Nyatanya, pemerintah Jepang kecolongan dari aksi pelarian Ghosn tersebut. Bombardier dengan nyamannya mendarat di Attarturk, Istanbul pada 05:30 Pagi 30 Desember 2019. Di sini, Ghosn kembali masuk ke kotak hitam untuk melewati proses deteksi di bandara, sama saat meninggalkan Kansai.

Dari Istanbul, Ghosn pun akhirnya bisa sampai dengan tenang di kampung kelahirannya, Libanon. Bahkan, di sana, Ghosn tak perlu menyamarkan identitasnya. Apalagi, dia bisa kembali bertemu dengan keluarganya.

BACA JUGA: Carlos Ghosn, dari Bos Nissan sampai Jadi Buronan Jepang (1)

Pemerintah Jepang benar-benar kecolongan dari kepergian Ghosn ke Libanon. Bahkan, kuasa hukumnya Junichiro Hironaka tak mengetahui pergerakan kliennya tersebut.

BACA JUGA: Carlos Ghosn, dari Bos Nissan sampai Jadi Buronan Jepang (2)

Junichiro mengaku tercengang dengan aksi kliennya tersebut. “Aku ingin bertanya kepadanya, bagaimana kamu melakukan ini kepada kami?” ujarnya.

Dikutip dari BBC, Ghosn sempat membuat pernyataan “Saya telah lolos dari sebuah penganiayaan dan ketidakadilan politik”

Pernyataan itu konon membuat muka pemerintah Jepang memerah malu dan marah. Pihak Jepang pun menuduh Libanon terlibat dalam pelarian Ghosn. Bahkan, ada pula yang menyebut Ghosn dapat bantuan dari beberapa negara.

Ghosn memang tumbuh di Libanon, dia memiliki beberapa aset properti di sana. Bahkan, Ghosn bisa dibilang cukup populer di Libanon sampai pernah menjadi foto untuk prangko.

Menteri Libanon Salim Jreissati menjelaskan kalau pemerintah Libanon tidak terlibat dalam pelarian Ghosn.

“Kami tidak ada hubungan dengan kedatangannya ke sini [Libanon]. Bahkan, kami tidak tahu kalau dia ada di sini,” ujarnya.

Namun, beberapa orang yang diduga membantu Ghosn dikabarkan ditangkap di Turki. Ada tujuh orang yang ditangkap, yakni empat pilot, satu manajer perusahaan kargo, dan dua pekerja bandara.

Selain itu, Ghosn mendapatkan red notice dari Interpol. Jadi, Jepang sudah meminta penahanan, penyerahan diri, atau tindakan hukum lainnya sambil menunggu ekstradisi. Sayang, Jepang dan Libanon tidak punya kesepakatan ekstradisi.

Teori Pelarian Ghosn

Ada beberapa teori pelarian Ghosn yang beredar di dunia maya. Salah satunya adalah yang dipaparkan Bloomberg kalau eks bos Nissan itu tidak menjadi penumpang resmi pesawat alias dimasukkan ke dalam kotak lalu masuk kargo jet pribadi tersebut.

Salah satu teori aneh tentang pelarian Ghosn lainnya adalah kalau dia menyamar sebagai alat musik yang besar untuk bisa keluar dari Jepang. Modusnya, musisi Libanon baru saja beres konser liburan di Negeri Samurai tersebut.

PODCAST: Seberapa Kuat Skuad PBSI 2020?

Bahkan, ada yang menyebutkan agen keamanan swasta yang membantu eks Bos Nissan itu bisa lari dari Jepang. Selain itu, ada juga yang memperkirakan dalang pelarian Ghosn adalah istrinya sendiri Carole yang memang sangat ingin bersama suaminya.

“Itu tidak akurat, salah, saya sendiri yang mengatur pelarian ini,” ujar Ghosn seperti dikutip dari BBC.

Selain itu, ada juga beberapa teori terkait masalah paspor Ghosn. Eks Bos Nissan itu memang memiliki tiga Paspor, yakni Brasil, Libanon, dan Prancis. Konon, ketiga paspor itu sudah diamankan oleh pihak Jepang.

Namun, Ghosn memiliki dua paspor Prancis, yang merupakan hak istimewa khusus untuk dirinya. Bahkan, dia tak perlu paspor untuk mengajukan visa. Nah, Ghosn memiliki paspor kedua ini dalam keadaan terbungkus dalam plastik dan dikunci.

Dengan itu, Ghosn diprediksi bisa meloncat ke Libanon dengan legal.

Di sisi lain, ada yang memperkirakan Ghosn membuat paspor duplikat. Soalnya, pengusaha dikabarkan dapat izin untuk memiliki paspor duplikat. Paspor duplikat itu bisa saja berasal dari Libanon, meski fakta ini belum dikonfirmasi.

Intinya, Ghosn bisa kembali ke kampung halaman menyambut tahun baru 2020 ini.

0Shares

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Close
Social profiles
Close