemain China peringkat 7 dunia He Bing Jiao. Dengan pengalaman head to head 5-1, He Bing Jiao memang bukan ancaman berarti bagi Marin.

Pemain Spanyol itu menang dua set langsung 21-11, 21-19 atas He Bing Jiao. Kini, Marin akan berhadapan dengan Ratchanok Intanon di babak final Indonesia Master 2020.

Peluang Carolina Marin Meraih Gelar Indonesia Master

Lawan Carolina Marin di Final Indonesia Master 2020 bisa dibilang berbeda dengan lawan-lawannya di babak sebelumnya. Marin bisa dibilang selalu unggul head to head dengan lawan-lawan sebelumnya.

Nah, kali ini Marin harus berhadapan dengan seteru abadinya Ratchanok Intanon. Sejauh ini, tunggal asal Thailand itu masih unggul head to head atas Marin dengan skor 6-4, meski Marin memenangkan pertandingan melawan Intanon di pertemuan terakhirnya.

Kala itu, Marin bertemu dengan Intanon di Prancis Open dan menang lewat rubber set 21-18, 17-21, 21-14.

Namun, jangan lupa, di awal 2019, yakni Malaysia Master, Marin dibantai tak berdaya oleh Intanon dua set langsung 9-21, 20-22.

Apalagi, dari segi peringkat Intanon lebih unggul yang saat ini bertengger di 5 dunia, sedangkan Marin terlempar di peringkat ke-10.

Di sisi lain, Marin tengah punya ambisi besar untuk mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya agar bisa ke Tokyo. Sebelumnya, Marin sempat rehat panjang sekitar 8 bulan akibat cedera yang diterimanya di Istora saat Indonesia Master 2019.

Peluang Marin untuk bisa ke Tokyo pun terbuka lebar. Saat ini, pemain Spanyol itu berada di peringkat ke-10 race to Tokyo.

Kebangkitan Marin Pasca Cedera Panjang

Setelah mengalami cedera panjang di Final Indonesia Master 2019. Carolina Marin harus rehat panjang.

Dia sampai harus melewatkan kejuaraan dunia. Tercatat, dia baru kembali ke lapangan pada 10 September 2019. Kala itu, dia bermain di Vietnam Open level 100 BWF Tour Series.

Hasilnya, debut Marin pasca cedera langsung kalah di babak pertama oleh tunggal Thailand Supanida Katethong.

Namun, Carolina Marin tidak perlu waktu lama untuk bisa meraih gelar. 22 September 2019, dia meraih gelar prestisius di China Open level 1000 alias level tertinggi di BWF Tour Series.

Marin mengalahkan sang ratu tunggal putri saat itu, Tai Tzu Ying, lewat pertarungan panjang tiga set 14-21, 21-17, 21-18 dalam 1 jam 5 menit.

Ambisi Marin mengejar ketertinggalan poin Olimpiade sangat besar. Dia mampu melaju hingga babak semifinal di Denmark Open 2019.

Sayangnya, tunggal Jepang Nozomi Okuhara menjegal langkahnya di Denmark lewat rubber set 18-21, 21-12, 21-16.

Kekalahan di Denmark Open tak membuat Marin merudung sedih. Dia justru bangkit hingga membantai lawan-lawan berat di Prancis Terbuka.

Saat itu, dia membantai Cai Yan Yan asal China, Nozomi, Ratchanok, sampai Tai Tzu Ying. Sayangnya, dia malah kandas oleh wonderkid Korea Selatan An Se Young di babak final.

Marin kalah dari pemain muda itu lewat rubber set 21-16, 18-21, 5-21 dalam pertandingan selam 1 jam 9 menit.

Setelah Prancis Open 2019, Marin seperti kehabisan bensin. Dia kandas di babak pertama China Open Super 750 dari tangan Tai Tzu Ying dan mundur dari Korea Master 2019.

Meskipun begitu, Marin malah menggila di dua turnamen penutup 2019. Marin menjadi juara di Syed Modi International Badminton Super 300 setelah mengalahkan tunggal Thailand Phittayaporn Chaiwan dua set langsung 21-12, 21-16.

Lalu, Marin yang enggak lolos ke BWF Tour Final pun menjajal Italian International Challenge dan menjadi kampiun setelah melibas tunggal India Rituparna Das 21-19, 21-14.

Aroma Semangat Awal 2020

Mengawali 2020, Carolina Marin bisa dibilang mengawali dengan manis setelah mampu tembus semifinal Malaysia Master 2020.

Lawan-lawan Marin di Malaysia Master bisa dibilang bukan ecek-ecek. Bayangkan, di babak pertama sudah bertemu dengan Akane Yamaguchi.

Marin menggila setelah mengalahkan pemain ulet Jepang itu dua set langsung 21-4, 24-22.

Di babak kedua, Marin bertemu dengan Cai Yan Yan dan unggul 21-16. 1-18. Kemudian, Marin juga bertemu dengan tunggal senior India Saina Nehwal dan menang 21-8, 21-7.

Sayangnya, Marin gagal mengandaskan ratu tunggal putri saat ini, yakni Chen Yu Fei setelah kalah dua set langsung 15-21, 14-21.

Setelah Malaysia Master dan Indonesia Master, Marin dijadwalkan mengikuti Thailand Master 2020 yang digelar pada 21-26 Januari 2020.

Di babak pertama, Marin bertemu dengan tunggal Korea Selatan Kim Ga Eun. Melawan Kim, Marin mencatat head to head 2-0 dengan pertemuan terakhir di Syed Modi International.

Kala itu, Marin unggul 2 set langsung 22-20, 21-16. Apakah Marin bisa lolos ke Tokyo dan menggigit emas di Negeri Dragon Ball itu, kita saksikan saja semangat eks ratu bulu tangkis dunia di sektor tunggal putri ini ya.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Social profiles